Sejarah Hari Ini (10 Juli): Leonardo Tinggalkan Paris Saint-Germain

Dua tahun lalu, PSG kehilangan sosok krusial dalam proyek pembangunan dinasti mereka karena Leonardo, sang direktur olahraga, memutuskan untuk mundur.

Dalam periode transfer seperti saat ini, kepergian dan kedatangan merupakan siklus yang biasa terjadi. Kadang wajah baru yang datang langsung mengundang jutaan ekspektasi, tapi tetap saja mereka yang pergi meninggalkan lubang. Dan kadang kala, lubang tersebut tetap dibiarkan menganga, sebagaimana pernah dirasakan oleh Paris Saint-Germain yang kehilangan Leonardo Araujo.

Leonardo jelas memiliki peran krusial dalam PSG. Bisa dikata, ia merupakan otak dari proyek pembangunan dinasti tangguh PSG di Ligue. Tak tanggung-tanggung, ia turut berperan sebagai negosiator yang bisa mendatangkan nama-nama besar ke Paris. Ia membelanjakan uang Nasser Al-Khelaifi, pemilik klub asal Qatar, dengan cerdas dan bijak.

Pastore & Moura, dua pembelian hebat di era Leonardo.

Juli 2011, Leonardo langsung memboyong nama-nama fantastis di bursa transfer. Salvatore Sirigu, Javier Pastore, dan Thiago Motta merupakan beberapa di antaranya. Les Parisiens pun berhasil mengamankan zona Liga Champions setelah memboyong Carlo Ancelotti di tengah musim. Mereka berada di peringkat kedua Ligue 1, tertinggal tiga poin dari Montpellier.

Semusim setelahnya, PSG berubah menjadi salah satu kekuatan yang ditakuti di Prancis. Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Ezequiel Lavezzi, David Beckham, Marco Verratti, dan Lucas Moura merapat ke Paris. Mereka berhasil menancapkan taringnya di Prancis dan menjuarai Ligue 1, sembari menembus perempat-final Liga Champions, rekor yang sudah lama tidak mampu mereka gapai.

Leonardo turut berperan dalam kedatangan Ancelotti ke Paris.

Adapun kemalangan menimpa Leonardo di tengah proses menuju kejayaan. Baru mengamankan satu gelar, Leonardo sempat terlibat konflik dengan wasit kala PSG ditahan imbang 1-1 oleh Valenciennes di Mei 2012. Asosiasi sepakbola Prancis pun menjatuhkan hukuman sembilan bulan untuknya, tapi karena gagal banding, hukuman Leonardo diperpanjang menjadi 13 bulan.

Hel ini tentu mengganggu keseimbangan PSG, apalagi Carlo Ancelotti telah memutuskan untuk hengkang ke Real Madrid. Posisi Leonardo sebagai kandidat terkuat penerus Don Carletto semakin abu-abu dan nasibnya semakin kabur.

Leonardo akhirnya mengatur segala sesuatunya sehingga Laurent Blanc merapat ke kursi kepelatihan PSG. Setelah itu, ia memilih untuk mundur pada 10 Juli 2012.

Bahkan sebelum hengkang, Leonardo mendatangkan sosok yang berarti bagi PSG.

Buah kerja keras sang mantan sudah mulai terlihat buahnya sekarang. PSG jadi juara bertahan di Prancis, mengamankan treble, dan mulai mencuri perhatian di kancah Eropa. Bintang-bintang yang bersinar pun tak lain merupakan hasil gaetan Leonardo, seperti Zlatan dan Pastore.

Sementara itu, kosongnya jabatan direktur olahraga di PSG menunjukkan, betapa sulitnya menggantikan peran Leonardo di Parc de Princes.

Topics
, PSG,