Sejarah Hari Ini (2 Juli): Andres Escobar Wafat

Escobar diberondong enam tembakan oleh orang tak dikenal dan itu kabarnya sebagai "hukuman" atas gol bunuh diri sang pemain di Piala Dunia 1994

Fans sepakbola dikejutkan dengan kabar meninggalnya Andres Escobar, bek internasional Kolombia, pada 2 Juli 1994. Di usia emas sebagai pesepakbola, 27 tahun, Escobar tewas mengenaskan di kampung halamannya, beberapa hari setelah La Tricolor tereliminasi di Piala Dunia Amerika Serikat. 

Pertandingan penyisihan Grup A antara tuan rumah AS dan Kolombia disebut-sebut menjadi latar belakang meninggalnya Escobar secara mengenaskan. Tim yang saat itu diarsiteki Francisco Maturana melakoni laga kedua fase grup di Rose Bowl, Pasadena, dengan harapan memetik tiga angka setelah kalah 3-1 dari Rumania pada pertemuan pertama. Tapi apa mau dikata, tidak semua harapan menjadi kenyataan. 

Di hadapan lebih dari 90 ribu suporter, Escobar mencetak gol bunuh diri saat berusaha memotong umpan gelandang The Yanks John Harkes, dan menjadi gol pembuka bagi tuan rumah. AS kemudian menggandakan kedudukan Earne Stewart di menit ke-52, sementara Kolombia hanya mampu membalas di pengujung laga melalui sepakan Adolfo Valencia dan berujung kekalahan 2-1 bagi La Tricolor

Pada pertandingan ketiga melawan Swiss, La Trocolor memang menang 2-0, namun itu tak banyak membantu tim karena Escobar dkk tetap harus angkat koper setelah hanya mengantungi tiga angka dan finis posisi terbawah klasemen Grup A.

Setelah Piala Dunia, Escobar memutuskan pulang ke kampung halaman dan memilih tidak mengunjungi keluarganya di Las Vegas, Nevada. Pada 1 Juli malam, lima hari setelah tersingkirnya Kolombia dari Piala Dunia, Escobar menghubungi teman-temannya dan mereka bertemu di sebuah bar di kawasan El Poblado, Medellin. Setelah itu, mereka pergi ke klub malam El Indio.

Namun, Escobar berpisah dengan rekan-rekannya dan pada pukul tiga dini hari keesokan harinya, saat sendirian di pelataran parkir El Indio, tiga orang tidak dikenal menyambangi pemain Atletico Nacional tersebut di dalam mobilnya. Mereka sempat berargumen sebelum dua di antaranya mengeluarkan senjata dan menembak Escobar hingga enam kali. Menurut kabar yang beredar, si pembunuh ini berteriak ‘iGol!’ di setiap tembakan, sebelum meninggalkan Escobar yang kritis di dalam mobilnya. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia 45 menit kemudian. 

Kabar meninggalnya Escobar kemudian langsung menjadi headline di hampir seluruh penjuru dunia. Gol bunuh diri Escobar beberapa hari sebelumnya disebut-sebut menjadi penyebab pembunuhan mengerikan tersebut. 

Pemakaman Escobar dihadiri lebih dari 120 ribu orang dan hingga kini setiap tahun fans Kolombia masih memberikan penghormatan kepadanya dengan membawa foto mendiang Escobar ke pertandingan. Pada Juli 2002, Medellin, kota tempat terbunuhnya Escobar, meresmikan patung untuk mengenang Escobar.