Sampai Kapan Neraka AC Milan Berakhir?

Kekalahan di kandang sendiri dari Sampdoria mempertegas performa jeblok Rossoneri di paruh kedua Serie A 2016/17.

Ritorno alias paruh kedua musim resmi menjadi neraka bagi AC Milan. Sudah empat kali berlaga (giornata 20, 21, 22, 23), anak asuh Vincenzo Montella itu tidak pernah menang dan justru menelan tiga kekalahan.

Paling gres, gol tunggal penyerang Sampdoria Luis Muriel di San Siro, Minggu (5/2) lalu, menambah dalam luka I Rossoneri. Sebelum dipermalukan Sampdoria, Milan ditahan Torino 2-2 (16/1), kalah 2-1 dari Napoli (21/1), dan dibekap Udinese 1-2 (29/2).

Itu belum termasuk kekalahan 2-1 yang mereka derita dari Juventus di perempat-final Coppa Italia. Dengan demikian, kekalahan 1-0 dari Sampdoria itu menggenapi empat kekalahan beruntun Milan di semua kompetisi.

Jika klasemen Serie A Italia 2016/17 mulai dihitung ritorno, maka tragis nian nasib Milan: Gianluigi Donnarumma cs. menjadi penghuni peringkat 19 klasemen! Catatan itu hanya kalah buruk dari Pescara, tim yang di sepanjang musim ini belum menembus dua digit poin.

Kondisi Milan yang berkubang di zona degradasi bayangan itu tentu kontras dengan perjalanan mereka di andata atau paruh pertama musim. Kala itu, Milan sempat menumbuhkan optimisme bahwa musim ini bakal menjadi musim kebangkitan setelah serangkaian kemerosotan prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Il Diavolo Rosso mampu konsisten di tiga besar dan terus menempel Juventus di puncak klasemen.

Berakhir sudah bulan madu Milan dengan Montella dan mereka kini harus berjuang keras agar tidak terus terperosok. Ambisi lolos ke Liga Champions musim depan mungkin sudah hampir mustahil bagi sebagian besar Milanisti. Milan saat ini terbenam di peringkat delapan, terpaut 11 poin dari Napoli di peringkat tiga.

Yang lebih mengecewakan, Milan seperti jatuh di lubang yang sama seperti musim lalu. Hingga pekan ke-23, Milan asuhan Montella baru mengoleksi 37 poin. Sementara di musim 2015/16, Sinisa Mihajlovic mampu mengoleksi dua poin lebih banyak dan duduk di posisi enam. Milan Mihajlovic bahkan membuka ritorno dengan lebih baik, lewat tiga kemenangan dan sekali kali.

Gianluigi Donnarumma Milan Sampdoria Serie APerolehan poin Milan lebih buruk dari musim lalu.

Kini, tidak ada orang yang lebih pusing di Milanello ketimbang Montella. Hasil-hasil negatif tersebut sempat memicu konflik pelatih-pemain ketika Carlos Bacca menunjukkan reaksi marah ketika ditarik keluar Montella dalam laga kontra Sampdoria. Meski kini perselisihan itu diklaim sudah tuntas, tidak bisa dimungkiri rentetan kekalahan itu telah melukai mental para pemain.

Cedera pemain juga menjadi masalah, sebab Milan baru saja kehilangan gelandang terbaiknya, Giacomo Bonaventura, hingga akhir musim ini setelah harus menjalani operasi paha. Bonaventura menyusul Riccardo Montolivo yang hingga kini belum pulih dari cedera lutut ACL.  

Bagaimana pun, Montella masih punya peluang untuk tidak mengulangi kegagalan Mihajlovic di musim 2015/16. Mantan allenatore Fiorentina itu harus bisa mengembalikan performa Milan di sisa ritorno seperti saat andata. Dimulai dengan laga tandang kontra Bologna pada Kamis (9/2) dini hari WIB.