Sejarah Hari Ini (13 Mei): Juventus Selesaikan Musim Tak Terkalahkan

Tepat dua tahun lalu, Juventus secara luar biasa berhasil menyelesaikan musim tak terkalahkan di Italia Serie A!

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Italia Serie A 2011/12 disambut Juventus dengan energi baru. Mereka tidak ingin mimpi buruk selama dua musim sebelumnya kembali terulang. Benar, secara tragis Si Nyonya Tua sang pengoleksi gelar terbanyak di Serie A harus terpuruk di peringkat tujuh klasemen, pada musim 2009/10 dan 2010/11.

Perombakan cukup besar pun dilakukan untuk mulai membangun dinasti kekuatan. Stadion baru, Juventus Stadium, diresmikan untuk digunakan setelah lima tahun masa pembangunan. Pavel Nedved dimasukkan dalam jajaran direktur klub, untuk menyokong pembelian berkualitas. Antonio Conte mantan kapten tim dipilih jadi pelatih, menggantikan Luigi Del Neri. Terakhir, The Silent Leader, Andrea Pirlo, diboyong secara cuma-cuma serta beberapa pemain krusial lainnya.

Sungguh menjanjikan, era baru La Vecchia Signora pun dimulai!

Tuah Juventus Stadium langusng terasa di musim perdana pemakaian

Italia Serie A memang sempat ditunda di pekan perdana akibat boikot asosiasi pesepakbola Italia. Namun hal itu sama sekali tak melenyapkan momentum gemilang debut Juve di stadion anyar mereka, J Stadium.

Hasilnya? Sempurna! Parma yang jadi tamu perdana dibabat habis lewat skor 4-1, melalui gol-gol Stephan Lichtsteiner, Simone Pepe, Arturo Vidal, dan gol memorable Claudio Marchisio. Sementara pemain pinjaman mereka untuk Il Gialloblu, Sebastian Giovinco, jadi satu-satunya pencetak gol tim tamu melalui titik putih.

Kiprah selanjutnya sungguh mengesankan, karena hingga paruh musim Juve sukses meraih enam kemenangan dengan hanya tiga hasil seri, dalam sembilan partai yang digelar.

Kehadiran Andrea Pirlo secara gratis berarti krusial

Kegemilangan Juve tak lepas dari pengaruh kehadiran Antonio Conte di pinggir lapangan. Mentalitas tim dibangun dari titik nol dan perlahan terus menebal seiring berjalannya waktu.

Secara taktikal, transisi jadi penghubung kesepahaman Conte dengan komposisi tim yang dimilikinya. Alih-alih menggunakan formasi 4-2-4 dengan mengandalkan Milos Krasic di sayap, pelatih yang kini berusia 43 tahun itu mentransformasikannya menjadi 4-4-2, 4-4-1-1, hingga mantap dengan 3-5-2!

Satu skema lawas yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga jadi pujaan klub-klub Italia lainnya. Namun tak ada yang sebaik Juve dalam melakoninya, karena tim lain tak memiliki jangkar sekelas Andrea Pirlo! Perannya begitu krusial dan tergambar jelas lewat tiga gol dan 14 assistnya di sepanjang musim.

Lini belakang Juve jadi kunci keberhasilan dengan 21 clean sheet sepanjang musim

Secara menakjubkan dan tak terduga, Juve yang tak jadi unggulan musim itu kemudian tampil sebagai Campione d'Inverno. Mereka menang di sepuluh laga dan imbang delapan kali dari 18 duel putaran pertama. Media Italia mulai mengangkat wacana musim tak terkalahkan bagi Sang Kekasih Italia.

Sorotan tajam atas torehan tersebut kemudian mengarah pada tembok pertahanan Juve. Agak mengherankan saat itu, karena Tim Hitam-Putih hanya memainkan tiga bek sejajar di depan kiper. Namun trio Andrea Barzagli - Leonardo Bonucci - Giorgio Chiellini mampu menjawab keraguan lewat paparan statistik.

Mereka hanya kebobolan 13 gol di putaran pertama dengan sembilan clean sheet. Segalanya semakin menjadi di putaran kedua karena gawang Gigi Buffon hanya kemasukan tujuh gol saja! Di akhir musim rekor 21 clean sheet bahkan berhasil dibukukan!

Juventus mengakhiri musim tak terkalahkan dengan gelar scudetto ke-30 di atas lapangan

Sempat bergejolak akibat hasil imbang di giornata 25 hingga 27 dan kontroversi gol Sulley Ali Muntari tatkala Juve bermain imbang dengan rivalnya, Milan, lewat skor 1-1. Claudio Marchisio cs lantas bangkit di giornata 28 lewat delapan kemenangan beruntun!

Pada akhirnya kemenangan meyakinkan 2-0 di markas Cagliari pada giornata 37, memastikan gelar scudetto ke-30 Juve di atas lapangan. Hal itu terjadi karena di saat bersamaan Rossonerri yang sebelumnya hanya tertinggal satu poin di pos kedua, kalah 4-2 dalam Derby Della Madonnina.

Segalanya semakin jelas pada 13 Mei 2012 di giornata pamungkas. Mereka memastikan diri keluar sebagai juara Serie A 2011/12 tanpa pernah mengecap kekalahan sekalipun, setelah menghempaskan Atalanta 3-1!

Jika diakumulasikan pada musim sebelumnya, maka Juve tak pernah kalah dalam 39 laga beruntun di Serie A. Di ranah Italia, rekor dalam satu musim sebelumnya di pegang oleh Perugia dengan 30 laga tak terkalahkan (musim 1978/79) dan Milan lewat 34 bentrok tanpa pernah kalah (musim 1991/92).

Mereka kemudian melanjutkan rekor di sepuluh giornata pertama Italia Serie A 2012/13, menjadi 49 partai hingga akhirnya terhenti oleh FC Internazionale di markas sendiri.

Italia Serie A 2011/12 sekaligus jadi musim terakhir Alessandro Del Piero di Juventus

Namun kebanggaan akan rengkuhan scudetto pertama dalam enam musim terakhir, sekaligus raihan bintang tiga untuk 30 gelar tanpa pernah terkalahkan, harus diakhiri dengan momen perpisahan yang amat emosional

Ikon klub selama dua dekade terakhir, Alessandro Del Piero, akhirnya berpisah dengan Juventus dan hijrah ke Australia. Ia menyelesaikan 705 penampilan dengan torehan 290 gol. Catatan itu beserta deretan gelar yang sudah ia persembahkan, menjadikan Il Pinturicchio sebagai legenda terbesar klub.

Ya, selalu ada setitik kesedihan dalam segumpal kebahagiaan.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics