Sejarah Hari Ini (20 September): Jose Mourinho Berpisah Dengan Chelsea

Tujuh tahun silam, Jose Mourinho resmi mengundurkan diri pada kesempatan pertamanya menjadi manajer Chelsea.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Tujuh tahun silam atau tepatnya pada 20 September 2007, kabar menggemparkan datang dari markas Chelsea, Stamford Bridge. Manajer kondang yang membawa The Blues terbang tinggi pada tiga musim sebelumnya, Jose Mourinho, resmi berpisah dengan raksasa London tersebut.

Perpisahan itu terjadi menyusul hasil negatif yang diraih Chelsea di partai kandang menghadapi Blackburn Rovers, pada matchday keenam Liga Primer Inggris 2007/08. Dilaporkan bahwa pemilik klub, Roman Abramovich, mencapai puncak kesabaran atas rentetan hasil buruk yang didapat Si Biru sebelumnya.

Semua bermula tatkala Chelsea gagal meraih gelar Community Shield di awal musim. Frank Lampard cs yang kemudian selalu menang tipis di awal musim, mendapati kekalahan 2-0 dari Aston Villa dan dan tertahan imbang 1-1 oleh Rosenborg di matchday perdana Liga Champions.

Rapat besar kemudian digelar pada 19 September 2007 malam waktu setempat. Dan sehari berselang, Mou resmi melepas jabatannya sebagai manajer Chelsea meski masih menyisakan kontrak tiga musim lagi.

Jose Mourinho berpisah setelah tiga musim berjaya bersama Chelsea

Usut punya usut, hubungan Mou dengan Abramovich memang sudah merenggang sejak Januari 2007. Kala itu manajer yang berjuluk The Special One kecewa karena sang taipan Rusia enggan mengabulkan keinginannya untuk membeli sederet pemain berkelas yang memang dibutuhkan.

Hubungan semakin memburuk tatkala Abramovich malah mendatangkan duo pemain mahal yang sudah lewat masa emasnya pada bursa musim panas, Juli 2007. Pemain itu adalah Andriy Shevchenko dan Michael Ballack. Mou mengaku tak membutuhkan mereka, dan merasa tertekan untuk terus memasangnya dalam starting XI.

Perpisahan dengan Si Singa Biru pun jadi akhir kisahnya. Mou pergi dengan meninggalkan kenangan sebuah gelar Community Shield, satu Piala FA, dua Piala Liga Inggris, dan sepasang trofi Liga Primer Inggris. Ia mengemas rekor 185 partai dengan 124 kemenangan, 40 hasil imbang, dan 21 kekalahan.

Sang jenius taktik asal Portugal itu lantas berpetualang dan berjaya bersama FC Internazionale di Italia, dan Real Madrid di Spanyol, sebelum akhirnya kembali ke pelukan The Roman Emperror pada musim panas 2013/14.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics