Riko Simanjuntak Minta Fans Semen Padang Tak Umbar Emosi

Manajemen Gresik United dan fans Ultras menyampaikan permohonan maaf atas insiden pelemparan.

Winger Semen Padang Riko Simanjuntak meminta fans Kabau Sirah agar tetap kepala dingin menyikapi aksi pelemparan bus pascalaga melawan Persegres Gresik United di Stadion Petrokimia kemarin.

Aksi pelemparan itu membuat Riko mengalami luka sepanjang tiga centimeter di bagian kepala, sehingga harus menerima lima jahitan. Riko pun kembali bergabung dengan tim pada malam harinya setelah dimintai keterangan di kepolisian sektor (Polsek) Kebomas, dan berharap fans Semen Padang tak terpancing emosi.

“Saat mau balik ke hotel ada insiden yang tidak diinginkan yang seharusnya tidak terjadi. Itu sudah saya ikhlaskan, kebetulan itu kan orang-orang yang tidak bertanggung jawab saja, Ini langsung balik ke Surabaya, karena besok kita sudah harus balik ke Padang,” ujar Riko.

“Sebenarnya kita nggak tahu persoalannya seperti apa kan? Sudah ditangani polisi, orangnya siapa saya tidak tahu. Kalau saya, pasrah sama manajemen saja,” tambah pelatih Nilmaizar.

Sementara itu, manajemen Gresik United melalui akun Facebook resminya mengutuk keras insiden ini, dan menyampaikan permohonan maaf, serta meminta pihak kepolisan mengusut tuntas peristiwa yang mencoreng wajah Kota Santri.

Tidak hanya manajemen, ketua umum Ultras Muharom turut mengutuk keras. Muharom berharap kejadian tersebut dapat diusut tuntas demi menjaga nama baik Ultras di belantika sepakbola dalam negeri.

“Alasan apapun, maupun motif yang dilakukan oknum ini sangat meresahkan, dan memberikan nilai jelek buat Ultras Gresik, mengingat hubungan kami dengan suporter Semen Padang sampai detik ini terjalin dengan baik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku akan dapat tertangkap,” kata Muharom.

Sedangkan pentolan Ultras Korwil Ngembung, Joko Subagio, yang kebetulan berada di tempat kejadian menyakini aksi itu tak dilakukan pihaknya. Sebab, pelaku pelemparan justru datang dari arah berlawanan dengan lokasi stadion.

“Pas saya pulang di belakang bus, tiba-tiba sudah terdengar seperti kaca pecah. Orangnya tidak tahu. Saya kira [pelakunya] bukan Ultras, tapi oknum yang ingin menjelekkan nama Ultras,” lanjut dia.

“Dari arah berlawanan itu tidak ada yang memakai atribut Ultras. Arah ke kota. Enggak mungkin Ultras yang sudah pulang terus balik ke arah kota, arah stadion.”