Roy Hodgson Akan Senang Hati Jika Wayne Rooney Gabung Crystal Palace

Rooney sendiri kini tengah dalam performa terbaiknya sejak mengamankan kepindahan ke klub MLS D.C. United pada musim panas kemarin.

Manajer Crystal Palace Roy Hodgson mengaku akan senang untuk memiliki Wayne Rooney di klubnya, itu setelah sang pemain terus menunjukkan kebintangannya di MLS.

Rooney pernah bermain empat tahun untuk Hodgson di tim nasional Inggris dan kini tengah dalam performa terbaiknya sejak mengamankan kepindahan ke D.C. United pada musim panas kemarin. Secara total, eks penyerang Everton dan Manchester United itu telah mengemas sepuluh gol dan enam assists dari 18 penampilannya di kompetisi teratas Amerika Serikat.

Mengenai Rooney, Hodgson mengatakan: “Saya akan senang untuk memiliki dia di sini di Palace, namun dia sudah memikirkan masak-masak dan jauh-jauh hari soal keputusannya [pindah ke MLS], dan tidak diragukan lagi dia sudah membicarakan itu dengan keluarganya.

“Saya senang untuk melihat kesuksesan yang ia dapatkan. Saya menebak dia memenuhi apa yang diharapkan D.C. United ketika mereka mendatangkannya. Mereka tidak hanya menginginkan sosok pemimpin namun juga seorang pemain yang bisa membantu mereka memenangkan laga, dan dia melakukan itu.

“Dia tengah dalam performa fantastis. Di DC mereka sempat berada di papan bawah ketika dia tiba di sana, meski mereka tidak memainkan banyak laga, namun sejak tiba, dia fantastis, bukan cuma mencetak gol, namun juga gol penting, seperti yang dia lakukan pada pertengahan pekan.”

Di klubnya saat ini, Rooney masih terikat kontrak hingga Juni 2021.

 
 
 
View this post on Instagram

Wayne Rooney memang sudah kesulitan menampilkan performa terbaik di Liga Primer Inggris, tetapi pengalaman dan kematangannya masih sangat menonjol ketika melanjutkan karir di Amerika Serikat. Rooney meninggalkan Manchester United yang ia bela selama 13 tahun pada 2017 untuk pulang ke Everton di mana ia melalui masa remaja hingga menandatangani kontrak profesional pertama. Bersama The Toffees, Rooney menjalani debut EPL secara istimewa dengan mencetak gol tunggal kemenangan atas Stoke City. Selama satu musim 2017/18, ia menyumbang total 11 gol untuk klub dalam 40 pertandingan semua ajang. Bagaimanapun juga, meski Rooney mencatat rekor menjadi pemain kedua setelah Alan Shearer yang berhasil menembus 200 gol EPL, performanya dinilai masih belum memenuhi ekspektasi. Alhasil, baru menjalani satu dari dua tahun kontrak di Goodison Park, ia kembali hengkang, tetapi destinasi berikutnya cukup mengejutkan. Rooney menerima pinangan DC United dan meneken kontrak tiga setengah tahun bersama klub yang saat itu terjerembab di posisi ke-11 atau juru kunci klasemen sementara Eastern Conference Major League Soccer (MLS). Keputusan Rooney ternyata sangat tepat, di Negeri Paman Sam, ia kembali menemukan sentuhan terbaiknya di lapangan hijau dan mampu membawa DC United menembus papan atas. Ia menjalani debut di MLS pada 14 Juli sebagai pemain pengganti pada menit ke-59, namun ia mampu menandai laga perdananya dengan torehan satu assist pada laga yang berakhir 3-1 untuk kemenangan timnya atas Vancouver Whitecaps. Pelatih Ben Olsen hanya perlu waktu singkat untuk menyadari kualitas dan juga kepemimpinan hebat dari sosok Rooney, ia menyerahkan ban kapten kepada pemain Inggris itu setelah tiga pertandingan, dengan Steve Bimbaum juga sudah merelakan status itu. Dengan tanggung jawab baru, Rooney bukan terbebani tapi malah semakin on fire. Pemain berusia 32 tahun itu berhasil mencetak gol perdana pada laga debut memakai ban kapten. Tidak tanggung-tanggung, mantan rekannya di Manchester United, Tim Howard, menjadi korban pertamanya di Amerika Serikat. Pada laga itu, DC United menang 2-1 atas Colorado Rapids.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) onOct 15, 2018 at 1:30am PDT

 
 
 
View this post on Instagram

Wayne Rooney memang sudah kesulitan menampilkan performa terbaik di Liga Primer Inggris, tetapi pengalaman dan kematangannya masih sangat menonjol ketika melanjutkan karir di Amerika Serikat. Rooney meninggalkan Manchester United yang ia bela selama 13 tahun pada 2017 untuk pulang ke Everton di mana ia melalui masa remaja hingga menandatangani kontrak profesional pertama. Bersama The Toffees, Rooney menjalani debut EPL secara istimewa dengan mencetak gol tunggal kemenangan atas Stoke City. Selama satu musim 2017/18, ia menyumbang total 11 gol untuk klub dalam 40 pertandingan semua ajang. Bagaimanapun juga, meski Rooney mencatat rekor menjadi pemain kedua setelah Alan Shearer yang berhasil menembus 200 gol EPL, performanya dinilai masih belum memenuhi ekspektasi. Alhasil, baru menjalani satu dari dua tahun kontrak di Goodison Park, ia kembali hengkang, tetapi destinasi berikutnya cukup mengejutkan. Rooney menerima pinangan DC United dan meneken kontrak tiga setengah tahun bersama klub yang saat itu terjerembab di posisi ke-11 atau juru kunci klasemen sementara Eastern Conference Major League Soccer (MLS). Keputusan Rooney ternyata sangat tepat, di Negeri Paman Sam, ia kembali menemukan sentuhan terbaiknya di lapangan hijau dan mampu membawa DC United menembus papan atas. Ia menjalani debut di MLS pada 14 Juli sebagai pemain pengganti pada menit ke-59, namun ia mampu menandai laga perdananya dengan torehan satu assist pada laga yang berakhir 3-1 untuk kemenangan timnya atas Vancouver Whitecaps. Pelatih Ben Olsen hanya perlu waktu singkat untuk menyadari kualitas dan juga kepemimpinan hebat dari sosok Rooney, ia menyerahkan ban kapten kepada pemain Inggris itu setelah tiga pertandingan, dengan Steve Bimbaum juga sudah merelakan status itu. Dengan tanggung jawab baru, Rooney bukan terbebani tapi malah semakin on fire. Pemain berusia 32 tahun itu berhasil mencetak gol perdana pada laga debut memakai ban kapten. Tidak tanggung-tanggung, mantan rekannya di Manchester United, Tim Howard, menjadi korban pertamanya di Amerika Serikat. Pada laga itu, DC United menang 2-1 atas Colorado Rapids.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) onOct 15, 2018 at 1:30am PDT

 

Footer Banner EPL