Seberapa Besar Peluang Evan Dimas Bergabung Dengan Llagostera?

Slot pemain asing Llagostera masih kosong, tapi tak banyak pemain Asia yang bisa meraih sukses di Spanyol.

Sejak bulan lalu harapan pecinta sepakbola Indonesia membubung tinggi begitu mengetahui rencana keberangkatan Evan Dimas untuk menjalani trial ke Spanyol. Teka-teki sempat menyelimuti rencana tersebut karena hampir tidak ada yang mengetahui klub tujuan Evan. Barulah Senin (10/8) lalu Evan mengungkap secara pasti melalui akun media sosial miliknya.

UE Llagostera. Klub Divisi Segunda Spanyol ini barangkali sempat melintas di mata atau telinga kita berkat "perseteruannya" dengan Barcelona. Gara-garanya, musim ini Barcelona menggunakan strip jersey horizontal dan Llagostera lebih dahulu memiliki desain serta warna seragam yang identik. Seragam Llagostera dan Barcelona pun menjadi sama persis.

Lalu, kenapa Llagostera atau Spanyol yang menjadi pilihan Evan? Benar, Evan mencari tujuan baru setelah kompetisi dalam negeri Indonesia tidak menentu akibat konflik berkepanjangan. Tetapi bukankah tim J-League atau klub Asia Tenggara lain dapat menjadi bahan pertimbangan? Apalagi sebelumnya Jubilo Iwata sempat disebut-sebut berminat merekrut Evan.

Kabarnya pihak Llagostera telah memiliki ketertarikan karena mengikuti performa Evan dalam beberapa tahun terakhir. Ini memang bukan kali pertama Evan menginjak Spanyol. Nike The Chance dan kemudian pemusatan latihan Indonesia U-19 sudah pernah dijalani di negara yang sama sehingga dianggap dapat mempermudah proses adaptasinya.

Di sisi lain, trial Llagostera dibantu pula oleh hubungan baik seorang pengusaha asal Indonesia yang membantu Evan mendapatkan kesempatan itu. Peluang dari segi bisnis langsung dirasakan Llagostera. Nama klub kota kecil di provinsi Girona itu sontak menjadi trending topic di Indonesia dan otomatis follower mereka di Twitter bertambah. Mereka bahkan menggelar kuis berhadiah jersey yang ditandatangani Evan, padahal sang pemain belum tuntas menyelesaikan proses trial.

Perhatian media lokal mulai terbuka. Akun resmi Twitter La Liga sampai perlu memberikan perhatian khusus terhadap proses trial Evan. Luar biasa.

Pertanyaan yang lebih besar menggelitik rasa penasaran fans sepakbola tanah air. Sebesar apa peluang Evan lolos dari trial dan kemudian disodori kontrak untuk bergabung ke dalam skuat Llagostera?

"Lama trial berbeda-beda dari setiap klub. Bisa hanya beberapa hari atau sepanjang periode pramusim. Persentase pemain yang mendapat kontrak hasil trial tidak lah besar," ujar Luis Herrera, Deputy Editor Goal Spanyol.

"Berdasarkan kemampuan sepakbola dan pengetahuan yang dimiliki tim-tim Spanyol tentang para pemain Asia, kecil kemungkinan seorang pemain dari Asia untuk direkrut."

"Contohnya, Rayo Vallecano baru saja mendatangkan pemain asal Tiongkok dan menjadi pemain Tiongkok pertama di Divisi Primera, tapi itu terjadi karena bagian dari kontrak dengan sponsor utama klub, yaitu sebuah perusahaan asal Tiongkok."

"Ada juga beberapa pemain Jepang yang pernah bermain di La Liga, tapi selain itu saya tidak bisa mengingat contoh lain dari negara sepakbola lain yang lebih kecil."

"Kabar baiknya, seluruh spot pemain asing Llagostera masih tersedia."

Aspek sepakbola sama pentingnya dengan aspek bisnis. Begitu juga kebalikannya. Kedua aspek itu saling mempengaruhi. Mustahil menepikan aspek bisnis dari dalam sepakbola karena sepakbola telah menjelma jadi industri. Dalam menggerakkan sendi-sendi operasional pun klub membutuhkan perencanaan bisnis yang matang.

Harus pula menghitung keseriusan Llagostera dalam mendapatkan Evan yang mengantungi kontrak di Persebaya Surabaya yang berdurasi empat tahun. Perekrutan Evan tentu harus melibatkan kesepakatan kedua klub. Artinya pula, Persebaya memiliki peran dalam menentukan arah karier Evan berikutnya.

Di samping itu, reputasi dan kemampuan sepakbola Evan harus diakui. Memimpin Indonesia U-19 lolos ke Piala Asia dan kemudian menjadi bagian dari skuat tim senior saat mengikuti Kejuaraan AFF tahun lalu adalah resume yang positif. Evan bahkan tercatat selalu mencetak gol di timnas level mana pun, mulai U-19, U-23, hingga senior.

Selain rekor, Evan juga memiliki keterampilan teknik yang jarang terlihat di antara pemain Indonesia lain. Pemain kelahiran Surabaya 20 tahun lalu ini kerap unggul satu-dua langkah di depan lawan karena cepat dalam berpikir. Tendangan first time Evan tiada duanya dan mematikan baik di dalam maupun luar kotak penalti.

Bukan berarti Evan tanpa kelemahan. Berkompetisi di level yang lebih tinggi menuntut stamina dan kebugaran fisik yang bagus pula. Ekspektasi yang terlalu tinggi juga dapat menjadi perangkap yang menghambat kariernya. Evan pasti membutuhkan waktu serta konsentrasi untuk beradaptasi di kompetisi dan lingkungan yang baru.

Lolos trial atau tidak, sebaiknya Spanyol tidak menjadi satu-satunya tujuan persinggahan karier Evan.