Sejarah Hari Ini (12 April): Semi-Final Beruntun Chelsea Di Liga Champions

Tepat satu dekade silam, Jose Mourinho yang menjalani musim debutnya di Stamford Bridge mampu memimpin Chelsea kembali menembus semi-final Liga Champions.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Uang memang bukan segalanya, namun tanpa uang segalanya akan terasa sulit. Tanyakan saja kepada Chelsea yang nasibnya langsung berubah 180 derajat ketika fulus Rusia berwujud Roman Abramovich mengambil alih kendali klub pada 2003 silam.

The Blues, yang di musim-musim sebelumnya kesulitan menembus Liga Champions, bahkan langsung mencapai semi-final turnamen elite antarklub Eropa itu dalam dua musim secara beruntun sejak sang taipan minyak memulai tradisi membeli banyak pemain bintang.
Hari ini, 12 April, persis memperingati satu dekade Chelsea berhasil menembus semi-final untuk kali kedua berturut-turut itu. Momen tersebut terjadi di Olympiastadion Munich, markas Bayern Munich sebelum Allianz Arena, ketika sang tuan rumah menjamu Chelsea dalam leg kedua perempat-final Liga Champions 2004/05.
Jose Mourinho, yang musim sebelumnya secara mengejutkan sukses mengantar Porto menjuarai Liga Champions, membawa skuat terbaiknya ke Jerman dengan kepercayaan diri tinggi. Pasalnya, John Terry dkk. punya tabungan skor 4-2 di leg pertama di Stamford Bridge, sepekan sebelumnya.
Chelsea yang bermain lepas mampu membuat Bayern geregetan di babak pertama ketika tembakan luar kotak penalti Frank Lampard berhasil menembus jala Oliver Kahn dengan sedikit bantuan defleksi dari Lucio.
Bayern baru bisa menyamakan skor di menit 65 lewat sontekan Claudio Pizarro, namun tim tamu semakin di atas angin berkat tandukan Didier Drogba menyambut umpan silang Joe Cole sepuluh menit menjelang bubaran.
Pada akhirnya, Bayern sudah terlambat untuk bangkit meski mampu menutup laga dengan kemenangan 3-2 setelah Paulo Guerrero dan Mehmet Scholl mencetak gol kilat di penghujung laga. Raksasa Bundesliga Jerman itu tetap harus gigit jari mengingat Chelsea unggul tipis 6-5 secara agregat. Ya, Chelsea melaju ke semi-final!
Sayang, ambisi Mourinho untuk menjadi pelatih pertama yang memenangkan Liga Champions dua kali beruntun dengan dua klub yang berbeda terpaksa pupus di semi-final. Liverpool terbukti terlalu tangguh bagi Chelsea sebelum armada Rafa Benitez itu menggapai takdir terindah di Istanbul.
Ketersingkiran ini sekaligus mengulangi pencapaian sebelumnya di Liga Champions 2003/04 di mana Chelsea besutan Claudio Ranieri terpaksa didepak AS Monaco, juga di babak semi-final. Beruntung, Chelsea mengobati kekecewaan di Eropa itu dengan menyabet double di kompetisi domestik di musim 2004/05, yakni Liga Primer Inggris dan Piala Liga. Musim debut yang cukup baik bagi Mourinho.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.