Sejarah Hari Ini (20 Mei): Trofi Eropa Perdana Jose Mourinho

Tepat 12 tahun lalu, Jose Mourinho, menandai karier gemilangnya sebagai pelatih sepakbola dengan sukses mengantarkan FC Porto merengkuh Piala UEFA.

Jose Mourinho, manajer yang kini menangani Chelsea itu sudah dikenal luas sebagai pelatih jenius. Meski kerap dikritik lewat gaya permainan bertahan timnya dan komentar kontroversial, tak ada yang bisa membantah kehebatan dan kebesaran pria kelahiran Setubal, Portugal, tersebut.

Bukan tanpa alasan, sepanjang kariernya Mou sudah berhasil menjuarai seluruh gelar domestik empat liga besar Eropa, yakni Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol. Di kancah Eropa, namanya juga amat disegani dengan koleksi sepasang trofi Liga Champions dan satu Piala UEFA.

Final Piala UEFA 2002/2003
Celtic 2-3 FC Porto
21 Mei 2003
Estadio Olimpico de Sevilla
Wasit:
 Lubos Michel (Slovakia)
Gol: 0-1 Derlei 45+1', 1-1 Larsson 47', 1-2 Alenichev 54', 2-2 Larsson 57', 2-3 Derlei 115'
Celtic: Douglas; Agathe, Valgaeren (Laursen 64'), Balde, Mjallby, Thompson; Lambert (McNamara 76'), Lennon, Petrov (Maloney 105'); Sutton Larsson
Manajer: Martin O'Neil

FC PortoBaia; Ferreira, Jorge Costa (Pedro Emanuel 71'), Carvalho, Valente; Alenichev, Costinha (Ricardo Costa 9'), Maniche; Deco; Derlei, Capucho (Marco Ferreira 98')
Manajer: Jose Mourinho
 

Namun patut diketahui, jika gelar yang disebut terakhir merupakan penanda mengudaranya nama Mourinho di seantero Eropa bahkan dunia. Ya, tepat 12 tahun yang lalu Mou sukses mematri namanya sebagai pelatih elit Eropa, dengan mengantarkan FC Porto jadi kampiun Piala UEFA musim 2002/03.

Sejatinya kala itu Porto bukanlah unggulan dalam turnamen kasta kedua Eropa tersebut. Selain Liga Zon Sagres Portugal yang masih dinilai minor, Portistas Dragões juga tak dijejali deretan bintang mentereng. Nama paling tenar di sana mungkin hanya sang kiper sekaligus kapten, Vitor Baia.

Namun Porto, melalui pelatihnya, Mourinho, membalikkan segala prediksi media dan publik. Dalam perjalanan ke final, mereka sukses menyingkirkan tim-tim unggulan macam Lens, Panathinaikos, dan Lazio.

Hingga sampai di final, masih saja Porto diremehkan karena lawan mereka adalah jagoan Skotlandia, Celtic. Tidak seperti sekarang, saat itu The Bhoys dilatih oleh nakhoda papan atas macam Martin O'Neil dengan kemewahan skuat mahalnya macam Johan Mjallby, Stiliyan Petrov, Chris Sutton, dan tentunya sang dewa Celtic Park, Henrik Larsson.

Tapi sekali lagi, Porto membalikkan segala prediksi, dengan permainan memesona di depan 52 ribu penonton yang hadir di venue final, Olimpico de Sevilla.

Menguasai jalannya laga secara mutlak sejak sepakan mula dilakukan, Porto sukses menutup babak pertama lewat gol telat Derlei, di masa injury time. Namun apa yang kemudian terpapar di paruh kedua, menegaskan kualitas sejati Celtic.

Baru dua menit berjalan, Cetic sukses menyamakan keadaan menjadi 1-1 melalui tandukan berkelas Larsson. Meski Porto sempat kembali unggul melalui gol Dimitri Alenichev di menit ke-54, melalui dominasi serangannya The Hoops kembali mampu menyetarakan kedudukan menjadi 2-2. Lagi-lagi tandukan Larsson yang jadi penyebabnya, hanya tiga menit selepas gol kedua Porto.

Setelahnya, pertandingan menjurus jadi bentrok adu jotos. Kedua tim bermain amat kasar, hingga wasit pemimpin laga, Lubos Michel, harus mengeluarkan sembilan kartu kuning dan dua kartu merah di mana Celtic unggul satu kartu kuning. Pertandingan dalam waktu normal 90 menit pun berakhir sama kuat 2-2.

Di babak tambahan tensi panas yang dideskripsikan dengan permainan kasar masih terjaga. Namun Porto bermain sedikit lebih cerdik, dengan lebih bertahan dan berharap pada serangan balik cepat memanfaatkan stamina lawan yang juga terkuras. Hasilnya efektif, lewat sekema serangan balik khas Mou, Derlei berhasil menciptakan silver goal di menit ke-115.

Porto unggul 3-2 dan Celtic tak mampu lagi bereaksi di sisa lima menit laga. Tak pelak, The Dragons akhirnya berhasil keluar sebagai kampiun Piala UEFA 2002/03. Torehan itu jadi trofi Eropa keempat sang jagoan Portugal, tapi yang pertama bagi The Happy One.

Pada perkembangannya, di musim selanjutnya Porto sukses jadi kampiun Liga Champions dan Mou pun melanjutkan sukses melintang bersama Chelsea, FC Internazionale, Real Madrid, dan kembali bersama The Blues lagi hingga kini.

JOSE MOURINHO

Nama: José Mário dos Santos Mourinho Félix

Tempat, Tanggal Lahir: Setubal, Lisabon, Portugal, 26 Januari 1963

Klub (Pemain):
 Rio Ave (1980-1982)
Belenenses (1982-1083)
Sesimbra (1983-1985)
Comércio e Indústria (1985-1987)

(Pelatih): Benfica (2000)
Uniao de Leiera (2001-2002)
FC Porto (2002-2004)
Chelsea (2004-2007)
FC Internazionale (2008-2010)
Real Madrid (2010-2013)
Chelsea (2013-...)

Koleksi Gelar (Pelatih)

(FC Porto)

Liga Zon Sagres Portugal: 2002/03, 2003/04
Portugal Portugal: 2002/03
Piala Super Portugal: 2003
Piala UEFA: 2002/03
Liga Champions: 2003/04

 (Chelsea)

Liga Primer Inggris: 2004/05 & 2005/06
Piala FA: 2006/07
Piala Liga Inggris: 2004/05 & 2006/07 
Community Shield: 2005

(FC Internazionale)

Serie A Italia: 2008/09 & 2009/10
Piala Italia: 2009/10
Piala Super Italia: 2008
Liga Champions: 2009/10 

(Real Madrid)

La Liga Spanyol: 2011/12
Piala Spanyol: 2010/11
Piala Super Spanyol: 2012 

Topics
, Chelsea,