Sejarah Hari Ini (21 Mei): Debut Andrea Pirlo Sebagai Pesepakbola Profesional

Tepat 19 tahun yang lalu, Andrea Pirlo menorehkan debutnya sebagai pesepakbola profesional di usia 16 tahun!

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Andrea Pirlo kini dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang sejarah sepakbola. Tenang, cerdas, dan elegan jadi gambaran sempurna dirinya. Berbagai gelar di level domestik hingga internasional jadi tanda kebesarannya.

Kini memasuki senja kariernya, pemain berusia 35 tahun itu masih saja menyedot perhatian khalayak sepakbola. Konsistensi performa dari musim ke musim jadi faktor utama. Namun tentunya, hal tersebut tak bisa sekonyong-konyong terjadi. Butuh proses dan perjuangan yang panjang bagi Pirlo, untuk sampai ke titik ini.

Dan semuanya bermula tepat 19 tahun lalu, tatkala Il Metronomo menorehkan debutnya sebagai pesepakbola profesional. Terasa lebih hebat, karena ia melakukannya di usia yang amat belia, yakni 16 tahun!

Momen bersejarah itu terjadi saat klub pertamanya, Brescia, bertandang ke markas Reggiana, untuk melakoni giornata 32 Serie A Italia 1994/95.

Sebuah laga yang tak lagi krusial, karena kedua klub sudah dipastikan terdegradasi di musim tersebut. Meski begitu, tensi pertandingan sama sekali tak berkurang. Hal itu tercermin kala pelatih masing-masing tim menurunkan para pemain terbaiknya di sebelas awal.

Dan hasilnya sesuai ekspektasi. Permainan terbuka diperlihatkan sejak sepakan mula dilakukan, sehingga jual-beli serangan pun jadi warna menarik. Striker Il Granata, Michele Padovano, yang semusim kemudian bergabung ke Juventus jadi pemain paling menonjol.

Memasuki setengah jam pertandingan, tekanan Reggiana yang bertindak sebagai tuan rumah makin dominan. Tak pelak, mereka pun membuat publik Stadium-Citta del Tricolore bergemuruh, tepatnya pada menit ke-34.

Sepakan keras sang winger kanan, Max Esposito merobek jala Marco Ballotta, untuk membawa Reggiana unggul. Kedudukan 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Paruh kedua malah berjalan semakin buruk bagi tim tamu, Biancoazzurri. Bombardir serangan tuan rumah seakan tak memiliki tombol penghenti. Beruntung Balotta tampil brilian, sehingga asa memetik poin masih tetap terjaga.

Melihat kemungkinan tersebut, pelatih Brescia, Adelio Moro, lantas melakukan perjudian. Ya, di menit ke-79 ia menurunkan seorang bocah 16 tahun bernama Andrea Pirlo, untuk mengisi pos gelandang senior milik Marco Schenardi.

Hasilnya? Tak sesuai harapan karena Il Teste Quadre malah berhasil menggandakan keadaan hingga akhirnya menutup laga dengan skor 2-0. Namun sejatinya kekecewaan mendalam tak perlu dirasakan, karena pada momen itulah Brescia resmi melahirkan salah satu bakat terbaik dalam sepakbola!

Pirlo yang kemudian dijuluki L'Architetto pada akhirnya melanglang buana ke FC Internazionale, Reggina, dan sempat kembali ke Brescia. Ia lantas mencapai puncak karier bersama AC Milan lewat rentetan gelar di level klub. Kiprahnya bersama Timnas Italia pun tak kalah mentereng. Terbukti gelar Piala Dunia 2006 jadi persembahan terbaik si penggemar No. 21.

Kini di senja kariernya, Pirlo masih memiliki hasrat untuk mengulang segala kejayaan bersama klubnya, Juventus. Satu hal yang bukan mustahil terjadi karena percayalah, segalanya bisa terwujud melalui sihir seorang Pirlinho.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics