Roberto Firmino, Titik Cerah Bagi Liverpool

Sempat meragukan di awal kedatangan, kini Firmino bangkit dan tumbuh menjadi pembeda yang dinantikan oleh Liverpool.

Liverpool resmi tersingkir dari Piala FA setelah kalah 2-1 dari West Ham United, Rabu (10/2) dini hari WIB tadi. Michail Antonio membawa West Ham unggul lebih dulu, tetapi Philippe Coutinho membalasnya dan memperbesar asa Liverpool. Sayang, Angelo Ogbonna mengunci kemenangan The Hammers di menit akhir babak tambahan.

Sudah pasti ada kritik yang dilemparkan pada performa Liverpool dini hari tadi. Secara keseluruhan pasukan Jurgen Klopp menyajikan penampilan yang cukup bagus, namun itu tidak menutupi tumpulnya lini depan mereka yang dipimpin oleh Christian Benteke. Penyerang seharga £32,5 juta itu bermain selama 120 menit, mendapatkan beberapa peluang emas, tetapi tidak mampu menuntaskan tugasnya di depan gawang Darren Randolph.

Seusai pertandingan, Jurgen Klopp angkat bicara soal sang penyerang Belgia. Secara tidak langsung, ia malah memberi dukungan pada sang penyerang Belgia. "Saya tidak yakin bisa dengan mudahnya mencetak gol. Ia harus berusaha keras untuk melakukannya,” ungkap sang manajer seperti dikutip oleh BBC Sport.

"Ini bukan momen yang paling menyenangkan dalam kariernya, tapi ia harus bekerja keras. Ia ingin mencetak gol dan kami butuh dia dalam urusan mencetak gol. Kami akan membantu dalam hitungan hari, pekan, dan bulan,” tandasnya.

Dukungan tersebut jelas penting untuk situasi mental Benteke, namun Klopp pasti tahu apa yang paling penting bagi Liverpool saat ini: kemenangan. Dengan kata lain, ada kemungkinan Klopp bakal menomor duakan Benteke dalam skuat utamanya. Sudah pasti ia memilih opsi yang jauh lebih baik untuk meraih kemenangan di Liga Primer Inggris serta Liga Europa.

Opsi tersebut ada pada penyerang jadi-jadian yang dimiliki Liverpool, Roberto Firmino.

Situasi Firmino berkebalikan dengan situasi Benteke di Anfield. Datang dengan harga yang relatif sama, Benteke sebenarnya sempat moncer bersama Liverpool di awal musim, terbukti dari tujuh gol yang ia cetak hingga penghujung kalender 2015. Adapun mantan penyerang Aston Villa itu belum mencatatkan satu gol pun di kalender 2016.

Sementara itu, Firmino yang baru datang dari Hoffenheim tampak kesulitan beradaptasi di Liverpool selama periode awal. Bintang Brasil itu hanya mencatatkan satu gol dalam lima bulan pertamanya bersama Liverpool. Di lapangan, ia masih belum terbiasa dengan intensitas sepakbola Inggris sehingga sering kehilangan bola dengan sia-sia. Beberapa media bahkan sempat menghakimi secara sepihak, menilai Firmino sebagai salah satu pembelian terburuk di musim panas.

Namun sang penyerang mulai mendapatkan irama permainan terbaiknya di tangan Jurgen Klopp. Ia tidak lagi bermain di posisi aslinya (gelandang serang) dan justru sering ditempatkan sebagai penyerang jadi-jadian (false-9) – posisi yang sempat diemban ketika membela Brasil di Copa America 2015. Dibekali teknik olah bola yang istimewa, Firmino mulai unjuk gigi per Januari 2016 dalam posisi barunya.

Hasilnya istimewa, dalam kurun waktu satu bulan sejak tahun baru, Firmino berhasil mencatatkan lima gol dan dua assist. Memang, ia belum sepenuhnya terbiasa dengan skema cepat Klopp maupun intensitas tinggi sepakbola Inggris, tetapi torehan tersebut menjadi titik cerah bagi Liverpool yang terlampau tumpul setelah ditinggal Luis Suarez. Firmino seolah-olah menjadi jawaban atas kegalauan Liverpool sejak musim lalu.

Firmino sendiri mulai mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyerang terpanas di Liga Primer saat ini. Sebagai pembanding, Firmino menjadi pemain dengan total gol paling banyak kedua dalam lima pekan terkini. Catatan lima gol Firmino hanya kalah dari Sergio Aguero yang mengantongi enam gol, sementara pesaing lainnya adalah Wayne Rooney, Harry Kane, dan Jermain Defoe yang sama-sama mencetak empat gol.

Titik cerah mulai terlihat di Anfield seiring Firmino tumbuh menjadi pembeda yang dinantikan Liverpool. Ia mulai menjawab keraguan sekaligus menyelamatkan poin demi poin yang nyaris jatuh dari genggaman. Kembalinya Philippe Coutinho ke daftar pemain hanya akan memperbaiki situasi Liverpool dan duet Brasil bakal kembali tersaji di Anfield.

Setidaknya, satu dari seratus masalah Liverpool sudah diselesaikan oleh Firmino.