Sejarah Hari Ini (18 September): Claudio Ranieri Gantikan Gianluca Vialli

Tepat 14 tahun lalu, seorang pria Italia lain ditunjuk untuk menduduki kursi kepelatihan Chelsea yang ditinggalkan oleh Gianluca Vialli.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter

Awal musim 2000/01, terjadi konflik intern di kubu Chelsea yang berujung pada pemecatan GIanluca Vialli. Kursi kepelatihan di Stamford Bridge pun memasuki status quo. Beruntung, The Blues tak harus berlama-lama berada di masa itu karena Claudio Ranieri mengambil alih peran manajer.

Saat itu, Ranieri belum pernah melatih di Liga Primer Inggris dan hanya tahu Bahasa Inggris dasar. Penunjukan sebagai pelatih dilakukan oleh petinggi klub berdasarkan prestasinya di Valencia, di mana ia berhasil memenangkan Copa Del Rey dan membawa klub Spanyol itu ke Liga Champions.

"Claudio adalah seseorang yang telah saya amati selama beberapa kurun waktu," ujar Colin Hutchinson, manajer direktur Chelsea saat itu. "Ia menyita perhatian saya saat ia melatih Valencia dan membawa tim itu ke Liga Champions. Namun, ia melakukan langkah buruk dengan pindah ke Atletico Madrid."

"Saya ingat sekitar dua tahun lalu Valencia menantang Barcelona tiga kali dalam sepekan dan mereka menang setiap saat. Saya langsung menyimpan CV-nya setelah ia hengkang pada Maret."

Datang ke Stamford Bridge, Ranieri langsung mempromosikan John Terry.

Ranieri datang ke Chelsea dan langsung mengurangi rerata usia skuatnya, serta mengubah tulang rusuk tim. Ia menambahkan pemain-pemain yang tak pernah dilirik oleh Vialli. John Terry, Mario Melchiot, dan Carlo Cudicini dipromosikan dan menghasilkan satu tiket ke Piala UEFA dengan menduduki peringkat enam Liga Primer. Saat itulah, Ranieri dijuluki 'Tinkerman' karena rajin mengubah formasi serta melakukan rotasi pemain.

Frank Lampard, William Gallas, dan Jesper Gronkjaer bergabung di musim panas selanjutnya seiring Chelsea kembali finis di peringkat keenam dan mencapai final Piala FA, di mana mereka kalah 2-0 dari Arsenal. Di musim 2002/03, The Blues besutan Ranier mampu menembus peringkat empat dan saat itulah Roman Abramovich membeli klub London ini.

Pengusaha Rusia ini membuat Ranieri bisa berinvestasi besar di musim panas 2003. Damien Duff, Joe Cole, Glen Johnson, Juan Veron, Hernan Crespo, Claude Makelele, dan Adrian Mutu adalah bintang-bintang yang bergabung ke Chelsea saat itu. Hasilnya, Chelsea jadi runners-up di belakang Arsenal, peringkat tertinggi mereka setelah 49 tahun. Mereka juga mencapai semi-final Liga Champions sebelum disingkirkan oleh Monaco.

Ranieri baru menanggalkan jabatannya pada Mei 2004 setelah empat musim menaikkan peringkat Chelsea sedikit demi sedikit. Ia telah melakoni 146 laga Liga Primer, memenangkan 76 laga, imbang 37, dan kalah 33 kali. Total persentasi kemenangannya adalah 52%. Catatan yang mengagumkan tentunya, sebelum ia digantikan oleh Jose Mourinho.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics