Sejarah Hari Ini (2 Februari): Selamat Ulang Tahun, Gerard Pique!

Di usianya yang saat ini sudah menyentuh 28 tahun, performa Gerard Pique diharapkan kian matang.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Layaknya dua sejoli yang sering “putus-nyambung”, seperti itulah hubungan yang dialami Gerard Pique dengan Barcelona.
Pria bernama lengkap Gerard Piqué i Bernabeu ini adalah orang asli Catalan. Lahir di Barcelona, tepat 28 tahun yang lalu, Pique muda bergabung dengan akademi La Masia di usianya yang masih 10 tahun. Namun, Manchester United sempat membuat hubungan Pique dan Barcelona “putus” di tahun 2004 sebelum akhirnya kembali ke pelukan El Barca pada 2008.
Di bawah bimbingan sang mahaguru Pep Guardiola, tak disangka-sangka Pique menjalani kisah terhebat dalam kariernya: merengkuh seluruh trofi yang bisa dimenangi. Namun, Pique bukan cuma sekedar mencium satu demi satu piala yang berhasil diraih klubnya itu. Tidak seperti di Old Trafford di mana ia hanya menjadi pemain pilihan kedua, Pique di Barca adalah pilihan utama, pemain inti.
Tak tanggung-tanggung, Guardiola mampu membuatnya bertransformasi menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia. Bersama partner sekaligus kapten klub Carles Puyol, keduanya menciptakan duet bek sentral yang tiada tara selama empat tahun Pep bertugas di Camp Nou.
Fisiknya yang tinggi-besar, insting bertahannya yang kuat, jago duel udara, dan akurasi umpannya yang tinggi, menjadi sangat klop dengan gaya bermain tiki-taka Barcelona. Saat itu pula negaranya, Spanyol, menjadi juara dunia dan raja Eropa sekaligus. Tak heran, Pique dijuluki sebagai “Piquenbauer” karena kemiripannya dengan libero legendaris Jerman, Franz Beckenbauer.
Gagal di Inggris, Gerard Pique balik ke kota kelahirannya dan memetik kesuksesan.
Sayang, hubungan Pique dengan Barca tidak selalu semanis madu. Ada pula kegetiran yang ia rasakan selama berkostum Blaugrana, terutama dalam dua tahun terakhir. Berbagai macam pendapat diutarakan untuk menjelaskan kemerosotan performa Pique. Namun argumen yang paling masuk akal adalah Pique kehilangan sosok guru dalam diri Guardiola dan Puyol.
Selama berkarier, Pique memang selalu dimentori oleh orang-orang top. Di United, meski ia tak terpakai, di sanalah Pique mendapat petuah Sir Alex Ferguson hingga menimba pengalaman langsung dari Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand. Dan ketika dipinjamkan ke Real Zaragoza selama semusim, Pique bertandem apik dengan bek senior Gabriel Milito.
Ketika Guardiola minggat dan Puyol sering absen lantaran akrab dengan cedera, Pique seperti tak punya pegangan. Ia dituduh sebagai biang keladi kekalahan memalukan Barca 7-0 dalam dua leg semi-final Liga Champions 2012/13 kontra Bayern Munich. Di musim 2013/14, Barca nihil gelar akibat jebloknya lini belakang yang digalang Pique. Performa buruknya di Piala Dunia 2014 juga semakin menegaskan anggapan bahwa Pique sudah habis.
Rumor kepergiannya juga sempat merebak, namun Pique langsung menyanggahnya dan mengaku ingin terus berkarier di Barca hingga gantung sepatu. “Saya mencintai klub ini karena sejarah, gaya bermain, dan koneksi saya dengan Catalunya. Saya mencintainya. Saya berada di klub terbaik dunia. Saya ingin pensiun di Blaugrana, seperti [Carles] Puyol,” ujarnya dalam wawancara dengan FourFourTwo.
Bersama Shakira dan Milan, dua anugerah terindah Gerard Pique. Kamis (29/1) lalu, mereka menyambut kehadiran anggota keluarga baru setelah Sasha lahir ke dunia.
Musim baru datang, namun Pique justru membuat bos anyar Luis Enrique jengkel. Pasalnya, Pique kedapatan memainkan ponsel di bangku cadangan saat melawan Espanyol dalam ajang Supercopa Catalunya pada Oktober lalu. Ia pun sempat diasingkan Enrique selama dua laga berikutnya.
Untungnya, Pique cepat sadar dan mampu membuktikan bahwa dirinya masih layak diperhitungkan sebagai el mejor defensor alias bek terbaik. Di tengah krisis internal yang melanda Barca dalam beberapa bulan terakhir, Pique ternyata mampu membuat Barca tetap fokus dengan hasil di lapangan. Dalam 14 partai La Liga di mana Pique bermain, Barca hanya kebobolan enam gol.
Kepercayaan diri Pique pun terus meningkat. Pekan lalu (24/1), Pique mampu mencetak gol ke gawang Elche dalam kemenangan 6-0. Kebahagiaan sang kekasih Shakira ini semakin lengkap pada tengah pekan lalu (29/1) dengan kelahiran Sasha Pique Mebarak, putra keduanya setelah Milan yang lahir dua tahun sebelumnya.
Performa membaik, lesakan satu gol, dan anak kedua, kiranya menjadi tiga kado ultah yang akan membuat senyuman Pique kembali merekah.
Per molts anys, Gerard!

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics