Saatnya Liverpool Beli Kiper Baru?

Mignolet tampil buruk kontra Arsenal dan statistik ternyata menunjukkan kalau ia tampil buruk sepanjang musim, membuat Liverpool kehilangan banyak poin. Saatnya ganti kiper, Klopp?

Dini hari tadi (14/1), tersaji pertandingan yang menegangkan antara Liverpool dan Arsenal di Anfield. Kedua klub bergantian mencetak gol, seiring Roberto Firmino dan Olivier Giroud bersinar bagi tim masing-masing. Penutupnya pun tidak biasa, Joe Allen mencetak gol lewat tendangan spektakuler di menit 90 dan mengunci hasil imbang 3-3.

Hasil imbang dengan jumlah enam gol itu tentu menggambarkan betapa dahsyatnya dinamika yang terbentuk di lini tengah dan lini depan. Kreativitas dan eksekusi tidak perlu diragukan lagi, kelas atas. Namun di lain sisi, banyaknya gol juga menggambarkan rapuhnya pertahanan. Terutama kalau melihat penampilan Simon Mignolet selama 90 menit, gambaran pertahanan yang rapuh bakal terlihat jelas.

Penjaga gawang asal Belgia itu kebobolan dua gol yang seharusnya tidak terjadi. Pertama, ia terlambat bereaksi atas tendangan pelan Aaron Ramsey. Kedua, ia salah mengambil posisi ketika Giroud mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut.  Mignolet bahkan hanya melakukan dua penyelamatan dalam laga krusial tersebut, serta nyaris kebobolan lagi karena gagal menangkap bola dengan sempurna.

Buruk, sudah pasti. Adapun menurut isu terkini, ia bakal mendapat perpanjangan kontrak empat setengah tahun di Anfield. Solusi tepat bagi Liverpool? Sepertinya niat itu harus diurungkan dulu, kalau tidak percaya, simak pembahasan statistik di bawah ini.

Nama

Klub

Laga

Kebobolan

Penyelamatan

Save/Gol

Clean Sheet

Cech

Arsenal

21

21

69

3,28

9

Schmeichel

Leicester

20

23

56

2,43

6

Hart

Man City

19

23

43

1,86

9

Lloris

Spurs

20

16

50

3,13

7

Adrian

West Ham

18

20

61

3,05

5

De Gea

Man Utd

17

18

46

2,55

7

Butland

Stoke

21

22

78

3,54

8

Hennessey

Palace

15

13

34

2,61

6

Mignolet

Liverpool

20

24

42

1,75

7

Gomes

Watford

20

21

59

2,81

8

*Statistik diurutkan berdasarkan peringkat klub.

Dari data di atas, mungkin tidak ada salahnya kalau menyebut Mignolet sebagai kiper terburuk dari klub yang menghuni sepuluh besar klasemen Liga Primer Inggris. Statistik pertama yang terlihat tentu saja jumlah penampilan dan jumlah kebobolan. Mignolet mengantongi jumlah kebobolan paling banyak dalam 20 penampilan (24 gol), rata-rata ia kebobolan 1,2 gol per laga, catatan terendah dari sepuluh klub di atas.

Well, kebobolannya Mignolet tentu bukan salah sang penjaga gawang sepenuhnya. Buruknya koordinasi lini belakang maupun blunder bek bisa menjadi penyebab utama terciptanya gol. Namun penjaga gawang sebagai palang pertahanan terakhir tetap bertanggung jawab seandainya bola mengarah ke gawangnya. Dengan kata lain, penjaga gawang wajib melakukan penyelamatan. Sayang, Mignolet pun tidak cukup ahli dalam hal tersebut.

Ketika datang dari Sunderland, Mignolet disebut sebagai salah satu kiper dengan reflek terbaik. Musim ini, statistik justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Mignolet kerap kali gagal menghalau bola dengan refleknya. Hal tersebut terpampang jelas dalam jumlah penyelamatan yang ia lakukan (42) dibandingkan dengan jumlah kebobolan (24). Itu berarti ia hanya melakukan 1,72 penyelamatan per gol dengan persentase penyelamatan sebesar 63,6 persen.

Sekilas jumlah tersebut memang lumayan, tetapi tetap kalau dibandingkan dengan penjaga gawang di klub yang menghuni sepuluh besar, apalagi kalau berniat menembus empat besar, catatan itu tidak cukup. Mignolet bukan kiper yang paling sibuk di Liga Primer. Rata-rata, ia hanya menerima 66 tembakan secara total, paling sedikit dari 10 besar, tetapi ia tetap menjadi kiper paling banyak kebobolan. Bandingkan dengan catatan Jack Butland yang menerima hampir 100 tembakan dan hanya kebobolan 22 kali (78% penyelamatan). Atau dengan Petr Cech yang menerima 90 tembakan secara total, tetapi hanya kebobolan 21 kali (tak heran Arsenal ada di puncak).

Seandainya Mignolet tidak mengalami perkembangan, performa buruknya hanya akan menjadi penghalang bagi laju Liverpool. Hal itu terlihat jelas dalam pertandingan kontra Arsenal dini hari tadi. Segenap tim bermain apik, bahkan duet bek Mamadou Sakho – Kolo Toure sudah memojokkan lawan dalam situasi sulit untuk menembak. Namun Mignolet gagal menghalau tembakan pelan yang diarahkan ke gawangnya. Dua gol yang tercipta itu pun akhirnya membuat The Reds kehilangan poin dua poin – itu belum termasuk blunder kontra West Brom, West Ham, dan masih banyak lagi.

Entah sudah berapa poin yang dijatuhkan Liverpool karena kelengahan Mignolet. Liverpool sebagai satu tim bisa menyulitkan lawan untuk menembak, tetapi justru Mignolet yang gagal melakukan penyelamatan akhir. Ia tidak melakukan banyak penyelamatan. Liverpool boleh saja membeli bek yang lebih bagus, tetapi selama Mignolet tidak membenahi rasa gugupnya, Liverpool bakal terdampar di papan tengah. Jurgen Klopp tentu tak bisa selamanya menutup mata terkait hal ini, apalagi sampai memperpanjang kontrak Mignolet.

Penjaga gawang tidak boleh tergantung pada bek yang mengawalnya. Kalau perlu, singkirkan bek yang menghalangi pandangan. Itulah yang dilakukan Cech, Gianluigi Buffon, dan rentetan kiper kelas atas lainnya. Kiper seharusnya mengomando, menciptakan baris pertahanan yang rapat, bukan sebaliknya.

Beli kiper baru, Klopp?