Sejarah Hari Ini (28 Desember): Comeback Istimewa Liverpool

Tujuh belas tahun lalu, Liverpool mencatatkan comeback istimewa setelah dibobol dua gol oleh Newcastle United di Anfield.

Di zaman keemasan, defisit dua maupun tiga gol tidak pernah menjadi masalah bagi Liverpool. Hal itu terbukti jelas dalam final Liga Champions 2005 di Istanbul. Namun jauh sebelumnya, yakni pada 28 Desember 1998, Reds juga mencatatkan comeback istimewa setelah ketinggalan dua gol lebih dulu dari Newcastle United.

Kedua kubu mengawali laga dengan peringkat yang tidak membanggakan. Liverpool ada di peringkat sembilan, sementara Newcastle ada di peringkat 12 klasemen Liga Primer Inggris. Performa di atas kertas jelas mengunggulkan Liverpool, tetapi saat itu mereka sedang menghadapi masalah skandal pesta Natal yang melibatkan Jamie Carragher.

Buruknya mentalitas Liverpool saat itu sempat dieksploitasi oleh Newcastle di awal pertandingan. Tepatnya di menit 29, Nolberto Solano berhasil membobol gawang David James. Gelandang berkebangsaan Peru itu menyambut bola muntah dengan sepakan kaki kanannya. Bola meluncur terlampau kencang sehingga James tak berkutik menghalaunya.

Unggul satu gol, Magpies sepertinya belum puas. Tim tamu malah menambah koleksi gol mereka di babak kedua dan kali ini giliran Andreas Andersson yang membobol gawang David James. Situasi semakin sulit bagi Liverpool, namun kartu merah yang diterima oleh Dietmar Hamann – bek Newcastle yang nantinya gabung ke Liverpool – beberapa saat sebelumnya sedikit menghidupkan peluang mereka.

Kebangkitan Liverpool dimulai oleh Michael Owen di menit 67. Penyerang Inggris itu membelokkan tendangan keras Jamie Carragher dari luar kotak penalti sehingga bola masuk ke gawang Shay Given. Defisit gol kini terpangkas menjadi satu.

Tak disangka, Reds sukses menyamakan kedudukan lima menit kemudian lewat Karl-Heinz Riedle. Bermula dari umpan Vegard Heggem, penyerang Liverpool itu melepaskan tembakan ke gawang Newcastle, tetapi mampu dihalau oleh bek tengah Newcastle. Beruntung, bola mengarah kembali ke hadapan Riedle dan ia tidak melewatkan kesempatan keduanya.

Michael Owen menambah koleksi golnya delapan menit kemudian. Kali ini sang penyerang membelokkan tendangan keras Jamie Redknapp, tetapi hanya mampu membentur mistar gawang. Lagi-lagi Liverpool beruntung karena bola memantul ke hadapan Owen. Sang penyerang jelas tak ingin melewatkan kesempatan kedua dan sukses membawa Liverpool unggul.

Sebagai pelengkap, Riedle mencetak gol keempat Liverpool malam itu. Ia memanfaatkan umpan terobosan rekannya dan berhadapan satu lawan satu dengan Given. Penyerang Jerman itu dengan mudah menggulirkan bola ke gawang Newcastle, mengunci kemenangan 4-2 untuk Liverpool di Anfield.