Sejarah Hari Ini (1 Januari): Comeback Khas Manchester United

Manchester United era Sir Alex Ferguson dijuluki sebagai "Tim Spesialis Comeback" dan mereka menunjukkannya ketika membuka tahun baru 2003 silam.

Bagi Anda yang baru menggemari sepakbola dan bukan fans Manchester United, pasti terheran-heran bagaimana mungkin tim seperti United punya basis penggemar yang begitu besar di dunia.

Setidaknya dalam dua musim terakhir United tak pernah bisa meraih gelar bergengsi,tak punya pemain yang punya aura idola tinggi, dan permainannya sangat membosankan.

Namun ketika berbicara The Red Devils pada era sebelumnya, terutama dalam dinasti Sir Alex Ferguson, ketiga hal di atas mampu dibantah dengan mudah. Di masa itu United adalah tim yang bergelimang gelar, punya sosok dengan aura idola tinggi mulai dari Eric Cantona, David Beckham, hingga Cristiano Ronaldo, dan tentunya memiliki gaya bermain yang sedap dipandang plus memacu adrenalin

Faktor terakhir itulah, yang kemungkinan besar jadi alasan utama mengapa United perlahan bisa membentuk basis suporter yang sedemikian besarnya di dunia.

Ya, sebelum periode ini United punya julukan sebagai "Tim Spesialis Comeback". Julukan itu lahir karena anak buah Fergie begitu sering meraih kemenangan di saat-saat terakhir, seakan merka tak mengenal kata "menyerah" sebelum peluiat panjang tanda berakhirnya laga ditiupkan.

Tak Percaya? Contoh paling mudah bisa Anda lihat dari cara United meraih gelar Liga Champions musim 1998/99 lalu. Dua gol yang dicetak Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer di dua menit akhir pertandingan, sukses membalikkan keunggulan 1-0 Bayern Munich.

Dan bertepatan dengan tahun baru 2016 ini, kita akan membahas soal comeback khas yang dilakukan United tepat 13 tahun silam untuk memeriahkan tahun baru 2003.

Kala itu Liga Primer Inggris musim 2002/03 memasuki matchday 22 dan United nyaman memimpin klasemen. Mereka kedatangan tamu yang berada dalam kondisi sebaliknya lantaran berjuang lepas dari zona degradasi, yakni Sunderland.

Menilik laga yang dimainkan di Old Trafford, mudah saja memprediksi Roy Keane cs akan menang mudah atas tim asuhan Howard Wilkinson. Tapi apa yang terpapar di atas lapangan, sungguh bertolak belakang.