Sejarah Hari Ini (21 April): Udinese Temukan Alexis Sanchez

Sembilan tahun yang lalu, saat masih 17 tahun, Udinese menemukan salah satu pemain paling berbakat dari Cili yang kini jadi pujaan publik London Utara.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Udinese boleh dibilang menjadi tim yang cukup beruntung bisa mendapatkan tenaga salah satu pemain paling berbakat dari Amerika Selatan pada 21 April 2006 silam, dialah Alexis Sanchez, yang namanya kini kian melambung bersama Arsenal.

Yah, sembilan tahun yang lalu, klub Serie A Italia ini meresmikan transfer pemain kelahiran Tocopilla tersebut, yang ketika itu usianya baru menginjak 17 tahun, dari Cobreloa.

Zebrette bukannya asal main angkut. Mereka sudah mengendus betul bakat besar sang winger sejak kemunculannya di skuat utama Cobreloa. Sanchez merupakan produk asli dari akademi klub itu dan Nelson Acosta, pelatih timnas Cili pada Piala Dunia 1998, adalah orang pertama yang memasukkan sang winger ke tim utama, yang lantas membuat klub-klub Eropa mencium bakatnya, salah satunya adalah Udinese.

Sanchez melakoni debut pada Februari 2006 dan gol perdana profesionalnya terjadi saat mengalahkan Conception 2-1 pada 18 Maret di tahun itu. Catatan golnya itu membuat dirinya dipercaya memainkan laga Copa Libertadores menghadapi Once Caldas di usia 16 tahun, membuatnya menjadi pemain termuda sepanjang sejarah yang terlibat di kompetisi tersebut.

Setelah melalui serangkaian momen impresif dengan Cobreloa, Udinese tak sungkan lagi menyodorkan £1.7 juta untuk mendapatkan tanda tangannya pada 21 April 2006.

Meski demikian, Udinese tak serta merta langsung menggunakan jasanya. Demi perkembangan kariernya lebih lanjut, pemain gesit ini tetap dibiarkan setahun lagi berkancah di Cili dengan membela Colo-Colo dalam ikatan peminjaman selama semusim penuh.

Bersama raksasa Cili itu, penampilan Sanchez makin mengilap, termasuk saat mencetak gol perdananya untuk klub ini yang diceploskan ke gawang sang rival Universidad de Chile dalam tajuk laga Superclasico yang berakhir kemenangan 4-2. Sungguh spesial! Sanchez juga menjadi bagian integral dari keberhasilan Colo-Colo mengklaim gelar liga ke-26 mereka di akhir musim.

Pada 15 Agustus 2007, kontrak Sanchez dengan Colo-Colo berakhir, tapi Udinese belum lantas menariknya ke Italia. Lagi dan lagi mereka meminjamkannya ke raksasa Argentina River Plate sebelum pada Juli 2008 barulah dirinya bisa merasakan level tertinggi kompetisi Eropa bersama Zeberette.

Nama Sanchez semakin mendunia ketika meninggalkan Udinese untuk memperkuat klub terbaik dunia Barcelona sebelum akhirnya pada tahun lalu dirinya meresmikan diri bergabung dengan Arsenal.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.