Sejarah Hari Ini (13 Agustus): Si Anak Nakal Tiba Di Inggris

Persis lima tahun yang lalu, Mario Balotelli mengikuti jejak Roberto Mancini untuk meninggalkan Internazionale demi bergabung ke klub kaya baru Inggris.

Layu sebelum berkembang. Ungkapan tersebut teramat pas untuk mengilustrasikan karier Mario Balotelli belakangan ini. Digadang-gadang sebagai calon bintang sepakbola Italia, Balotelli saat ini seperti sudah melewati masa kejayaan di usianya yang masih 25 tahun.

Kariernya terus merosot dalam satu tahun terakhir bersama Liverpool dan di musim panas ini ia sudah berada di ambang pintu keluar Anfield setelah tak masuk dalam rencana Brendan Rodgers di musim 2015/16. Adanya minat dari Lupa Castelli Romania, klub kasta ketiga Italia, semakin menambah pilu perjalanan karier sang bomber berdarah Ghana ini.

Kejatuhan Balotelli ini memang sukar dilepaskan dari sikap tidak profesional yang ia lakukan, baik di dalam maupun luar lapangan. “Dia cuma ingin menjadi selebriti,” begitu kata Paolo Di Canio baru-baru ini. Dalam sepakbola, modal bakat saja tidak lantas membuat seorang pemain menjadi bintang. Justru kerja keras dan dedikasi tinggi yang lebih dihargai dan lebih berperan dalam membentuk kesuksesan. Balotelli merasakan hal itu sendiri.

Namun, karier Balo yang menukik tajam tersebut seperti sudah dapat diprediksi lima tahun sebelumnya. Hari ini (13/8), tepat lima tahun yang lalu, Balotelli resmi ditransfer ke Manchester City dari Internazionale. City tentu menyadari bahwa mereka sedang berjudi dengan mendatangkan Balotelli yang sudah memiliki status “Si Anak Nakal” di Italia.

Di musim sebelumnya, musim di mana Inter merengkuh treble, Balotelli sempat berkonflik dengan Jose Mourinho dan membuat fans Nerazzurri meradang karena ia kedapatan mengenakan jersey AC Milan. Tingkah lakunya tersebut kontras dengan performanya yang cukup menjanjikan lewat torehan 28 gol dari 86 laga bersama Inter.

Beruntung, ketika tiba di City, Balotelli dipandu oleh Roberto Mancini, mantan pelatihnya di Inter yang sudah terlebih dulu tiba di Etihad Stadium. “Saya rasa, Mario adalah salah satu pemain muda terbaik di Eropa. Saya sangat bahagia bisa bertemu lagi dengannya. Dia akan cocok dengan gaya bermain Liga Primer. Dia masih muda, kuat, dan menjanjikan. Fans City akan menikmatinya,” tutur Mancini dalam perkenalan pertama Balotelli.

Balotelli, yang saat itu berusia 20 tahun, dibeli City dengan banderol £24 juta dan dikontrak selama lima tahun. Ia menjadi bagian dari revolusi sang pemilik anyar City, Sheikh Mansour, yang pada musim panas itu juga mendatangkan sejumlah pemain seperti Jerome Boateng, David Silva, Yaya Toure and Aleksandar Kolarov, James Milner, dan Edin Dzeko dengan total biaya nyaris mencapai £150 juta.

Karier baru Super Mario di Inggris berjalan cukup memuaskan. Kemenangan di Piala FA 2011 yang menjadi trofi pertama City dalam 35 tahun terakhir, momen “Why Always Me?” saat menghajar Manchester United 6-1 di Old Trafford, assist krusial kepada Sergio Aguero yang menentukan The Citizens juara secara dramatis di penghujung musim 2011/12, hingga performa impresif di Euro 2012 bersama Italia. Semuanya itu adalah beberapa momen mengesankan Balotelli yang terjadi dalam dua tahun pertamanya di Etihad.

Sayang, serangkaian kasus indisipliner yang berpuncak pada perkelahiannya dengan Mancini saat sesi latihan membuat karier Balo di Etihad mencapai babak akhir. Ia pun dipinjamkan ke AC Milan pada Januari 2013 sebelum dipermanenkan di San Siro. Selama berseragam City, Balo sukses menggelontorkan 30 gol dari 80 laga.

Di musim panas 2014, Balo kembali lagi ke Inggris dengan bergabung ke Liverpool yang seperti diketahui tidak berjalan sesuai ekspektasi. Hingga hari ulang tahunnya yang ke-25 pada Rabu (12/8) kemarin, masa depan Super Mario masih berada dalam tanda tanya besar.