Sejarah Hari Ini (16 Juni): Aljazair Kejutkan Dunia Sepakbola

Aljazair sukses membekuk tim raksasa Jerman Barat di Piala Dunia 1982, namun akhirnya harus tersingkir dengan adanya indikasi pengaturan skor dari rivalnya.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

16 Juni 1982 adalah hari yang sangat bersejarah bagi sepakbola Afrika, terutama Aljazair. Tim Desert Warriors tersebut secara mengejutkan meraih kemenangan atas Jerman Barat di ajang Piala Dunia.

Jerman Barat kala itu berstatus sebagai juara Eropa 1980, dengan skuat berisikan pemain-pemain bertalenta seperti Karl-Heinz Rummenigge, Paul Breitner, Pierre Littbarski dan juga kiper Toni Schumacher,

Namun, di depan 25 ribu suporter di El Molinon Stadium, Gijon, Aljazair mengejutkan dunia sepakbola dengan meraih kemenangan 2-1 berkat gol dari Rabah Madjer dan Lakhdar Belloumi, sementara satu gol Jerman Barat diciptakan oleh Rummenige.

"Kami memainkan sepakbola dengan tipe yang berbeda, yang tidak pernah dilihat sebelumnya," ujar kapten Ferghani. "Ini adalah gabungan antara gaya dari Jerman, Prancis dan Latin."

Namun, sayang, Aljazair mengakui kemenangan historis itu membuat mereka jemawa sehingga lengah di pertandingan berikutnya dan tumbang dengan skor 3-2 dari Austria. Meski demikian, mereka bisa menebusnya di laga melawan Cili, di mana mereka kembali meraih kemenangan dengan skor 3-2.

"Setelah mengalahkan Jerman, kami masih berada di atas bulan, karena itulah kami harus membayar mahal saat melawan Austria," ujar Salah Assad.

Dengan modal dua kemenangan, Aljazair masih memiliki peluang besar untuk lolos ke babak berikutnya. Namun sayang mimpi itu kandas setelah mereka tersingkir karena kalah selisih gol dengan Jerman Barat dan Austria. Bahkan, laga antara kedua tim tersebut terindikasi adanya pengaturan skor yang memaksa Aljazair angkat koper.

"Jerman dan Austria sepakat untuk menyingkirkan kami melalui perbedaan selisih gol. Itulah yang kami sebut pertandingan memalukan," ujar Belloumi marah. "Austria membiarkan dua gol masuk, sehingga negara tetangga Eropa mereka bisa lolos."

Meski demikian, skuat Aljazair asuhan Mahieddine Khalef tersebut tetap dipandang sebagai yang terbaik dalam sejarah sepakbola Aljazair.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics