Sejarah Hari Ini (26 Juli): Tim Cahill Tinggalkan Everton

Hari ini, dua tahun yang lalu gelandang andalan timnas Australia itu resmi meninggalkan Everton dan menerima tawaran New York Red Bulls.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Hari ini tepat dua tahun yang lalu, bintang sepakbola asal Australia, Tim Cahill resmi memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya di ranah Inggris bersama Everton. Cahill menerima pinangan klub Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, New York Red Bulls.

Kehadiran legenda hidup Millwall tersebut melengkapi deretan bintang New York yang sebelumnya telah merekrut mantan penyerang andalan Arsenal, Thierry Henry yang saat itu dengan senang hati menyambut kedatangannya dan menyebutnya sebagai pemain besar.

Pemain bernama lengkap Timothy Filiga Cahill itu, merupakan salah satu gelandang serang tersubur di pentas Liga Primer Inggris. Dalam delapan tahun kariernya bersama The Toffes, Cahill sanggup melesakkan total 56 gol dari 223 penampilannya.

Dalam periode pengabdiannya di Goodison Park, musim 2008/09 merupakan momen paling berkesan bagi gelandang 34 tahun itu. Saat itu, Cahill berhasil mengantarkan timnya mencatatkan pencapaian tinggi dengan masuk ke babak final Piala FA, kendati akhirnya menyerah 2-1 kepada Chelsea yang keluar sebagai kampiun.

Sayang, pemain kelahiran Sydney itu menutup masa baktinya di Everton dengan cerita kurang mengesankan. Tepatnya pada Mei 2012, di laga kandang pamungkas musim itu kala menjamu Newcastle United.

Ketika itu, Cahill harus menerima kartu merah sesaat setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Penyebabnya adalah tak lainn karena perselisihannya dengan penggawa Newcastle, Yohan Cabaye yang dianggapnya melakukan kekerasan terhadap ball-boy saat laga berlangsung.

Beruntung insiden tak berbuntut panjang usai Cabaye melayangkan permintaan maaf. Hal itu disambut dengan kebesaran hati Cahill.

Kiprahnya kemudian dilanjutkan di benua Amerika. Hanya saja, langkahnya menuju New York Red Bulls sempat 'disayangkan' oleh Landon Donovan, bintang AS sekaligus mantan rekannya di Everton. Donovan sejatinya menginginkan sosok Cahill bermain bersama dirinya di LA Galaxy.

"Saya lebih senang melihatnya di Los Angeles, tapi itu (bergabung dengan New York) adalah kesempatan besar baginya dan semoga segalanya berlangsung secara baik dan keberhasilan menghampiri dirinya," puji Donovan pada waktu itu.

Lain halnya dengan Henry, rekan barunya di New York justru antusias dengan kedatangan pemain internasional Australia tersebut. "Kami menunggunya untuk melakukan tes medis di sini. Ia akan menjadi aset besar bagi klub dan tentunya MLS."

"Jika anda memperhatikan gaya bermainnya, saya sangat senang terutama dengan komitmen yang dimilikinya. Ia berbahaya di dalam kotak penalti dan tangguh dalam duel udara. Meski pekerja keras ia tetap menggunakan pikirannya sebagai pesepakbola. Ia akan menjadi nilai tambah bagi klub."

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics