Sejarah Hari Ini (17 Juli): Sejarah Baru Jepang

Kisah tentang Jepang yang jadi juara dunia ternyata tak hanya terkhayal dalam Captain Tsubasa, melainkan sungguh-sungguh terjadi di Jerman empat tahun lalu!

Jika Anda lahir di periode 90-an, pastinya Anda akrab dengan Captain Tsubasa. Itu merupakan judul dari serial manga sepak bola dengan latar belakang Jepang jelang abad 21. Dalam manga tersebut, diceritakan bagaimana seorang bocah Jepang bermain bola sejak kecil, menembus dunia internasional, dan akhirnya menggendong Piala Dunia.

Sekilas cerita itu terkesan fiktif, apalagi jika membaca manga yang dipenuhi oleh jurus-jurus tendangan tak masuk akal (silahkan ingat Skylab Hurricane dan Twin Shot). Tapi apa yang terkesan fiktif di mata awam, bukan berarti fiktif di mata Jepang. Negara Samurai berkata lain soal Captain Tsubasa, seiring mereka mewujudkan apa yang tergambar dalam manga tersebut.

Empat tahun lalu, tim sepakbola wanita Jepang berhasil melaju ke final Piala Dunia Wanita 2011, lagi menjuarai kompetisi akbar tersebut!

Perwujudan kisah fiktif yang menjadi nyata itu sendiri bukanlah sesuatu yang mudah. Setelah gagal di beberapa PIala Dunia sebelumnya, Jepang hadira dalam kesebelasan yang disebut oleh generasi emas. Aya Sameshima dan Homare Sawa merupakan dua nama menonjol dalam skuat kolektif Nippon yang melangkah ke Piala Dunia Wanita 2011 di Jerman.

Jepang tak menjadi unggulan di Grup B karena satu grup dengan Inggris dan Meksiko, sementara Selandia Baru sempat diprediksi jadi janggalan. Namun tim Nippon Banzaii berhasil mengejutkan publik ketika mereka menang atas Selandia Baru, lalu membantai Meksiko empat gol tanpa balas. Asa untuk keluar sebagai juara grup pun sempat ada, tapi kekalahan dari Inggris membuat mereka harus rela finis sebagai runner-up.

Posisi runner-up mengharuskan Jepang bertemu dengan tuan rumah Jerman, yang meraih poin sempurna, di perempat-final. Tak banyak yang memprediksi Jepang bakal lolos, tapi mereka kembali mengejutkan publik ketika berhasil meladeni gempuran Jerman. Keunggulan fisik yang dimiliki penggawa-penggawa Jerman seolah tak berarti di hadapan kolektivitas Jepang. Sawa dan Sawashima akhirnya memaksa Jerman melakoni babak tambahan, lalu menyingkirkan mereka lewat gol tunggal Karina Maruyama.

Kembali berhadapan dengan lawan yang unggul fisik secara fisik, Swedia, di semi-final pasukan Norio Sasaki tak lagi kesulitan. Mereka berhasil menang mudah dengan skor 3-1 dan melaju ke fase final. Sang pelatih pun memberikan sanjungan pada anak asuhnya dan menyebut inferioritas mereka dalam hal fisik sama sekali bukan penghalang.

“Fokus kami ada pada kontro bola dan umpan akurat, lagi kombinasi tepat,” ungkapnya. “Semua orang di sini harus terlibat; jika tidak, kami takkan bisa tampil di level internasional. Jadi di situlah kami menempatkan fokus.” “Semua yang ada dalam tim ini telah bermain sepakbola sejak kecil. Sepakbola selalu menjadi mimpi mereka dan mimpi mereka adalah lolos ke final.”

Di partai puncak, Jepang menghadapi favorit juara, Amerika Serikat. Nama-nama besar berpengalaman sekelas Alex Morgan, Abby Wambach, dan Hope Solo masih menaungi negara yang telah menjuarai PD Wanita dua kali itu.

Tapi Jepang sama sekali tak gentar. Kolektivitas kembali mereka tampakkan dan sekalipun kebobolan lebih dulu oleh Alex Morgan di menit 69, mereka tak putus asa. Aya Miyama berhasil menyamakan kedudukan tepat sembilan menit jelang bubaran. Laga pun berlanjut ke tiga puluh menit babak tambahan.

Hal yang sama kembali terjadi di babak ekstra. Amerika Serikat kembali unggul lewat Abby Wambach dan Jepang kembali menyamakan kedudukan secara dramatis di tiga menit terakhir. Sang kapten Homare Sawa jadi pahlawan, seiring sepakan volinya mengoyak gawang Hope Solo. Partai puncak yang panas pun akhirnya harus ditentukan lewat adu tos-tosan.

Di momen inilah Jepang mencatatkan sejarah. Ayumi Kaihori, sang kiper, berhasil menggagalkan dua eksekusi AS, sementara Jepang menunaikan eksekusi masing-masing dengan cantik. Alhasil, Jepang menang 3-1 setelah Saki Kumagai mencetak gol kemenangan. Jepang berhasil menggendong Piala Dunia Wanita 2011, mewujudkan mimpi mereka yang tergambar dalam manga Captain Tsubasa.

Piala Dunia itu menjadi gelar perdana Jepang di kancah global, bahkan masih menjadi satu-satunya. Mereka nyaris mengulanginya tahun ini, ketika berhasil melangkah ke final PD Wanita 2015 di Kanada. Sayang, laga ulangan kontra Amerika Serikat di tahun ini berakhir dengan kekalahan Jepang.