Sejarah Hari Ini (25 Juni): Pecahnya Perang Nuremberg Di Piala Dunia 2006

"Battle of Nuermberg" menjadi cerita kelam di Jerman 2006 karena tercatat sebagai laga Piala Dunia dengan jumlah kartu terbanyak sepanjang sejarah.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Nuremberg, 25 Juni delapan tahun silam menjadi saksi bisu atas munculnya sebuah rekor baru di ajang internasional sekelas Piala Dunia. Bukan rekor mengesankan sebuah tim atau pencapaian prestasi mentereng seorang pemain, melainkan lahirnya rekor negatif seputar jumlah pengeluaran kartu kuning dan kartu merah tatkala Portugal menghadapi Belanda dalam babak 16 besar Piala Dunia 2006.

Dalam laga yang berlangsung di Frankenstadion, Nuremberg (atau Nürnberg dalam bahasa Jerman) tersebut, wasit asal Rusia Valentin Ivanov menarik 16 kartu kuning dan empat kartu merah yang hingga saat ini tercatat sebagai jumlah pengeluaran kartu tertinggi dalam sebuah partai Piala Dunia. Laga itu sendiri berakhir dengan kemenangan Portugal 1-0 lewat gol semata wayang Maniche di menit 23.

Bahkan sebelum gol tersebut tercipta, atmosfer kasar laga sudah terasa ketika Mark van Bommel dan Khalid Boulahrouz sudah diganjar kartu kuning di sepuluh menit pertama. Nama terakhir bahkan melakukan tekel kepada Cristiano Ronaldo yang pada akhirnya membuat sang rising star Portugal itu tak bisa melanjutkan pertandingan.

Ronaldo, yang saat itu masih berusia 21 tahun, terpaksa meninggalkan lapangan menjelang babak pertama berakhir dengan bergelimang air mata karena cederanya sudah terlalu parah. "Boulahrouz jelas sekali sengaja melakukan pelanggaran dengan maksud mencederai saya," keluh Ronaldo.

Gol Maniche, yang tercipta melalui pergerakan manis antara Ronaldo-Deco-Pauleta, seakan-akan hanya menjadi menu sampingan dari hidangan utama berupa perang tekel yang terjadi di laga ini. Maniche sendiri mendapatkan kartu kuning beberapa menit sebelum golnya tersebut karena melanggar Van Bommel.

Dan hanya beberapa saat setelah gol tersebut, kartu kuning kembali muncul setelah Costinha kedapatan melakukan tekel keras kepada Philip Cocu. Bahkan, gelandang bertahan Portugal tersebut mendapat kartu kuning keduanya tepat sebelum peluit babak pertama berakhir karena melakukan handball.

Bermain dengan sepuluh pemain, Luiz Felipe Scolari lalu memasukkan Armando Petit guna memperkokoh lini tengah timnya. Namun ia sendiri langsung diberi kartu kuning hanya lima menit setelah masuk menggantikan Pauleta. Setelah itu, Giovanni van Bronckhorst dan Luis Figo berturut-turut juga mendapat kartu. Figo bisa dikatakan beruntung tidak diusir karena ia tampak menanduk kepala Van Bommel.

Atmosfer menjadi kian panas di menit 63 setelah Boulahrouz mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Figo. Insiden ini memicu pertengkaran hebat di dalam lapangan dan merambat ke bangku pemain, membuat wasit keempat Marco Rodriguez turun tangan.

Tak lama setelah kondisi tersebut mereda, kembali terjadi keributan di menit 73 menyusul pelanggaran Deco terhadap John Heitinga yang berbuah kartu kuning. Playmaker berdarah Brasil itu tampak frustrasi lantaran Belanda enggan menghentikan laga setelah ada satu pemain Portugal yang tergeletak di lapangan. Hal ini juga memicu kartu kuning terhadap Wesley Sneijder setelah mendorong Petit sebelum Rafael van der Vaart turut dikartu karena memprotes wasit.

Hanya selang tiga menit, Ivanov kembali mengeluarkan dua kartu kuning, kali ini untuk kiper dan bek kiri Portugal, Ricardo dan Nuno Valente. Pada menit 78, Deco diganjar kartu kuning keduanya karena dianggap membuang-buang waktu setelah mendapat tendangan bebas. Beberapa pemain seperti Robin van Persie, Cocu, hingga Simao sebenarnya juga melakukan aksi tak terpuji di lapangan, namun lolos dari hukuman wasit.

Di akhir laga, Van Bronckhorst menjadi pemain keempat yang diusir wasit setelah mendapat kartu kuning kedua usai melanggar Tiago. Ada kejadian unik setelah pengusiran ini ketika Boulahrouz, Deco, dan Van Bronckhorst tertangkap kamera tampak berbincang-bincang di pinggir lapangan. Mungkin saja, ketiga pemain yang telah diusir ini, mendiskusikan sang wasit yang tampak ringan tangan dalam mencabut kartunya. .

Setelah laga berakhir, presiden FIFA Sepp Blatter mengkritik kepemimpinan Ivanov dengan menyebut bahwa dirinya sendiri harus diberi kartu kuning. Seleccao sendiri terus melaju ke perempat-final dengan mengalahkan Inggris via adu penalti sebelum terhenti di semi-final oleh Prancis. Di tempat perebutan juara ketiga, Portugal dipaksa bertekuk lutut 3-1 di tangan tuan rumah Jerman.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics