Sejarah Hari Ini (29 Juli): Irak Beri Asia Kejutan

Bagai kisah dongeng, di tengah konflik negaranya, Irak sukses memberi kejutan dengan jadi juara Piala Asia 2007.

Tepat pada 29 Juli 2007, atau sudah delapan bulan silam, kesebelasan Irak secara heroik berhasil keluar sebagai kampiun Piala Asia untuk pertama kalinya, setelah secara ajaib menundukkan Arab Saudi 1-0 di partai final, yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Gol penentu kemenangan tim asuhan Jorvan Vieira itu dicetak melalui kepala striker sekaligus kapten, Younis Mahmoud pada menit ke-73.

Pada lima keikutsertaan sebelumnya di Piala Asia, prestasi terbaik Irak hanyalah tiga kali masuk perempatfinal pada 1996, 2000, dan 2004. Kemenangan terasa semakin besar karena Arab Saudi adalah juara tiga kali Piala Asia, pada 1984, 1988, dan 1996. 

Final Piala Asia 2007
Iraq 1-0 Arab Saudi
29 Juli 2007
Gelora Bung Karno, Indonesia
Wasit:
 Mark Shield (Australia)
Gol: 1-0 Younis Mahmoud 73'
Iraq: Sabri; Ghulam, Abbas (Ali 89'), Haidar, Rehema; Karim (Abid 89'), Jassim (Mnajed 83'), Akram, Hawar; Muni; Younis
Pelatih: Jorvan Vieira

Arab Saudi: Al-Mosailem; Hawsawi, Al-Mousa, Al-Bahri (Al-Harthi 84'), Jahdali; Khariri, Aziz, Andulrahman (Al-Mousa 46'); Al-Qahtani; Mouath, Al-Jassim (Otaif 76')
Pelatih: Helio dos Anjos
 

"Singa dari Mesopotamia" --julukan Irak-- lebih menguasai pertandingan pada babak pertama dan berkali-kali mampu membuat hampir semua pemain Arab Saudi turun bertahan dan hanya menyisakan striker Malek Maaz Al Hawsawi sendirian di depan.

Dua gelandang Irak, Hawar Mulla Mohammed dan Karrar Jasim Mohammed, melalui tendangan dan sundulan mereka, beberapa kali membuat kiper Arab Saudi Yasser Al Mosailem jatuh bangun menjaga gawangnya.

Dukungan yang datang dari sebagian besar penonton dari sekitar 50.000 orang yang menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu, tampaknya menambah semangat juang pasukan Jorvan Vieira itu.

Empat pemain belakang Irak pun bermain tanpa kompromi dalam menghalau serangan lawan dan berkali-kali menghibur penonton dengan tendangan salto yang mereka lakukan untuk membuang bola.

Tetapi "Anak-Anak Gurun" --julukan Arab Saudi-- juga tidak tinggal diam dan berusaha membuka ruang untuk melakukan serangan.

Peluang terbaik pasukan Helio dos Anjos didapat satu menit sebelum turun minum ketika kapten Yasser Al Qahtani --yang telah mengemas empat gol sepanjang turnamen-- berhasil melepaskan diri dari penjagaan bek Irak.

Topics
, Iraq,