Sejarah Hari Ini (13 Juni): Ledakan Tim Dinamit

Denmark yang dijuluki tim Dinamit benar-benar meledak kala menghempaskan Jerman Barat di Piala Dunia 1986.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Piala Dunia 1986 di Meksiko selalu memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta sepakbola. Selain tercatat sebagai salah satu pagelaran tersukses sepanjang sejarah FIFA, banyak momen fenomenal hingga kontroversial yang hadir sebagai warna menarik turnamen.

Publik tentu tak bisa lupa dengan sepasang momen sensasional yang dihadirkan bintang Argentina, Diego Armando Maradona. Ya, apa lagi jika bukan "Gol Tangan Tuhan" yang kemudian "disucikan" melalui gol luar biasa dengan manuver individu melewati lima pemain Inggris.

Tak berhenti pada tingkah polah El Diego saja, karena Piala Dunia 1986 juga diwarnai berbagai kejutan dari tim non unggulan.

Salah satunya adalah Denmark. Dijuluki sebagai Tim Dinamit, mereka seakan benar-benar meledak di babak fase grup turnamen ketika itu.

Tergabung bersama Uruguay, Skotlandia, dan Jerman Barat, Denmark secara tak terduga sanggup keluar sebagai juara grup dengan poin sempurna!

Diawali lewat kesuksesan menundukkan Skotlandia 1-0 di laga perdana, Michael Laudrup cs memastikan kelolosan dengan membantai Uruguay lewat skor telak 6-1.

Meski tak lagi menentukan, tantangan terbesar meraka kemudian hadir pada 13 Juni 1986, kala melakoni partai pamungkas grup menghadapi juara dunia dua kali, Jerman Barat.

Tanpa diduga, Denmark justru tampil kesetanan menghadapi tim yang diisi deretan bintang macam Andreas Brehme, Lothar Mattheus, hingga Rudi Voller.

Hasilnya bahkan langsung kentara dua menit jelang babak pertama usai. Penetrasi Morten Olsen dari sisi kiri pertahanan Der Panzer, membuat Wolfgang Rolff terpaksa menjatuhkannya di kotak penalti.

Jesper Olsen yang dipercaya sebagai eksekutor kemudian melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Melesat ke sisi kiri, tebakan Toni Schumacer sudah tepat, namun bola meluncur lebih cepat.

Pemandangan tak jauh beda tersaji di paruh penentuan. Sekalipun tim asuhan Franz Beckenbauer menurunkan Karl-Heinz Rummenigge untuk menambah daya gedor. Denmark tetap lebih perkasa.

Segalanya makin sempurna tatkala pemain pengganti, John Eriksen, sukses menggandakan keunggulan di menit ke-62. Berawal dari pergerakan Preben Elkjaer-Larsen, umpan matang Frank Arnesen, berhasil dikonversi dengan sempurna oleh Eriksen. Kedudukan 2-0 untuk Denmark jadi hasil final duel bersejarah tersebut.

Denmark akhirnya lolos sebagai juara Grup F, sementara Jerbar mendampinginya sebagai runner-up. Sayang, nasib sial tak dapat ditolak karena pada babak 16 besar tim asuhan Sepp Piontek langsung terkapar tak berdaya di kaki Spanyol, lewat kekalahan besar 5-1.

Sementara Jerbar? Mereka menasbihkan diri sebagai tim spesialis turnamen karena berhasil mencapai partai final melalui perjalanan yang terseok. Sayangnya Nationalmannschaf gagal meraih gelar juara akibat kekalahan dramatis 3-2 dari Argentina, dengan Diego Maradona-nya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics