Sejarah Hari Ini (11 Mei): Akhir Muram Sven-Goran Eriksson Di Manchester City

Perjalanan Eriksson di City diakhiri dengan kekalahan memalukan dari Middlesbrough. Tak tanggung-tanggung, The Citizens menyerah dengan skor telak 8-1!

OLEH ADHE MAKAYASA Ikuti di twitter
Hari ini, enam tahun lalu, klub kaya raya Manchester City mendapati pelajaran berharga setelah perlawanan mereka ditekuk oleh Middlesbrough dengan skor telak 8-1 di matchday terakhir musim 2007/08.

Bermain di Riverside Stadium markas The Boro, City arahan Sven-Goran Eriksson yang tengah membangun sebuah era baru justru mendapatkan masalah sejak menit awal ketika Richard Dunne diusir wasit karena melanggar Tuncay Sanli. Tak ingin melewatkan peluang tersebut, Stewart Downing yang maju sebagai algojo lantas sukses membobol gawang Andreas Isaksson di menit ke-16.

Sebelum babak pertama usai, tim tuan rumah berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0 berkat kreasi Alfonso Alves, yang mencetak gol di menit ke-37 dan membuat City semakin tertekan.

Memasuki 45 menit kedua, pasukan Gareth Southgate justru semakin menggila di mana Downing dan Alves mencetak gol keduanya di menit ke-58 dan 60 untuk mengubah skor menjadi 4-0.

Tertinggal, Eriksson justru mengganti striker Darius Vassell untuk memberi kesempatan buat Dietmar Hamann, yang sejatinya adalah gelandang. Di kubu tuan rumah, mereka memasukkan Jeremie Aliadiere dan Adam Johnson untuk Julio Arca dan Tuncay Sanli di menit ke-62.

Strategi pergantian yang diterapkan oleh Southgate tersebut terbukti jitu lantaran Johnson membuat timnya semakin menjauh dengan keunggulan lima gol tepat delapan menit setelah menjejakkan kakinya di lapangan. Dan setelah gol tersebut, Eriksson melakukan pergantian pemain dengan menurunkan Elano Blumer untuk Martin Petrov.

Di pertandingan itu, Fabio Rochemback dan Aliadiere juga tak ketinggalan untuk berselebrasi sebagaimana gawang Isaksson yang kembali bobol di menit ke-80 dan 85.

Saat putus asa melanda, Elano lantas memberikan sebuah gol hiburan dengan lesakannya di menit ke-87. Akan tetapi, tiga menit kemudian Alves menutup pesta tuan rumah dengan gol ketiganya untuk mengubah papan skor menjadi 8-1.

Setelah duel tersebut, Southagte pun merasa senang dengan kemenangan timnya, dan berkata: “Itu adalah performa hebat untuk mengucapkan salam perpisahan kepada fans kami.

“Situasi yang melanda City mungkin membuat mereka kesulitan dan mereka memiliki tugas berat sejak Richard Dunne dikeluarkan. Dunne sendiri tidak bermaksud untuk melanggar Tuncay, namun saya merasa bahwa wasit tidak memiliki banyak pilihan selain mengeluarkannya.”

Di pihak lain, Eriksson mengaku kecewa setelah dipermalukan dengan skor telak, dan berkata: “Sungguh sulit diterima ketika Anda kalah. Namun, ketika Anda kalah seperti ini, memalukan.

“Untuk kebobolan penalti dan dikeluarkannya Richard Dunne adalah awalan buruk, namun kami masih dalam permainan sampai skor berubah menjadi 3-0. Setelah itu, kami tidak memiliki mental [untuk bermain]. Kami bahkan tidak ada di lapangan,” imbuhnya.

Pertandingan tersebut menjadi partai terakhir Eriksson di City, sebuah tim yang ia tangani selama semusim, sebelum akhirnya dipecat jelang musim panas 2008.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics