Sejarah Hari Ini (12 Mei): Atletico Madrid Kampiun Di Kompetisi Wajah Baru Liga Europa, 2010

Cetak dua gol ke gawang Fulham, Diego Forlan jadi man of the match.

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitter
Atletico Madrid vs. Fulham, duel final perdana Liga Europa yang dahulunya dikenal dengan kompetisi Piala UEFA.

Pada saat ini Los Colchoneros masih dibesut pelatih Quique Flores, sementara The Cottagers dipoles arsitek yang pernah memoles raksasa Serie A Italia FC Internazionale, Roy Hodgson. Duel kedua tim dimainkan di HSH Nordbank Arena, Hamburg pada 12 Mei 2010.

Nama tenar seperti David de Gea, Simao, Diego Forlan dan Sergio Aguero saat itu masih mengenakan kostum Los Rojiblancos sementara di kubu Fulham Damien Duff, Paul Konchesky, Danny Murphy dan Bobby Zamora jadi andalan.

Atletico melaju ke partai final usai menekuk Liverpool sementara Fulham sukses mengubur ambisi Hamburg tampil di final dan berpesta juara di markas sendiri.

Sergio Asenjo merupakan satu-satunya pemain inti yang tidak bisa diturunkan Atletico karena kondisi fisiknya dinilai tidak fit sementara Fulham dihajar kekhawatiran cedera pemain top seperti Bobby Zamora dan winger Damien Duff.

Atletico lebih mendominasi pertandingan, mereka bahkan nyaris unggul pada menit 12 melalui Sergio Aguero yang memburu backpass Danny Murphy dan menyodorkan pada Diego Forlan. Hanya tiang gawang yang sanggup mencegah terciptanya gol.

Tekanan bertubi-tubi Colchoneros akhirnya berbuah hasil pada menit 32 melalui Forlan namun keunggulan ini hanya bertahan lima menit karena bisa balas Simon Davies dan skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal habis.

Di babak tambahan waktu, kembali Atletico menguasai situasi. Forlan dan Aguero berulangkali membuang kesempatan mencetak gol dan ketika laga tinggal menyisakan empat menit menuju adu penalti, bencana menghampiri tim perwakilan Inggris.

Aguero dengan kecepatannya sukses mengecoh bek Fulham Aaron Hughes dan dengan tenang mengirimkan umpan silang yang langsung disambar Forlan untuk menggetarkan gawang, 2-1 kedudukan berubah yang hingga bubaran pertandingan. Berkat dua gol yang dicetaknya, penyerang Uruguay menyabet predikat man of the match.

Gelar ini merupakan gelar kompetisi top Eropa perdana bagi Atletico sejak menjuarai Piala Winners 1961/62. Tidak mengherankan ketika mereka pulang ke Madrid, puluhan ribu fans tumpah ruah ke jalanan kota menyambut kedatangan para pahlawan sekaligus berpesta merayakan kemenangan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics