Sejarah Hari Ini (26 Januari): Selamat Ulang Tahun, Jose Mourinho!

Tak terasa kini sosok yang dahulu disebut sebagai pelatih muda potensial, Jose Mourinho, sudah menginjak usia 52 tahun.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Dalam dekade terakhir, dunia sepakbola profesional tentu tak bisa lepas dengan sosok satu ini, Jose Mourinho. Seorang pelatih cerdas, ambisius, spesialis gelar, tapi juga emosional dan kontroversial. Kehadirannya merupakan warna indah dalam olahraga terpopuler di dunia ini, manakala segala perhatian selalu tertuju pada para pemain. Mourinho hadir dengan sifat uniknya, sekaligus menegaskan jika keberadaan pelatih juga krusial dalam permainan sepakbola.

Kini juru taktik yang dahulu dijuluki pelatih muda potensial, tak terasa sudah menginjak "usia matang" sebagai palatih, yakni 52 tahun. Di usianya sekarang deretan gelar yang diraih Mou - sapaan akrabnya - di level Eropa sudah tergolong sempurna. Ia bahkan jadi pelatih pertama yang sanggup mengawinkan seluruh gelar di empat liga besar Eropa, yakni Liga Zon Sagres Portugal, Liga Primer Inggris, Serie A Italia, dan La Liga Spanyol.

Uniknya segalanya dimulai tatkala Mou sadar bahwa dirinya tak memiliki bakat jadi pesepakbola. Manajer Chelsea ini pensiun sebagai pesepakbola profesional di usia 24 tahun, kemudian mengambil pendidikan di Institut Teknik Lisabon, hingga jadi staf pelatih sekaligus penerjemah di Sporting Lisbon, FC Porto dan Barcelona.

Sebelum berusia setengah abad, Mourinho sudah merengkuh sepasang gelar Liga Champions

"Untungnya saya bukan orang bodoh, yang memaksakan karier sebagai pesepakbola. Keputusan saya untuk pensiun di usia 24 tahun adalah tepat karena saya memang tak akan pernah sukses sebagai pesepakbola," ujar Mou mengenang masa lalunya. Ya, seperti yang sudah dipaparkan, jika menilik kiprahnya kini keputusan pria kelahiran Setubal itu adalah tepat. Mou memang dilahirkan untuk jadi pelatih sepakbola papan atas.

Kecerdasannya memahami berbagai teori, taktik, dan motivasi dalam sepakbola sungguh di atas rata-rata. Segalanya tak muncul secara kebetulan. Mou harus berjuang dengan langkah pertamanya meraih gelar diploma di Institut Tekinik Lisabon dalam bidang sports science. Ia lantas melanjutkan pendidikan dengan memperdalam falsfah fisikal olahragawan selama lima tahun, sebelum mengambil kurusus di Asosiasi Sepakbola Inggris dan Skotlandia. Dalam masa tersebut, Mou muda mengisi waktu luangnya dengan mempelajari lima bahasa sekaligus, yakni Catalan, Spanyol, Inggris, Prancis, dan Italia.

Karier Mou yang kembali terjun dalam dunia sepakbola profesional kemudian dimulai pada 1990 dengan menjadi pelatih tim junior klub kelahirannya, Vitoria de Setubal. Dua tahun berselang, titik mula petualangan spektakulernya dimulai. Berkat kefasihan berbicara dalam lima bahasa, Mou didaulat jadi penerjemah untuk pelatih legendaris Negeri Ratu Elizabeth, Sir Bobby Robson, di Benfica dan kemudian FC Porto.

Mou melanjutkannya dengan berpetualang ke Barcelona, dan menjalani peran yang sama bagi Louis van Gaal. Berkat analisisnya yang tajam akan taktik, beberapa waktu kemudian ia diangkat menjadi staf pelatih oleh Van Gaal. "Saya segera tahu bahwa Jose adalah sosok spesial. Kami bekerja bersama selama tiga tahun. Saya kadang membiarkannya melatih tim karena saya percaya kepada kemampuannya. Mou adalah asisten terbaik yang pernah saya miliki," tutur sang Belanda.

Lepas dari Barca, berkat segala ilmu dan pengalaman yang sudah ditimbanya, Mou akhirnya memulai petualangan sebagai pelatih di Benfica pada 2000. Kesuksesan kemudian diraihnya bersama Porto pada 2004, yang secara luar biasa diantarkannya menjuarai Liga Champions. Satu gelar yang berhasil diulangi saat mengasuh FC Internazionale enam tahun berselang. Dalam prosesnya sosok ekspresif ini menjuluki dirinya sendiri sebagai "The Special One".

Meski tak memberikan "Si Kuping Lebar" saat melatih Real Madrid dan belum melakukannya bersama Chelsea, The Happy One tak bisa dibilang gagal. Mou tetap luar biasa dan masih jadi salah satu pelatih sepakbola terbaik di muka bumi.

Ya, sedikit menyedihkan memang karena hadiah ulang tahunnya di tahun ini adalah kekalahan mengejutkan The Blues dari Bradford City, di ajang Piala FA lalu. Tapi hal itu tentu tak bisa mengurungkan niat kita untuk sekadar mengucapkan, happy birthday Mou!

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics