Sejarah Hari Ini (13 Mei): Akhir Super Dramatis Liga Primer Inggris

Mari menapaktilasi momen paling dramatis di Liga Primer Inggris yang membuat barisan pendukung Manchester United sakit hati.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter

Minggu (10/5) kemarin, Sergio Aguero baru saja tampil luar biasa dengan melepaskan hat-trick menawan dalam kemenangan 6-0 atas Queens Park Rangers di Etihad Stadium.

Kendati gelar Liga Primer Inggris musim ini sudah terlepas ke tangan Chelsea, namun bagi sebagian besar fans Manchester City, kemenangan kontra QPR tersebut seakan memanggil kembali arwah kejayaan mereka tiga tahun lalu.

Ya, di tempat yang sama menghadapi lawan yang sama, City, yang ketika itu masih dilatih Roberto Mancini, pernah menciptakan sebuah akhir musim paling dramatis sepanjang sejarah Liga Primer. Terjadi pada 13 Mei 2012 dalam pekan ke-38 EPL musim 2011/12.

Sebelum kick-off, City duduk di puncak klasemen, namun hanya unggul selisih gol dari rival sekota Manchester United yang menguntit persis di bawahnya. Artinya, penentuan juara harus ditentukan di pekan terakhir, ketika City menjamu QPR di Etihad, sementara di saat bersamaan United melawat ke markas Sunderland.

Jantung fans City mulai berdegup cepat ketika Wayne Rooney membawa United unggul di Stadium of Light lewat golnya di menit 20. Untungnya, Pablo Zabaleta membawa City kembali naik ke puncak klasemen lewat golnya menjelang babak pertama usai.

Akan tetapi, usai turun minum, segalanya menjadi kacau bagi tuan rumah. Djibril Cisse menyamakan skor menjadi 1-1 saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Bahkan, ketika QPR harus bermain dengan sepuluh pemain pasca diusirnya Joey Barton di menit 54, gawang Joe Hart kembali jebol di menit 66.

Adalah gol dari Jamie Mackie yang membuat armada Harry Redknapp, yang sedang berjuang menghindari degradasi, secara mengejutkan memimpin 2-1. Hingga menit 90, United sudah menuntaskan pertandingan di Sunderland dengan kemenangan 1-0 sehingga satu tangan Setan Merah sudah menyentuh trofi Liga Primer.

Beruntung, gol tandukan jarak dekat Edin Dzeko di menit 92 memperpanjang napas City. Skor kembali imbang dan City tinggal butuh satu gol lagi untuk membuat impian mereka menjadi kenyataan. Doa mereka terkabul.

Dengan waktu tambahan empat menit tersisa beberapa detik lagi, seluruh pemain City menyerang untuk mengkreasikan peluang terakhir. Mario Balotelli mampu menyodorkan umpan kepada Aguero yang berlari ke kotak penalti. Dan ketika seisi dunia sejenak menahan napas, striker Argentina itu mampu menarik pelatuknya. Gol!

Bak kesetanan, Aguero mencopot jersey sambil memutar-mutarkannya ke udara untuk memulai pesta penuh kegilaan di Manchester. City menang 3-2 dan dipastikan menjadi kampiun Inggris setelah unggul selisih gol di pucuk klasemen dari United.

"Gelar ini untuk para suporter, mereka layak mendapatkannya. Sepakbola sungguh luar biasa. Saya belum pernah melihat hari terakhir seperti ini. Kami layak menjuarai liga. Ini adalah musim yang gila!" seru Mancini kepada Sky Sports seusai laga.

Itu adalah gelar liga pertama City dalam 44 tahun terakhir sejak terakhir kali meraihnya pada 1968. Sementara United besutan Sir Alex Ferguson terpaksa gigit jari setelah secara sangat menyakitkan melepas gelar kepada sang rival sengit di detik terakhir.

addCustomPlayer('t15atpus7ys1f9p2w3om019e', '', '', 620, 540, 'perft15atpus7ys1f9p2w3om019e', 'eplayer4', {age:1426475269510});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.