Roman Weidenfeller: Ballon D'Or Takkan Pernah Hargai Kiper

Kegagalan Neuer dan Kahn menjadi pesepakbola terbaik di dunia membuktikan bahwa Ballon d’Or sudah tidak akan pernah lagi menghargai peran seorang kiper.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Penjaga gawang Borussia Dortmund Roman Weidenfeller menilai kegagalan Manuel Neuer memenangi FIFA Ballon d’Or 2014 menjadi pertanda kuat bahwa penghargaan individual itu tidak akan pernah lagi menghargai peran seorang kiper.
Dalam pengumuman Ballon d'Or yang digelar di Zurich, Swiss pada Senin (12/1) lalu, kiper Bayern Munich itu harus puas duduk di peringkat ketiga, kalah tipis dari Lionel Messi di peringkat dua, dan kalah jauh dari sang pemenang Cristiano Ronaldo. Hasil tersebut, menurut Weidenfeller, tidak adil tidak untuk seorang kiper sekaliber Neuer, yang dinilai banyak pihak mampu merevolusi peran penjaga gawang.
“Oliver Kahn sudah mencoba, Manuel pun demikian. Jika kiper sehebat mereka saja tidak pernah menang, mungkin untuk selanjutnya hal itu [kiper memenangi Ballon d’Or] tidak akan pernah terjadi lagi,” ujar Weidenfeller.
“Saya merasa sedih dengan Manuel karena dia sudah tampil eksepsional. Sebagai seorang kiper, Anda tidak akan dihargai sama, terutama ketika ada pemain semacam Cristiano Ronaldo yang merupakan sebuah brand,” tambahnya.
Selain itu, Weidenfeller juga membahas situasi terkini dirinya di Dortmund yang tergerser menjadi kiper kedua di bawah Mitchell Langerak menyusul start buruk timnya di paruh pertama musim. “Ini situasi sulit, saya harus menerimanya secara sportif. Saat ini sudah memasuki tahun 2015 dan tidak perlu lagi membicarakan tahun 2014,” jelasnya.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics