Sejarah Hari Ini (11 Agustus): Ferenc Puskas Penggawa Anyar Real Madrid

Di usia 31, rata-rata penyerang sudah mulai kehilangan ketajamannya, tapi bukan itu yang terjadi pada Puskás. Ia malah baru memulai legendanya di Madrid pada usia tersebut.

Ketika menginjak kepala tiga, rata-rata penyerang sepakbola modern sudah mulai kehilangan ketajamannya. Selalu ada yang hilang seiring usia menua, entah itu kecepatan, kekuatan, atau bahkan naluri gol. Beberapa nama seperti Fernando Torres, Samuel Eto’o, dan Thierry Henry sudah merasakan hal tersebut. Ketajaman mereka mulai berkurang setelah melewati tiga dasawarsa.

Namun kisah yang bertolak belakang terjadi di zaman dahulu, tepatnya ketika Ferenc Puskás sedang berjaya. Jangankan kepala tiga, sang penyerang bahkan baru memulai karirnya di Real Madrid ketika usianya sudah 31 tahun. Ia menjadi ujung tombak utama Los Blancos dan selama delapan tahun di Madrid, dia mencetak rata-rata 30 gol per musim!

Puskás muda mengawali karirnya di Hongaria, negara asalnya. Ia bermain bagi Budapest Honvéd selama tiga belas tahun dan memboyong lima gelar liga domestik. Kegemilangannya bersama Honvéd memang terhenti di kancah nasional, namun dalam periode 1943-1955, Puskás tak pernah absen menghadirkan kejutan bersana timnas Hongaria.

(Ki-Ka) Raymond Kopa, Hector Rial, Alfredo di Stefano, Ferenc Puskás, Francisco Gento

Ia berhasil membawa timnasnya menjuarai Piala Champions Balkan, Olimpiade, Kejuaraan Eropa Tengah. Performa apiknya pun berhasil membuatnya dianugerahi gelar individu World Player of the Year 1953. Setahun setelahnya, ia kembali tampil memukau karena berhasil membawa Hongaria ke final Piala Dunia, tapi harus bertekuk lutut di hadapan Jerman Barat.

Hongaria mengalami revolusi di Budapest dua tahun setelah final Piala Dunia. Beberapa pemain Honvéd, termasuk Puskás, memutuskan untuk tidak kembali ke negara asalnya. Tindakan ini ternyata menimbulkan sentimen di beberapa pihak dan UEFA akhirnya melarang Puskás bermain sepakbola selama dua tahun.

Setelah hukuman tersebut usai, Puskás tetap tidak mau kembali ke Hongaria dan ternyata Real Madrid jadi destinasi selanjutnya. Raksasa Spanyol itu terkesan dengan ketajaman sang penyerang dan memboyongnya pada 11 Agustus 1958 – sebelumnya Puskás ditolak oleh klub-klub Italia serta Manchester United.

Ferenc Puskás 

 Profil
Nama
Tanggal Lahir
Tempat Lahir
Wafat
Ferenc Puskás
2 April 1927
Budapest, Hongaria
17 November 2006 (79 tahun)
 Statistik Karir
Klub (Pemain)

Tim Nasional

Gelar

- Budapest Honvéd (1943-1956)
- Real Madrid(1958-1966)

- Hongaria

- Liga Hongaria (1949, 1950, 1952, 1954, 1955)
- Liga Spanyol (1961, 1962, 1963, 1964, 1965)
- Copa del Rey (1962)
- Piala Eropa (1959, 1960, 1966)
- Liga Intercontinental (1960)
- Olimpiade (1952)
- Kejuaraan Eropa Tengah (1953)

Ternyata usia dan masa vakum dua tahun tidak menjadi masalah bagi Puskás. Ia beradaptasi dengan cepat di Madrid dan langsung mengklaim posisi penyerang inti. Di musim perdana, ia bahkan mencetak 25 gol dalam 34 penampilan di semua kompetisi.

Namun itu hanyalah awal dari kebangkitan karir Puskás. Sesuai pepatah, tua-tua keladi, makin tua makin menjadi, Puskás malah menggila ketika mendekati kepala empat. Ia mencatatkan 47 gol di musim selanjutnya dan selama 3 musim beruntun, ia mencatatkan lebih dari 40 gol dalam semusim.

Sepanjang masa baktinya di Madrid, ia berhasil memboyong lima gelar Liga Spanyol, satu Copa del Rey, tiga Piala Eropa, dan satu Piala Intercontinental. Adapun di musim terakhirnya memenangkan Piala Eropa, yakni di tahun 1966, Puskás memutuskan untuk pensiun.

Ia mengakhiri karir pemainnya di usia 39 tahun dan mencatatkan 10 gol di musim pamungkas. Setelah itu, ia banting setir ke dunia manajemen dan memimpin beberapa klub, termasuk Panathinaikos yang berhasil ia bawa ke final Piala Eropa 1971.

Topics