Sejarah Hari Ini (15 Januari): Nwankwo Kanu Tiba Di Arsenal

Di tengah opsi striker yang menipis, bomber Nigeria ini diboyong Arsene Wenger pada bursa transfer musim dingin 1999.

Menjelang dimulainya musim 1998/99, Arsenal yang merupakan juara bertahan Liga Primer Inggris dan Piala FA di musim sebelumnya harus kehilangan striker legendaris Ian Wright yang hengkang ke West Ham United.

The Gunners hanya memiliki Dennis Bergkamp dan Nicolas Anelka sebagai penyerang andalan ditambah beberapa striker pelapis yang kurang berpengalaman, seperti Christopher Wreh dan Kaba Diawara.

Kurangnya tenaga di lini depan berakibat hasil tak maksimal, terutama saat Bergkamp dan Anelka berhalangan tampil atau sedang berperforma buruk. Serangkaian hasil negatif di awal musim 1998/99 serta saat periode November-Desember menjadi bukti sebagaimana Arsenal beberapa kali terlempar dari empat besar klasemen.

Datangnya bursa transfer Januari pun dimanfaatkan manajer Arsene Wenger untuk berburu striker. Hasilnya, pada 15 Januari 1999 -- atau tepat 17 tahun yang lalu -- Nwankwo Kanu berhasil didatangkan dari raksasa Serie A Italia, Internazionale. Kanu, yang saat itu masih berusia 22 tahun, dibeli dengan harga £4,5 juta dan dikontrak selama empat setengah tahun.

Bomber Nigeria itu memiliki rekam jejak impresif saat tiba di Highbury. Kanu membantu Ajax menjuarai Liga Champions 1995 kemudian membawa pulang medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama timnas Nigeria yang dikapteninya.

“Transfer ini adalah sebuah perjudian, tetapi sepadan karena talentanya yang besar. Dia bukan cuma pencetak gol, tetapi juga merupakan target man. Tetapi dia bukan striker sejenis Ian Wright. Ia lebih seperti [eks striker Arsenal] Alan Smith yang piawai dalam menahan bola kemudian mengumpan dengan cerdas,” tutur Wenger ketika itu.

Meski demikian, butuh sebulan lamanya bagi Kanu untuk melakoni debut berseragam Arsenal karena terhalang izin kerja. Debut itu berlangsung pada 13 Februari 1999 saat Arsenal mengatasi Sheffield United 2-1 di Piala FA. Sebulan berselang, Kanu mencetak gol perdana kontra Derby Country yang meloloskan The Gunners ke semi-final Piala FA.

Kanu cukup produktif di musim perdaanya bersama Arsenal dengan total mencetak tujuh gol dari 17 laga, namun armada Wenger terpaksa nirgelar di musim 1998/99 setelah rival Manchester United sukses mencaplok treble dengan menggondol trofi Liga Primer, Piala FA, dan Liga Champions. Sementara rival sekota Tottenham Hotspur sukes menjuarai Piala Liga di musim itu.

Musim 1999/00 menjadi musim terbaik Kanu di Arsenal, dengan lesakan 16 gol dari 49 partai, termasuk hat-trick mengesenakan yang dicetak dalam tempo 15 menit dalam kemenangan 3-2 atas Chelsea. Kanu juga sukses membawa pulang trofi Pemain Terbaik Afrika 1999, trofi keduanya setelah 1996.

Selama lima setengah tahun di Arsenal, Kanu sukses meraih lima trofi, yakni Liga Primer Inggris (2001/02, 2003/04), Piala FA (2001/02, 2002/03), dan Community Shield (1999). Ia total mengoleksi 43 gol dari 197 laga. Memang tidak seproduktif Wright, Bergkamp, apalagi Thierry Henry, namun kehadiran Kanu di London Utara telah menghadirkan warna tersendiri bagi rezim Wenger.

Pada musim panas 2004, Kanu dilepas ke West Bromwich Albion selama dua tahun sebelum pindah ke Portsmouth di mana ia berkontribusi besar dalam membawa The Pompeys juara Piala FA 2008. Pada 2012, ia memutuskan gantung sepatu setelah Portsmouth terlempar dari Liga Primer dan mengalami kebangkrutan.