Sejarah Hari Ini (1 Agustus): Alles Gute Zum Geburtstag, Bastian Schweinsteiger

Pilar lini tengah Bayern Munich dan Jerman ini genap berusia 30 tahun pada hari ini.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter
Pada 1 Agustus 1984, calon pilar penting Bayern Munich dan tim nasional Jerman, Bastian Schweinsteiger, lahir di Kolbermoor, Jerman Barat.

Schweinsteiger kecil merupakan bocah dengan bakat olahraga besar. Ia menggeluti tak hanya sepakbola, tapi juga balap ski sebelum pada akhirnya fokus menyeriusi cabang yang disebut pertama. Keputusan tepat karena kariernya terbukti menjulang di level klub maupun internasional.

Schweinsteiger pertama kali menimba ilmu sepakbola di FV Oberaudorf dari 1990 hingga 1992, kemudian TSV 1860 Rosenheim (1992–98), sebelum menuju akademi Bayern. Ia hanya membutuhkan waktu empat tahun untuk mendapatkan kesempatan debut di tingkat senior, sebagai pemain pengganti saat menghadapi Lens di ajang Liga Champions, November 2002.

Yang bikin istimewa, sebelum melakoni penampilan perdana tersebut, Schweinsteiger baru mengikuti dua sesi latihan bersama skuat utama, tapi itu sudah cukup untuk membuat pelatih Ottmar Hitzfeld terkesan.

Kekasih Sarah Brandner ini dikenal sebagai pemain multifungsi dan bisa dipasang sebagai sayap atau full-back bila dibutuhkan, dan Schweinsteiger pun tampil sama baiknya saat diinstruksikan mengisi sektor kanan maupun kiri lapangan.

Tetapi ia baru benar-benar menjulang setelah pelatih Louis van Gaal dengan cermat memindahkan posisinya ke lini tengah untuk mendampingi Mark van Bommel pada musim 2009/10. Dengan kemampuannya menjaga, mendistribusikan, serta merebut kembali bola, seiring waktu Basti makin merekah sebagai salah satu gelandang sentral terbaik dunia.

Usai meraih segalanya dengan Bayern pada 2012/13 lewat raihan treble, Basti, yang sempat terus-terusan gagal meraih prestasi bersama Jerman, akhirnya menggapai puncak kejayaan di panggung internasional pada Piala Dunia 2014 lalu.

Meski Mario Gotze mencetak gol penentu dan dinobatkan FIFA sebagai man of the match partai final kontra Argentina, peran Schweinsteiger sangat instrumental dalam kemenangan 1-0 Die Mannschaft lewat masa perpanjangan dengan umpan-umpannya yang mengawali serangan tim maupun aksinya menghentikan alur permainan lawan.

Kini apa yang kurang untuk Schweinsteiger? Well, Euro 2016 di Prancis sudah dalam bidikan.

"Kami akan pergi ke Prancis dan berusaha melakukannya lagi. Kami kini memiliki pengalaman dari apa yang telah kami lakukan di sini dan itu akan membantu kami," tegas sang jenderal lapangan tengah.

Topics