ROAD TO WARSAWA: Ketika Tradisi & Kejutan Bertemu

Dnipro ternyata baru sekali meraih kemenangan dengan selisih lebih dari satu gol, sementara Sevilla tampil perkasa semenjak lepas dari babak grup.

Sevilla tinggal berjarak satu pertandingan untuk menahbiskan diri mereka sebagai tim tersukses di Liga Europa. Adalah tim kejutan asal Ukraina, Dnipro Dnipropetrovsk, yang bakal menjadi ganjalan terakhir bagi Sevilla yang memang punya sejarah bagus di kompetisi kasta kedua Eropa itu.

Sebagaimana diketahui, belum pernah ada tim yang memenangkan empat trofi Liga Europa/Piala UEFA. Sejauh ini, baru Sevilla, Internazionale, Juventus, dan Liverpool yang mampu memenangkan tiga gelar. Final kali ini bahkan menjadi final keempat mereka dalam sepuluh tahun terakhir, sedangkan Dnipro malah baru sekali lolos ke partai puncak kompetisi Eropa.

Oleh karena itu, duel Sevilla versus Dnipro dalam final Liga Europa 2014/15 yang digelar di Stadion Nasional Warsawa, Jumat (28/5) dini hari WIB, bakal menjadi bentrok antara tim dengan tradisi apik dengan tim kejutan. Namun, seperti apa perjalanan kedua tim bisa menembus hingga menuju Warsawa? Simak tabel berikut ini.

PERJALANAN MENUJU FINAL LIGA EUROPA 2014/15
Porto
 
DNIPRO

SEVILLA 

 Lawan  Hasil Babak  Lawan Hasil
 Copenhagen 0-2 (0-0 | 0-2) Babak Ketiga Liga Champions  - -
 Hajduk Split 2-1 (2-1 | 0-0) Play-off Liga Europa  -  -
    Babak Grup Liga Europa    
Internazionale 0-0 Matchday 1 Feyenoord 2-0
Saint-Etienne 0-0 Matchday 2 Rijeka 2-2
Qarabag 0-1 Matchday 3 Standard Liege 0-0
 Qarabag 2-1 Matchday 4 Standard Liege 3-1
 Internazionale 1-2 Matchday 5  Feyenoord 0-2
 Saint-Etienne 1-0 Matchday 6  Rijeka 1-0
  GRUP F
  1. Internazionale | 12 poin
  2. Dnipro | 7
  3. Qarabag | 6
  4. Saint-Etienne | 5
Klasemen Akhir Babak Grup   GRUP G
  1. Feyenoord | 12 poin
  2. Sevilla | 11
  3. Rijeka | 7
  4. Standard Liege | 4
    Babak Knock-out Liga Europa     
Olympiakos 4-2 (2-0 | 2-2) Babak 32 Besar M'gladbach 4-2 (1-0 | 3-2)
Ajax 2-2 (1-0 | 1-2) Babak 16 Besar Villarreal 5-2 (3-1 | 2-1)
Club Brugge 1-0 (0-0 | 1-0) Perempat-final Zenit 4-3 (2-1 | 2-2)
Napoli 2-1 (1-1 | 1-0) Semi-final Fiorentina 5-0 (3-0 | 2-0)

Status Dnipro sebagai tim kejutan langsung terpampang jelas dari tabel di atas. Tim-tim yang punya sejarah yang lebih bagus seperti Napoli, Ajax Amsterdam, dan Olympiakos mampu mereka singkirkan di babak knock-out. Padahal, Dnipro datang secara tidak meyakinkan ke Liga Europa.

Usai menjadi runner-up di Liga Primer Ukraina 2013/14 di bawah Shakthar Donetsk, Dnipro punya kesempatan menembus babak grup Liga Champions untuk pertama kali sepanjang sejarah klub, sayang mereka dibekap oleh FC Copenhagen dalam babak ketiga kualifikasi sehingga harus berlaga di play-off Liga Europa. Beruntung, mereka berhasil menekuk Hajduk Split lewat skor agregat tipis 2-1 untuk lolos ke fase grup Liga Europa.

Tergabung di Grup F bersama Internazionale, Saint-Etienne, dan Qarabag, tim besutan Myron Markevych ini tampil jeblok di tiga laga perdana dengan hanya meraih satu poin. Kemenangan baru didapat di matchday keempat dengan membekuk Qarabag 1-0, namun kembali takluk di tangan Inter. Partai pamungkas grup lantas menjadi penentu kelolosan Dnipro sebagaimana gol tunggal Artem Fedetskyi sudah cukup untuk mengalahkan Saint-Etienne. Hasil seri tanpa gol yang diraih Qarabag menghadapi jawara grup Inter membuat Dnipro dipastikan menjadi runner-up grup.

Yevhen Konoplyanka dkk. nyaris gagal lolos dari fase grup.

Memasuki babak 32 besar, langkah Dnipro mulai terlihat meyakinkan ketika mereka mencatat kemenangan 2-0 di leg pertama atas kampiun Liga Yunani, Olympiakos. Itu menjadi satu-satunya kemenangan Dnipro di Liga Europa musim ini yang diraih dengan selisih lebih dari satu gol. Pada akhirnya, Dnipro berhasil lolos dengan skor agregat 4-2.

Namun, Dnipro kembali tampil kurang meyakinkan ketika berturut-turut menghadapi Ajax dan Club Brugge di babak 16 besar dan perempat-final. Untungnya, jawara  Belanda dan Belgia tersebut mampu mereka bekuk dengan agregat tipis untuk melaju ke semi-final. Khusus melawan Ajax, Dnipro harus berlaga hingga babak perpanjangan waktu di Amsterdam ArenA dan melaju berkat gol tandang Yevhen Konoplyanka yang membuat skor agregat 2-2.

Kemenangan paling mengesankan Dnipro terjadi di semi-final melawan raksasa Italia, Napoli. Yevhen Seleznyov, sang pencetak gol berbau off-side dalam dalam leg pertama yang berakhir 1-1, kembali menunjukkan aksinya di leg kedua lewat gol tunggalnya yang mengantarkan Dnipro lolos ke final Liga Europa untuk kali pertama.

Dnipro secara mengejutkan sukses menghalangi ambisi Napoli lolos ke final.

Sementara itu, langkah Sevilla menuju Warsawa terbilang lebih mulus dan tidak sedramatis Dnipro. Sebagai juara bertahan, mereka boleh langsung berlaga di fase grup. Tergabung di Grup G bersama Feyenoord, Rijeka, dan Standard Liege, armada Unai Emery tampil kurang meyakinkan. Mereka butuh gol Denis Suarez di matchay terakhir melawan Rijeka untuk memastikan diri lolos ke babak knock-out di bawah juara grup Feyenoord.

Namun setelah itu, langkah Sevilla nyaris tak terbendung. Borussia Monchengladbach dan Villarreal mampu mereka tekuk secara meyakinkan di babak 32 besar dan 16 besar untuk melaju ke babak perempat-final menghadapi wakil Rusia, Zenit St Petersburg.

Di perempat-final inilah Sevilla terlihat kesulitan. Di leg pertama yang berlangsung di Ramon Sanchez Pizjuan, mereka sempat kecolongan gol sebelum akhirnya bisa membalikkan keadaan menjadi 2-1 di 20 menit terakhir laga. Sevilla lantas berangkat ke Rusia dengan was-was, untungnya gol Kevin Gameiro tiga menit jelang bubaran membuat Sevilla mengamankan skor 2-2 di leg kedua alias unggul agregat 4-3.

Fiorentina, yang ditakutkan bakal menjadi batu sandungan di semi-final, ternyata malah sama sekali tidak berkutik menghadang serangan-serangan Sevilla yang dikomandoi Carlos Bacca dan Aleix Vidal. Wakil Italia itu kalah kelas dengan takluk 3-0 dan 2-0 di kedua leg sehingga mempersilakan Sevilla untuk berkesempatan mempertahankan trofi Liga Europa.

Keperkasaan Carlos Bacca cs. memuncak di semi-final ketika melumat Fiorentina 5-0 secara agregat.