Sejarah Hari Ini (16 Mei): Gelar Ke-18 Manchester United

Hasil imbang kontra Arsenal memastikan Manchester United meraih gelar liga yang ke-18, menyamakan torehan Liverpool.

OLEH HAPPY SUSANTO Ikuti di twitter
Lima tahun lalu, 16 Mei 2009, menjadi hari yang sangat spesial buat Manchester United. Klub asuhan Sir Alex Ferguson itu memastikan diri meraih gelar liga yang ke-18 sepanjang sejarah, menyamai torehan Liverpool sebelumnya. Ini juga gelar liga dengan format Liga Primer Inggris mereka yang ke-11 atau ketiga secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir kala itu.

The Red Devils hanya membutuhkan hasil imbang saat menjamu klub rival, Arsenal, di Old Trafford di pekan ke-37. Jelang laga ini, United sudah unggul enam poin atas peringkat kedua sekaligus pesaing utama mereka, The Reds.

Buat The Gunners, laga ini sudah tidak menentukan lagi karena posisi mereka yang sudah aman di peringkat empat besar. Meski begitu, mereka tidak mau memberi kemudahan begitu saja buat sang rival.

Gol penyama kedudukan Carlos tevez ketika lawan Wigan Athletic memberi tempat buat dirinya di starting XI lawan Arsenal ini, mengalahkan Dimitar Berbatov. Cristiano Ronaldo saat itu juga masih membela United. Sementara itu, Cesc Fabregas dan Robin van Persie masih menjadi bagian penting dari skuat Arsenal.

Andrey Arshavin menjadi pemain penting buat Arsenal di babak pertama karena tim menguasai bola dengan cukup bagus. Pemain asal Rusia itu melakukan crossing untuk van Persie ketika pertandingan sudah memasuki menit ke-13, namun sundulan sang striker belum memenuhi target dan bisa diblok oleh pertahanan United. United memberi respons empat menit kemudian dengan sundulan Wayne Rooney usai memanfaatkan crossing John O'Shea, namun masih melebar di sisi gawang Arsenal yang dikawal Lukasz Fabianski.

Jelang babak pertama akan berakhir, United memiliki peluang bagus lewat aksi Ryan Giggs, yang kemudian akan merengkuh trofi Liga Primer yang ke-11, namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang. Umpan diberikan Rooney, yang melakukan pergerakan apik di sayap kiri.

Di awal babak kedua, van Persie, yang sebelumnya sudah mendapat kartu kuning akibat tekel terhadap Ronaldo, kini melakukan tekel keras lagi terhadap Patrice Evra. Beruntung, wasit Mike Dean tidak memberi kartu kuning kedua alias kartu merah buat pemain asal Belanda itu, yang kini berseragam klub rival.

United berusaha terus menciptakan peluang. Ketika pertandingan sudah berjalan satu jam, Fabianski mampu memblok usaha Tevez. Tendangan Ronaldo juga belum membuahkan hasil karena melambung di atas mistar gawang. Rupanya itu adalah kontribusi terakhir Tevez karena ia kemudian digantikan oleh Park Ji-Sung. Beberapa menit setelah masuk, gelandang asal Jepang itu sempat mencetak gol namun dianulir karena ia sudah terjebak dalam posisi off-side. Ia juga kembali mengancam dengan mengarahkan bola ke depan gawang yang sebenarnya sudah kosong, setelah ia bermain satu-dua dengan Ronaldo, namun, pemain asal Portugal itu gagal bersaing dengan bek terakhir lawan ketika rekannya mengirim umpan.

Ketika pertandingan menyisakan 12 menit lagi, Ronaldo memiliki peluang bagus lewat tendangan bebas berjarak 20 yard, namun masih melebar ke sisi gawang, padahal Fabianski sudah pasrah. Lima menit berselang, Fabregas memberi ancaman untuk United dengan mencari ruang di dalam kotak penalti, namun karena gemuruh dukungan dari fans tuan rumah, pemain asal Spanyol itu hanya mengarahkan bola ke mistar gawang. Usaha van Persie dengan tendangannya ke arah gawang, justru langsung berada dalam dekapan Edwin van der Sar.

Pertandingan berakhir imbang 0-0. Ketika peluit ditiup wasit tanda berakhirnya laga, semua pemain, manajer, staf bersorak-sorak gembira meyarakan kesuksesan tim meraih gelar liga yang ke-18!

Di pertandingan terakhir, tandang ke markas Hull City, tidak menentukan lagi buat United karena mereka sudah juara. Meski begitu, mereka tetap bisa mencatatkan kemenangan 2-1.

"Tantangan besar sekarang adalah bagaimana berusaha memenanginya lagi pada tahun mendatang karena itu akan menjadi sesuatu yang spesial. Gelar yang ke-19 akan memberi kami tempat spesial dalam sejarah klub," ujar Fergie usai pertandingan dan timnya meraih gelar yang ke-18.

"United adalah sang juara yang sangat layak. Mereka tampil bagus di setiap kompetisi dan itu sangat sulit. Ini adalah kejuaraan yang sangat menarik. Saya rasa United menang karena mereka mendapat banyak poin di kandang sendiri ketimbang tim-tim lain di empat besar. Ambisi kami adalah memenangkan pertandingan. United sangat berhati-hati, dan kami gagal mencetak gol pembuka. Kami kurang tajam dan kualitas di penyelesaian akhir, meski mendominasi sepanjang permainan. Kekuatan United adalah bertahan dengan bagus dan itulah yang mereka lakukan hari ini," ujar manajer Arsenal Arsene Wenger.

Skuat Manchester United: Van der Sar, O'Shea, Vidic, Evans, Evra, Ronaldo, Fletcher, Carrick, Giggs, Rooney (Anderson 90), Tevez (Park 67).

Cadangan yang tidak dipakai: Kuszczak, Neville, Berbatov, Scholes, Rafael Da Silva.

Skuat Arsenal: Fabianski, Sagna, Toure, Song Billong, Gibbs (Eboue 76), Nasri (Bendtner 69), Denilson, Diaby, Fabregas, Arshavin (Walcott 69), van Persie.

Cadangan yang tidak dipakai: Mannone, Vela, Ramsey, Silvestre.

Kartu kuning: van Persie, Arshavin, Fabregas, Nasri, Song Billong.

Penonton: 75,468

Wasit: Mike Dean

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics