Sead Kolasinac, Bek Multifungsi Solusi Lini Belakang Arsenal

Pemain berusia 23 tahun itu merupakan salah satu bek kiri terbaik di Bundesliga, ia menolak tawaran dari klub besar Eropa lainnya demi Arsenal.

Pada Selasa (6/6) Arsenal telah resmi mengumumkan rekrutan pertamanya jelang menghadapi musim 2017/18. The Gunners berhasil mendapatkan Sead Kolasinac secara bebas transfer karena kontraknya di Schalke 04 akan berakhir pada 30 Juni 2017.

Bek timnas Bosnia-Herzegovina itu akan resmi bergabung dengan skuat Arsenal Juli mendatang. Kolasinac sepakat menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama The Gunners. Mereka berhasil mengungguli Manchester City, Chelsea, Juventus, AC Milan, dan beberapa klub besar Eropa lainnya yang kabarnya juga tertarik untuk mengamankan jasanya.

Selain memang kontraknya akan segera berakhir, tentu ada hal yang spesial dalam performa Kolasinac sehingga mencuri banyak perhatian klub besar. Pemain berusia 23 tahun itu merupakan salah satu bek kiri terbaik di Bundesliga Jerman 2016/17.

Schalke memang hanya finis di peringkat sepuluh klasemen Bundesliga, namun performa Kolasinac menjadi salah satu yang menonjol di kompetisi teratas Jerman itu.

Kolasinac adalah pemain kelahiran Karlshure Jerman, tapi orangtuanya berasal dari Bosnia-Herzegovina. Ia mengawali karirnya sebagai pesepakbola di tim U-17 Karlshure, ia kemudian hengkang ke tim junior Hoffenheim, dan Stuttgart, sebelum berlabuh di Schalke 04 pada 2011.

Pemain berusia 23 tahun itu kemudian berhasil menembus tim utama dan melakoni debutnya untuk Schalke pada 2012. Ia sempat membela timnas Jerman di level junior namun pada akhirnya memutuskan membela negara kelahiran orangtuanya dan melakoni debut pada 2013.

Kolasinac turut membawa Bosnia-Herzegovina tampil di Piala Dunia 2014 namun langkah mereka terhenti di fase grup. Sejauh ini ia telah tercatat 23 kali tampil untuk timnas negaranya tersebut.

avdija vrsajevic muhamed besic sejad kolasinac bosnia iran 2014 world cup group F 25062014

Perjalan karir Kolasinac sempat terhambat karena mengalami cedera lutut parah pada Agustus 2014 sehingga harus absen selama sekitar tujuh bulan. Tapi setelah itu ia mampu memulihkan kondisinya dan kembali tampil prima dan bahkan lebih baik lagi.

Di usianya yang masih terbilang muda, Kolasinac termasuk pemain yang pintar dalam membaca jalannya pertandingan. Pada musim 2016/17 ia pernah mencatatkan 12 intersep dalam satu laga, tepatnya saat menghadapi Hamburg.

Tidak ada pemain lain di lima liga teratas Eropa yang mampu mencatatkan intersep sebanyak itu dalam satu laga sepanjang musim tersebut.

Di ajang Bundesliga 2016/17 total Kolasinac berhasil melakukan 81 intersep dan menlakukan 69 tekel dengan 52 di antaranya sukses (75 persen).

Melakukan tekel merupakan kekuatan terbesar Kolasinac. Ia memiliki fisik yang kuat untuk berduel dan merebut bola dari lawan. Bek berpostur 186 cm bisa menyulitkan winger lawan lewat kekuatan fisik dan kecepatannya.

Salah satu tekel terbaik yang Kolasinac lakukan pada musim 2016/17 adalah saat bermain di laga derby kontra Dortmund pada April lalu. Pierre-Emerick Aubameyang berhasil mencungkil bola melewati kiper Schalke Ralf Fahrmann, namun Kolasinac dengan cepat melakukan tekel sehingga Christian Pulisic yang sudah berada di mulut gawang gagal mencetak gol. Karena aksi tersebut Schalke berhasil meraih hasil imbang 1-1.

Sead Kolasinac Borussia Dortmund FC Schalke 04 29102016

Selain tangguh dalam bertahan, sepanjang musim 2016/17 Kolasinac juga menunjukkan kemampuannya dalam hal melakukan serangan. Ia mencatatkan lima assist dan tiga gol serta 23 kali menciptakan peluang untuk Schalke di ajang Bundesliga. Pencapaiannya itu menjadi salah satu yang terbaik di antara bek lain yang berlaga di kompetisi tersebut.

Tidak ada bek yang bisa melampaui perolehan assist tersebut. Hanya bek Ingolstadt Markus Suttner yang mampu menyamai catatan assist tersebut. 

Sementara keterlibatan Kolasinac sebagai bek yang mampu berkontribusi dalam menciptakan delapan gol (lima assist, tiga gol) di ajang Bundesliga 2016/17 hanya kalah dari Suttner dan bek Borussia Dortmund Raphael Guerreiro.

Pada awal musim Kolasinac sempat menjadi pemain cadangan. Namun performanya ketika dipercaya tampil kemudian berhasil menggeser posisi pemain pinjaman dari Chelsea Baba Rahman di sisi kiri pertahanan Schalke. Ia kemudian menjadi salah satu pemain paling penting untuk klub asal Gelsenkirchen sepanjang 2016/17.

Kolasinac tidak hanya bisa bermain sebagai bek kiri, ia juga bisa bermain sebagai bek tengah dan gelandang bertahan. Kemampuannya itu bisa bermanfaat besar bagi Arsenal yang kerap mengalami badai cedera di pertengahan musim.

Manajer Arsenal Arsene Wenger telah dipercaya untuk tetap menangani tim. Ia sudah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun lagi untuk bertahan di Emirates Stadium. 

Tak lama setelah mendapatkan kontrak baru tersebut manajer berkebangsaan Prancis itu langsung berhasil mendapatkan tambahan kekuatan pemain berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya transfer. 

Awal yang baik untuk membangun kekuatan baru setelah hanya berhasil finis di peringkat lima Liga Primer Inggris 2016/17 sehingga tidak akan tampil di Liga Champions musim mendatang. Tapi setidaknya mereka sukses menutup musim tersebut dengan kesuksesn meraih trofi Piala FA usai menaklukkan Chelsea di partai final.

Arsenal tidak tampil di Liga Champions, tapi ternyata mereka tetap menarik perhatian pemain berkualitas di luar sana. Kolasinac mengungkapkan ia telah menolak beberapa klub besar Eropa lainnya demi berlabuh di Emirates Stadium. Kabarnya Wenger langsung turun tangan dalam transfer tersebut, sang manajer berbicara secara personal dengan bek timnas Bosnia itu untuk mengajaknya bergabung.

Di Arsenal, Kolasinac bisa menjadi jawaban dari masalah di lini belakang. Jika di sisi kanan pertahanan ada Hector Bellerin yang bisa diandalkan, The Gunners memiliki kekurangan di sisi kiri.

Nacho Monreal (31 tahun) sudah tidak muda lagi dan kerap kesulitan tampil prima selama 90 menit. Kedatangan Kolasinac juga bisa mengancam posisi Kirean Gibbs, yang kontraknya akan berakhir pada Juni 2018.

Dalam beberapa laga sebelum musim 2016/17 berakhir, Wenger menerapkan formasi tiga bek di Arsenal. Ia mengandalkan Skhodran Mustafi, Laurent Koscielny, dan Rob Holding. Kolasinac kemungkinan akan mengisi pos wing-back kiri. Peran tersebut nampaknya bisa cocok dengan gaya permainan Kolasinac yang tangguh dalam bertahan dan juga punya kemampuan dalam membantu serangan.

Tapi faktor adaptasi juga penting bagi Kolasinac. Menarik untuk dinantikan apakah pemain yang sejak awal karirnya sebagai pesepakbola selalu bermain di Jerman itu bisa langsung bersinar pada musim debutnya di Liga Primer Inggris.

Dalam wawancara pertamanya sebagai pemain Arsenal, Kolasinac mengatakan telah mengikuti perkembangan klub barunya itu sejak era sebelumnya.

"Ini terasa sangat baik dan saya puas bisa berada di sini. Arsenal punya tradisi besar dan saya telah mengikuti perjalanan klub ini sejak saya masih kecil, kala itu masih merupakan eranya Jens Lehmann dan Thierry Henry," ujar Kolasinac kepada situs resmi Arsenal.

Pada era tersebut Arsenal terakhir kalinya mampu menjuarai Liga Primer. Lehmann dan Henry bahkan mampu membawa The Gunners keluar sebagai juara tanpa mengalami kekalahan dalam satu musim penuh, mereka menjadi bagian dari skuat legendaris berjuluk The Invincibles.

Kehadiran Kolasinac tentunya diharapkan menjadi langkah awal penting bagi Arsenal untuk membangun kembali skuat yang hebat demi memenuhi tuntutan fans The Gunners dalam hal memenangkan gelar juara Liga Primer yang terakhir kali berhasil mereka raih pada musim 2003/04 itu.