Robin Van Persie Beberkan Kegalakan Sir Alex Ferguson

Mantan penyerang Manchester United itu menyebut Sir Alex bisa marah besar karena sebuah kekalahan meski timnya masih memiliki keunggulan 12 poin dari sang rival.


GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

 

Robin van Persie membebarkan kegalakan Sir Alex Ferguson selama waktunya di Manchester United dengan ia menyebut amarah yang sering dikeluarkannya memiliki pesan tersendiri.

Pemain internasional Belanda itu menghabiskan tiga musim di United namun hanya setahun bersama Sir Alex ketika ia memenangkan satu-satunya medali Liga Primer Inggris usai merapat dari Arsenal pada 2012 silam.

Kepada laman resmi UEFA, Van Persie bersama rekan setimnya di Fenerbahce Luis Nani, yang juga merupakan mantan pemain United, menjabarkan perlakuan Sir Alex usai mendapati timnya kalah di tangan Manchester City meski masih memiliki keunggulan 12 poin.

“Saya bermain di bawah arahannya selama setahun namun itu adalah tahun yang sangat spesial buat saya: kami memenangkan liga!” ujar Van Persie mengenai Sir Alex. “Perjalanan menuju gelar sangat spesial. Saya bisa menyebut bahwa dia adalah seorang manajer spesial.

“Satu contoh sederhana: Ketika kami memiliki keunggulan 15 poin di depan pesaing, waktu itu masih Februari atau Maret – kami kalah melawan City. Kami bisa saja menjauhkan keunggulan menjadi 18 poin namun tetap saja kami berada di posisi yang sangat bagus.

“Namun dia menyemprot kami, dia sangat marah. Dia membuat semuanya sadar bahwa semua orang harus mengerahkan yang terbaik. Latihannya juga sangat berat setelah itu, dia menghukum kami. Kami unggul 15 poin! Namun itu menunjukkan bahwa dia adalah manajer yang sangat bagus.”

Nani, yang menghabiskan delapan tahunnya di United, menyebut pria Skotlandia itu sebagai manajer terbaik yang pernah ia miliki dan merasa bersyukur bisa menjadi “bagian dari kisahnya”.

“Bekerja dengan Sir Alex Ferguson selama beberapa tahun adalah sesuatu yang takkan pernah saya lupakan,” tambah Nani. “Bagi saya, dia adalah manajer terbaik yang pernah saya miliki. Itu penting bagi saya – saya belajar banyak dari dia: di tempat latihan, selama pertandingan, seperti yang dijabarkan Robin, itu sangat spesial.

“Hal itu membuat Anda belajar banyak soal sepakbola, bagaimana untuk menang, bagaimana untuk menjadi lebih profesional, bagaimana untuk memiliki mentalitas yang lebih tangguh. Bahkan hari ini, membicarakan dia terasa seperti inspirasi dan motivasi. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari kisahnya. Saya hanya ingin berterima kasih – dia adalah sosok yang akan selalu saya kenang dalam kehidupan saya.”

Bagi pengguna news app Goal dapat menyimak cuplikan pertandingan Liga Primer Inggris, Serie A Italia, dan Ligue 1 Prancis di sini.