Sejarah Hari Ini (25 Mei): Laga Pamungkas Pep Guardiola Latih Barcelona

Pep Guardiola menutup karier kepelatihan nan masyhur di Barcelona dengan raihan trofi Copa del Rey.

Menyongsong final Copa del Rey 2014/15 antara Barcelona dan Athletic Bilbao yang bakal berlangsung 30 Mei mendatang, ada baiknya untuk menilik kembali duel kedua tim yang terjadi di kompetisi yang sama pada 25 Mei 2012.

Ya, tepat tiga tahun yang lalu Barcelona dan Bilbao juga melakoni final Copa del Rey. Meski demikian, seluruh perhatian partai puncak yang mempertemukan dua tim tersukses dalam sejarah Copa del Rey tersebut terarah sepenuhnya kepada Pep Guardiola, yang bakal melakoni laga pamungkasnya sebagai pelatih Barcelona.

Final Copa del Rey 2011/12
Athletic Bilbao 0-3 Barcelona
Jumat, 25 Mei 2012
Vicente Calderon, Madrid
Wasit:
 David Fernández Borbalán (Spanyol)
Gol: 0-1 Pedro 3'; 0-2 Messi 20', 0-3 Pedro 25'
Athletic Bilbao: Iraizoz, Aurtenetxe, Borka Ekiza, Amorebieta, Iraola, Javi Martinez, Susaeta (Ander Herrera 46'), De Marcos (Perez 47'), Ibai Gomez, Fernando Llorente (Toquero 73'), Muniain.
Pelatih: Marcelo Bielsa

Barcelona: Pinto, Adriano, Montoya, Pique,  Busquets, Iniesta, Mascherano, Xavi (Fabregas 81'), Alexis Sanchez (Keita 72'), Messi, Pedro (Thiago Alcantara 87')
Pelatih: Pep Guardiola

Beberapa pekan sebelum laga final tersebut, Guardiola membuat pengumuman mengejutkan: mengundurkan diri dari kursi panas Camp Nou di akhir musim 2011/12.

Sebagaimana diketahui, sejak menggantikan Frank Rikjaard pada musim panas 2008, Guardiola berhasil merevolusi Barcelona dengan menciptakan skuat yang layak dikenang sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah sepakbola.

Di bawah arahan Guardiola, Barca mampu tiga kali menjuarai La Liga Spanyol dan dua kali menaklukkan Liga Champions. Tak ayal, ketika Guardiola memastikan tidak akan memperpanjang kontrak karena alasan “lelah fisik dan mental”, hal tersebut sontak menimbulkan kegemparan.

Bagaimanapun, keputusan telah dibuat dan tekad para pemain Barcelona untuk memberikan kado perpisahan bagi Guardiola sudah bulat. Sejak kick-off final Copa del Rey ini dimulai, Barcelona langsung melancarkan skema ofensif.

Pedro bahkan langsung membawa keunggulan di menit ketiga memanfaatan situasi tendangan penjuru. Gawang Bilbao yang dikawal Gorka Iraizoz kembali jebol setelah Lionel Messi sukses mengonversi umpan Andres Iniesta di menit ke-20.

Seakan belum puas, lima menit berselang tendangan jarak jauh Pedro bersarang di gawang lawan. Bilbao sendiri gagal memanfaatkan sejumlah peluang untuk mendapatkan gol hiburan di babak kedua, begitu juga halnya dengan Barca yang gagal menambah keunggulan sehingga skor 3-0 bertahan hingga laga usai.

Dengan dipastikannya Barca menjadi kampiun Copa del Rey, maka Guardiola telah mengemas 14 gelar dalam 247 laga resmi. "14 gelar dalam empat tahun adalah standar sangat tinggi, jadi saya sangat senang meninggalkan klub dalam posisi bagus. Saya benar-benar bersuka cita, saya pergi dengan perasaan bahagia, dengan segenap kepuasan," ungkap Guardiola seusai laga.

Selain itu, Guardiola secara khsusu juga memberikan pujian setinggi langit kepada sang pemain terbaiknya, Lionel Messi. "Dari Messi saya telah belajar untuk lebih kompetitif lagi. Tanpanya, kami tak akan meraih gelar sebanyak ini dan saya sangat terhormat untuk melatih pemain yang bagi saya adalah pemain terbaik yang pernah saya lihat.”

Dengan kepergian Guardiola, maka tongkat estafet kepelatihan Barca ketika itu diserahkan kepada asisten pelatih (almarhum) Tito Vilanova. Guardiola lantas menepi dari sepakbola selama satu tahun sebelum akhirnya memutuskan "turun gunung" untuk melatih Bayern Munich hingga saat ini.