Sejarah Hari Ini (17 Mei): Awal Kebangkitan Barcelona

Usai menjuarai Liga Champions pada 17 Mei 2006, Barcelona bangkit dan menjadi salah satu klub terkuat di dunia hingga saat ini.

Musim 2005/06 menjadi awal kebangkitan Barcelona. Selain menjuarai La Liga Spanyol, itu ditandai dengan prestasi Blaugrana yang berhasil merengkuh trofi Liga Champions.

Usai menyingkirkan klub-klub besar, seperti Chelsea dan AC Milan, Barcelona menembus final Liga Champions. Anak asuh Frank Rijkaard berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor 2-1 dalam partai puncak yang digelar di Stade de France pada 17 Mei 2006.

Barcelona unggul jumlah pemain menyusul kartu merah penjaga gawang Arsenal, Jens Lehmann, pada menit ke-18. Namun, Sol Campbell membawa The Gunners unggul atas Barcelona delapan menit jelang turun minum.

Samuel Eto'o menyamakan skor bagi pada menit ke-76 sebelum Juliano Belletti mencetak gol kemenangan Barcelona lima menit kemudian. Itu merupakan trofi Liga Champions kedua sepanjang sejarah Barcelona berdiri.

Sebelum menjadi juara Liga Champions, Barcelona lebih dulu memastikan trofi La Liga dengan keunggulan delapan angka atas rival abadinya, Real Madrid, yang bercokol di posisi kedua.

Prestasi Barcelona tidak lepas dari tangan dingin Rijkaard ditambah sederet pemain berkualitas yang bernaung di Camp Nou, seperti Ronaldinho, Deco dan Eto'o.

Langkah transfer awal Barcelona juga tidak terlalu mentereng. Klub raksasa Catalan itu hanya mendatangkan Santiago Ezquerro dan Mark van Bommel dengan status bebas transfer serta mempromosikan Lionel Messi dari tim cadangannya.

Sejak saat itu, Barcelona perlahan bangkit dan menjadi salah satu klub terkuat di dunia. Padahal, setelah Rijkaard, Blaugrana sempat ditangani sejumlah pelatih, seperti Josep Guardiola, Tito Villanova hingga kini diasuh oleh Luis Enrique.

Selepas musim 2005/06 atau 10 musim terakhir, Barcelona total mengumpulkan enam trofi La Liga, tiga Copa del Rey, lima Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, tiga Piala Dunia Antarklub dan tiga Piala Super Eropa.