Sejarah Hari Ini (13 Januari): Rivaldo Merantau Ke Angola

Seusai berpisah dengan Sao Paulo, eks bintang Barcelona dan AC Milan ini memutuskan untuk menjajaki Liga Angola bersama Kabuscorp.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter
Angola bukanlah destinasi yang umum untuk pesepakbola top, sekalipun untuk mereka yang telah berada di pengujung karier.

Namun, ke sanalah Rivaldo Vítor Borba Ferreira, jawara Piala Dunia 2002 bersama tim nasional Brasil, merantau tiga tahun silam. Tepat pada 13 Januari 2012, eks bintang Barcelona dan AC Milan itu menandatangani kontrak setahun dengan Kabuscorp, klub yang berkiprah di Girabola, sebutan untuk liga kasta teratas Angola.

Walau berstatus pemain veteran -- saat itu ia tinggal tiga bulan lagi menuju usia 40 tahun -- dan telah lama meninggalkan ingar-bingar sepakbola Eropa, langkah Rivaldo ini tetap mengejutkan. Tetapi ini bukan yang pertama karena sebelumnya ia juga sempat menjajal Liga Uzbekistan bersama Bunyodkor dari 2008 hingga 2010.

Rivaldo saat menjuarai Piala Dunia 2002 di Jepang & Korea Selatan

Rivaldo, yang pernah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA 1999 mengungguli David Beckham, ketika itu berstatus tanpa klub usai berpisah dengan Sao Paulo dan merasa Kabuscorp merupakan pilihan tepat untuk melanjutkan kariernya.

"Saya memutuskan kontrak saya dengan Sao Paulo dan saya merasa memiliki kemampuan untuk terus bermain," ujarnya kala itu dikutip A Bola.

"Saya menerima tawaran dari beberapa negara, tapi saya memilih Angola karena bahasanya [Portugis] dan karena saya menyukai proyek ini."

"Saya telah menjadi juara di semua negara tempat saya bermain, saya selalu memberikan yang terbaik untuk setiap klub yang saya bela, jadi saya percaya diri."

"Saya yakin bahwa saya akan bahagia di Kabuscorp dan di Angola."

Rivaldo tak asal bicara. Ia gagal mempersembahkan silverware untuk Kabuscorp, tapi terbukti masih bertaji dengan menyumbangkan 11 gol dalam 21 penampilan liga selama setahun periodenya di klub.

Setelahnya, pemain kidal ini pulang kampung ke Brasil untuk memperkuat Sao Caetano, lalu Mogi Mirim, sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada Maret tahun lalu.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics