Sejarah Hari Ini (18 April): Comeback Dramatis Barcelona Benamkan Chelsea

Setelah takluk 3-1 di Stamford Bridge, Barcelona mampu memberikan pembalasan sempurna di leg kedua untuk memastikan diri melaju ke semi-final Liga Champions 1999/00.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Empat tahun sebelum era Roman Abramovich dimulai, Chelsea melakoni penampilan perdana di Liga Champions, tepatnya di musim 1999/00. Bisa dibilang, debut tersebut berjalan di luar ekspektasi setelah mereka melaju mulus dari fase grup hingga menyentuh babak perempat-final dan menantang Barcelona.

Keceriaan semakin terlihat di wajah pasukan Gianluca Vialli setelah dalam leg pertama di Stamford Bridge, The Blues mampu menghantam raksasa Spanyol itu dengan skor meyakinkan 3-1. Satu kaki mereka sudah berada di semi-final untuk menciptakan debut impian di kompetisi antarklub termegah itu.
Mereka pun melangkah ke Camp Nou dengan rasa percaya diri tinggi layaknya seorang matador muda yang masuk ke arena untuk menghadapi banteng yang sudah tercabik di sana-sini. Tinggal sekali tusuk, Barca bakal terkapar dan tiket semi-final dalam genggaman.
Namun, prediksi di atas kertas tak selalu bernas. Banteng yang sepertinya melemah itu ternyata berubah menjadi singa terluka. Barcelona menggila dengan gelontoran lima gol di kandang sendiri dan hanya mampu dibalas sekali oleh Chelsea.
Momen mengesankan ini terjadi pada 18 April 2000 atau tepat 15 tahun lalu.
Semuanya berawal dari pelanggaran tak perlu Didier Deschamps kepada Rivaldo di menit 24 di area berbahaya depan kotak penalti. Rivaldo, sang spesialis tendangan bebas, sebenarnya tidak mampu melewati pagar betis Chelsea dengan sempurna, namun bola tetap berbelok arah sehingga Ed De Goey harus melihat gawangnya jebol untuk pertama kali.
Sebelum turun minum, Barca tidak membuang-buang waktu untuk menggandakan skor. Usai menari-nari di sayap kiri, Luis Figo memberikan umpan kepada Patrick Kluivert untuk langsung ditembak, namun bola membentur tiang dan kembali ke area permainan. Saat itulah Figo hadir, menyambar bola muntah, dan membuat Barca unggul 2-0.
Sayang, kiper Ruud Hesp membuat kesalahan fatal di awal babak kedua ketika menghalau back-pass. Bola tendangannya mengarah ke Tore Andre Flo yang dengan cekatan memaksimalkan kans langka tersebut menjadi gol untuk memberikan harapan bagi tim tamu. Kendati demikian, Chelsea kembali harus gigit jari tujuh menit jelang bubaran setelah pemain pengganti Dani Garcia mampu menanduk sepakan bebas Pep Guardiola.
Barcelona sebenarnya tidak perlu capek-capek melanjutkan laga lewat perpanjangan waktu, karena di menit 85 mereka mendapat penalti setelah Frank Leboeuf melanggar Kluivert di area terlarang. Akan tetapi, Rivaldo yang saat itu berstatus sebagai pemain terbaik di dunia, gagal menunaikan tugasnya. Tendangannya melebar ke samping.
Chelsea lega, namun tak lama. Sebab, di awal babak perpanjangan waktu, Chelsea lagi-lagi dihukum penalti setelah Celestine Babayaro melanggar Figo. Bek asal Nigeria itu mendapat kartu merah langsung. Rivaldo kembali bertindak sebagai eksekutor, kali ini bola berhasil masuk dan membuat papan skor berubah menjadi 4-1. Malam semakin sempurna setelah Kluivert menanduk umpan silang Dani Garcia di menit 104 untuk membawa armada Van Gaal mencatatkan comeback dramatis lewat kemenangan 5-1.
Blaugrana berhasil lolos dengan keunggulan agregat 6-4 atas wakil Inggris itu. Sayang, mereka tak berdaya di semi-final ketika menghadapi sesama tim Spanyol, Valencia. Barca takluk 5-3 secara agregat sehingga ambisi mereka untuk meraih titel Eropa kedua pupus. Dan yang lebih menyakitkan, yang keluar sebagai juara Liga Champions musim itu adalah sang rival abadi, Real Madrid, dengan sukses menghajar Valencia 3-0 di final.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.