Sejarah Hari Ini (14 Februari): Pensiunnya Ronaldo "Sang Fenomena"

Seiring dengan berbagai cedera serius yang dialaminya, Ronaldo "sang fenomana" akhirnya mengakiri romantisme 18 tahun karier sepakbolanya, lima tahun yang lalu.

Skill, olah bola, gocekan, dribel dan gerak tipu dayanya yang khas, membuat publik mengenalnya sebagai sosok striker paling menakutkan di masanya. Siapa yang tak kenal dengan Ronaldo? Ya, dialah Ronaldo Lui Nazario de Lima, mantan pemain terbaik dunia yang masyhur dengan julukan "Sang Fenomena".

Setelah melalui serangkaian karier luar biasa di berbagai klub di lintas negara selama 18 tahun seperti PSV Eindhoven, Barcelona, FC Internazionale, Real Madrid dan AC Milan, sang fenomena akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu, tepat hari ini lima tahun silam, dengan Corinthians menjadi klub terakhir yang dibelanya.

Sebagaimana diketahui, meski bergelimang prestasi selama berkarier profesional, Ronaldo pun tidak lepas dari berbagai catatan medis perihal cedera serius. Terakhir, dia mengidap hipotiroidisme yang memaksa pria 39 tahun tersebut mau tidak mau gantung sepatuh lebih dini.

Petaka cedera mulai menghantui karier Ronaldo ketika dia membela FC Internazionale di periode 1997 hingga 2002. Selama berkancah di sana, Ronaldo kerap kali keluar masuk ruang medis akibat cedera parah. Loyalis Nerazzurri mungkin tidak akan pernah melupakan robek besar di bagian lutut Ronaldo suatu ketika. Meski akhirnya mampu bangkit dengan menjadi jawara di Piala Dunia 2002 usai melewati fase sulit lewat serangkaian operasi, Ronaldo sudah tak bisa secepat dan selincah dahulu. Liuk-meliuk ala Ronaldo dengan gocek-gocekannya sudah tak semaksimal seperti sebelumnya. Dan selama berkarier di Real Madrid [2002-2006], pria yang lahir di Rio de Janeiro ini pun memutuskan untuk mengubah gaya bermainnya dari seorang pengobrak-abrik pertahanan lawan menjadi seorang target man.

Oleh fans dan para pakar sepakbola, Ronaldo dianggap sebagai salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa. Dia adalah merupakan salah satu dari hanya empat pemain yang sukses merengkuh titel Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali atau lebih, bersama Zinedine Zidane, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Selan itu, Ronaldo juga pernah mencatatkan diri sabagai perengkuh Ballon d'Or pada 1997 dan 2002.

2004 silam, nama Ronaldo masuk dalam daftar FIFA 100, kumpulan pesepakbola terbaik yang pernah ada, pilihan legenda besar sepakbola dunia, Pele. Dua tahun kemudian, Ronaldo "dilantik" untuk menempati Brazilian Football Museum Hall of Fame. Tahun lalu, Ronaldo juga masuk dalam Italian Football Hall of Fame.

Di level internasional, Ronaldo mengoleksi 98 caps bagi Brasil dan mencetak 62 gol, yang menjadikan dia pencetak gol kedua tertinggi bagi timnas. Sejak usia 17 tahun, Ronaldo sudah mengenal turnamen seprestisius Piala Dunia saat dia terlibat di skuat Selecao pada edisi 1994. Empat tahun kemudian, dia menerima Bola Emas sebagai pemain terbaik di Piala Dunia 1998 dengan mengantar Brasil mencapai final. Dan edisi 2002 merupakan pencapaian supremasi Ronaldo sekaligus revans dia setelah di Prancis mengalami kegagalan. Dia mencetak dua gol di final menghadapi Jerman untuk mengamankan titel Sepatu Emas sebagai topskor turnamen. Di Piala Dunia 2006, Ronaldo menggenapkan catatan golnya di ajang empat tahunan itu menjadi 15 gol, yang mana itu menjadi sebuah rekor gol tertinggi sepanjang sejarah turnamen tersebut.

Kini Ronaldo aktif di kegiatan sosial bersama United Nations Development Programme [UNDP] sebagai duta. Peran yang sama juga diembannya ketika Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia dua tahun yang lalu.