Saatnya Jurgen Klopp Cuci Gudang?

Banyak yang menuntut Klopp untuk merombak skuatnya di bursa transfer musim dingin, tapi apakah ini saat yang tepat untuk jual-beli bagi Liverpool?

Selamat datang di bursa transfer musim dingin! Ini merupakan periode ketika rumor-rumor transfer bakal beredar secara masif. Banyak pemain berkualitas yang diberitakan segera meninggalkan klub asalnya. Sementara itu, klub-klub yang sedang terpuruk jadi sasaran empuk media dan sepertinya Liverpool menjadi irisan dari kedua fenomena yang biasa tercipta di bursa transfer itu.

Ada beberapa pemain yang diberitakan mendekat ke Liverpool, seolah-olah Jurgen Klopp didesak untuk segera merombak skuatnya dengan pemain-pemain yang “dipromosikan”. Maklum, skuat Reds memang sempat bangkit di awal kedatangan Klopp, tetapi euforia itu hanya datang sesaat. Badai cedera dan tipisnya kualitas pemain mulai terlihat, sementara Klopp terus didesak untuk bergerak di bursa transfer.

Situasi yang mendesak Klopp ini sebenarnya terbilang wajar. Melihat perjalanan karir Klopp di Bundesliga, khususnya bersama Borussia Dortmund, memang perombakan besar-besaran alias cuci gudang bukanlah sesuatu yang asing. Manajer asal Jerman itu juga melakukan cuci gudang di musim pertamanya bersama Dortmund. Tidak tanggung-tanggung, ia menjual enam pemain inti yang rutin bermain sebelum kedatangannya.

Namun apa yang masih patut dipertanyakan adalah urgensi kegiatan cuci gudang itu di Liverpool. Apakah memang sudah waktunya bagi Klopp untuk mencuci gudang, lagi merombak skuat utama Reds agar sesuai keinginannya di bursa transfer musim dingin?

Bagian yang paling sering jadi sasaran kritik belakangan ini sudah tentu lini depan. Liverpool punya sejibun penyerang  sejak musim panas lalu: Daniel Sturridge, Christian Benteke, Danny Ings, dan Divock Origi. Namun sejauh ini hanya Benteke yang paling sering dimainkan oleh Klopp karena ia jadi satu-satunya pemain yang sehat walafiat.

Malangnya lagi, Benteke bukanlah pemain depan yang diharapkan oleh Klopp. Benteke sering salah mengambil posisi dan jarang berlari tepat waktu. Hal ini tentu membuat geram Klopp, terutama setelah Reds kalah 2-0 dari West Ham United. Benteke masih butuh waktu untuk beradaptasi, tetapi sang manajer tak bisa berbuat banyak karena penyerang Belgia tersebut adalah satu-satunya opsi di tengah badai cedera.

Apakah Klopp harus membeli penyerang baru dalam situasi ini? Klopp memberikan jawaban sederhana terkait masalah tersebut: “Kalau kami punya masalah dengan cedera, kami harus menunggu dan melihat siapa yang bakal kembali”.

Lini tengah Liverpool sejatinya tidak memiliki masalah krusial. Satu-satunya masalah mereka sendiri adalah konsistensi. Roberto Firmino dan Philippe Coutinho sebenarnya bermain cukup bagus, tetapi Benteke tidak bergerak sesuai keinginan mereka. Sementara itu Lucas Leiva dan Emre Can terlihat rapuh pekan lalu, tidak seperti permainan mereka beberapa pekan sebelumnya.

Selain itu, Jurgen Klopp membutuhkan winger berkualitas di Anfield. Permainannya sangat bergantung pada kedua sayap dan dua fullback yang mau berlari ke depan dan melakukan tusukan ke kotak penalti. Klopp sudah punya Alberto Moreno dan Nathaniel Clyne, tetapi winger murni yang ia punya hanya Jordon Ibe. Padahal, Klopp punya Lazar Markovic yang malah dipinjamkan ke Fenerbahce oleh Brendan Rodgers. Masalah baru bagi Klopp karena sang winger Serbia harus menunggu hingga akhir musim sebelum bisa kembali. Ada pula Sheyi Ojo yang disebut sebagai winger potensial, namun masih dipinjamkan ke Wolverhampton Wanderers.

Di jantung pertahanan, Liverpool punya Martin Skrtel, Mamadou Sakho, Dejan Lovren, Kolo Toure, dan Joe Gomez. Kelima pemain tersebut punya masalah sendiri-sendiri. Skrtel terlalu agresif, Sakho punya reaksi yang lamban, Toure sudah lewat masanya, Lovren tidak kebal pujian, sementara Gomez punya cedera ACL.  Mungkin Klopp butuh bek baru, tetapi mungkin juga tidak karena kalau Gomez telah kembali persaingan intern bakal meningkat dan bisa meningkatkan kualitas pertahanan.

Melihat semua masalah tersebut, bursa transfer musim dingin ini tidak seharusnya menjadi ajang cuci gudang bagi Klopp. Sang manajer sudah sadar akan hal tersebut dan ia sudah berkali-kali menegaskan pada media untuk sabar menanti. Pada waktunya, pemain yang cedera bakal kembali dan saat itulah baru bisa ditetapkan pemecahan masalah yang harus melibatkan transfer.

Kemubaziran yang sering terjadi di era Rodgers harus dihindari. Caranya tentu saja dengan sabar menunggu mereka yang pergi untuk kembali. Lagipula, Klopp masih butuh waktu untuk belajar di Inggris. Sebelum ke Dortmund dulu, ia sudah belajar tentang Bundesliga bersama Mainz 05. Sekarang tentu saja jadi momen yang tepat bagi Klopp untuk belajar tentang Liga Primer Inggris. Klopp butuh waktu untuk berkenalan dan menentukan pendekatan apa yang bakal ia gunakan di musim depan, sebelum memutuskan untuk belanja pemain.

“Beberapa hal akan berubah pastinya karena saya berbeda dengan manajer lain, tetapi kita tak bisa mengubah dunia dalam satu hari,” ungkap Klopp di konferensi pers perdananya sebagai manajer The Reds. “Namun saya yakin fans Liverpool cukup pintar untuk memahami kalau kami butuh waktu.”

“Saya ingin mengubah banyak hal sesegera mungkin, tetapi sangat penting bagi kita untuk tetap sabar dalam meraih sukses karena inilah satu-satunya jalan,” tandas Klopp.

Liverpool harus sabar, termasuk dalam bursa transfer musim dingin ini. Cuci gudang sedini ini bukan solusi. Kalaupun ada yang harus dibeli, cukup penjaga gawang yang setara atau lebih hebat dari Simon Mignolet. Mengapa? Tanyakan pada mereka yang menyaksikan laga kontra Watford bulan lalu.