Sejarah Hari Ini (23 Mei): Everton Kalahkan Liverpool Di Musim Yang Spesial

Musim 1984/85 adalah musim spesial bagi Everton, terlebih ketika mereka menaklukkan rival sekotanya, Liverpool, di putaran akhir Liga.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter
Musim 1984/85 tentu jadi musim yang bersejarah bagi Everton. Betapa tidak, setelah finis di posisi ketujuh semusim sebelumnya, The Toffees sukses mengantongi gelar di musim ini. Bahkan tidak hanya satu gelar, melainkan dua gelar dalam semusim!

Gelar Canon League Division One (sekarang Liga Primer Inggris) dan Piala Winners adalah dua gelar yang diraih Everton asuhan Howard Kendall. Namun dalam musim spesial ini, ada satu momen yang berperan sebagai pemanis, yakni kemenangan atas rival sekotanya, Liverpool, tepat 29 tahun lalu.

Musim Spesial
Sebenarnya awal musim Everton berjalan kurang mulus. Menang tipis atas Liverpool di Charity Shield, Everton justru dihabisi Tottenham 4-1 di laga selanjutnya. Mereka kembali menelan kekalahan dua hari setelahnya ketika West Bromwich Albion membalas gol penalti Heath dua kali lipat.

Neville Southall menggendong trofi Canon League Division One.
Beruntung, mereka mampu meraih kemenangan beruntun setelahnya, bahkan tanpa kalah di bulan September. Masuk ke bulan selanjutnya, mereka sempat kalah dari Arsenal, tapi mampu meraih poin penuh kala menghadapi Aston Villa dan Manchester United. Kejayaan berpihak pada Everton tepat pada awal Mei, mereka sukses mengamankan gelar setelah menang 2-0 atas Queen Park Rangers.

Kendati begitu, musim yang spesial belum berakhir. Sepekan setelahnya, Kevin Sheedy dkk menantang Rapid Vienna, klub asal Austria, di final Piala Winners. Perbedaan kemampuan terlihat jelas dalam laga ini, seiring Everton menang 3-1 atas Rapid Vienna berkat gol dari Trevor Stevens, Andy Gray, dan Sheedy. Everton pun sukses menjadi juara, sekaligus meraih trofi Eropa pertama mereka.

Derby Merseyside
Everton memang sudah jadi juara, tapi gengsi dan tensi derby Merseyside tetaplah tidak berkurang. Dipimpin oleh Kevin Ratcliffe, mereka menantang pasukan Ian Rush yang sedang berada masa puncak. Laga pun berjalan dengan panas, sesuai prediksi, namun di menit 68, Everton unggul lebih dulu berkat gol dari Paul Wilkinson.

Malang bagi Liverpool, mereka tak mampu mengejar ketinggalan satu gol itu. Tuan rumah Everton keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini sekaligus memastikan mereka unggul 13 poin dari Liverpool yang ada di peringkat kedua. Disaksikan sekitar 51.000 penonton, The Toffees pun merayakan pesta setelah mengawinkan dua gelar. Bisa menjadi tiga gelar, tapi mereka kalah dari Manchester United di final Piala FA empat hari sebelumnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics