Rudi Widodo, Solusi Lini Depan Persija Jakarta

Rudi menjadi pahlawan kemenangan Persija atas PS TNI di laga perdana grup 2 Piala Presiden 2017.

Keputusan Persija Jakarta untuk mendatangkan Rudi Widodo pada awal musim ini tampaknya tepat sekali. Pesepakbola berusia 33 tahun tersebut didatangkan Macan Kemayoran setelah kontraknya tak diperpanjang lagi oleh Bhayangkara FC.

Meskipun usianya sudah berkepala tiga, Rudi tetap tampil enerjik. Mantan penggawa Persis Solo tersebut tak kenal lelah dalam mengejar bola dan pergerakannya kerap kali merepotkan barisan pertahanan lawan ketika Persija berhadapan dengan PS TNI pada laga perdana grup 2 Piala Presiden 2017. 

Padahal, pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco tidak menurunkan Rudi sejak menit awal pertandingan dimulai. Namun, kehadirannya pada babak kedua langsung mengubah jalannya laga yang ketika itu sedang dikendalikan PS TNI.

Bahkan, Rudi menjadi pahlawan kemenangan klub asal ibu kota tersebut saat melawan PS TNI di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (5/2) malam WIB. Lewat gol semata wayangnya yang dicetak di masa injury time membuat Persija meraup poin penuh dalam laga itu sekaligus menempel ketat Arema FC di puncak klasemen.

Gol yang dibuat Rudi membuktikan kapasitasnya sebagai seorang penyerang jempolan tetap masih ada. Pasalnya, ketika Persija mendatangkan Rudi banyak pihak yang menilai kalau kemampuannya sudah habis akibat usianya yang tidak muda lagi.

Sebenarnya, kecepatan Rudi beradaptasi bersama Persija tentulah mengejutkan. Sebab, ini merupakan kali pertama ia menggunakan seragam klub asal ibu kota tersebut, setelah sebelumnya malang melintang bersama klub Tanah Air lainnya. 

Rudi mengawali karier sepakbola profesionalnya bersama Persiku Kudus. Tercatat ada 12 klub yang pernah dibelanya selama ini, mulai dari Persijatim Solo, PSS Sleman, Persiter Ternate, Pelita Jaya, Persibo Bojonegoro, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, PSPS Pekanbaru, Persiba Balikpapan, Persikabo Bogor, hingga Bhayangkara FC. 

Namun, setelah melanglang buana ia memutuskan berlabuh ke Persija. Salah satu alasan Rudi berlabuh ke klub yang dipuja The Jakmania karena adanya Bambang Pamungkas.

Kehadiran Rudi juga bisa menjadi salah satu opsi di tengah kebuntuan lini depan Persija. Ini karena ia mempunyai kemampuan yang mumpuni dan pintar dalam menempatkan diri untuk membuka ruang serta memanfaatkan celah kecil buat mencetak gol.

Akan tetapi, untuk mendapatkan tempat utama di Persija tidaklah mudah. Mengingat, klub tersebut mempunyai pemain-pemain depan yang kualitasnya juga sama baiknya.

Oleh karenanya, Rudi harus konsisten dalam menampilkan kemampuannya. Hal tersebut supaya ia bisa mendapatkan kepercayaan pelatih untuk menembus skuat utama dalam setiap pertandingan.

Topics