Sejarah Hari Ini (30 Januari): Jaap Stam Kembali Ke Belanda

Di pengujung kariernya, Jaap Stam memutuskan kembali ke Belanda dan menghabiskan karier profesionalnya bersama Ajax Amsterdam.

OLEH YOSUA EKA PUTRA Ikuti di twitter
Setelah meraih kesuksesan di negeri orang, Jaap Stam akhirnya kembali ke kampung halamannya di Belanda pada 2006 silam. Tepat pada tanggal 30 Januari, bek yang dikenal dengan permainan lugasnya itu bergabung dengan Ajax Amsterdam.

Stam mengawali karier profesionalnya bersama FC Zwolle pada 1992. Total 32 penampilan dan satu koleksi gol dicatatkannya bersama Zwolle sebelum hijrah ke SC Cambuur satu tahun berselang. Performanya merosot ketika bermain untuk Willem II pada 1995-96.

Pemain berkepala plontos ini menemukan performa terbaiknya ketika bermain bagi PSV Eindhoven. Bergabung pada paruh kedua musim 1996/97, Stam langsung menjelma menjadi andalan sektor pertahanan PSV. Bersama PSV pulalah, Stam meraih trofi perdana.

Selama memperkuat PSV, Stam turut merasakan gelar KNVB Cup 1995/96, Johan Cruijff Schaal 1996 dan 1997, dan Eredivisie 1996/97. Pemain kelahiran 17 Juli 1972 tersebut juga dianugerahi penghargaan Dutch Footballer of the Year dan Dutch Golden Shoe pada 1997.

Performa gemilangnya membuat klub raksasa Inggris, Manchester United kepincut. Guna merekrut Stam, Man. United rela menggelontorkan £10,6 juta. Stam pun akhirnya didapuk sebagai pemain Belanda termahal saat itu.

Tiga musim bernaung di Old Trafford, Stam membantu Red Devils menjuarai Liga Primer Inggris (1998/99, 1999/00 & 2000/01), Piala FA 1998/99, Liga Champions 1998/99, dan Piala Intercontinental 1999.

Sayang, kisah manis Stam bersama Man. United harus berakhir pada musim panas 2001. Stam dijual ke Lazio dengan nilai transfer £15,3 juta. Konon, putusan Man. United menyetujui tawaran Lazio dilatarbelakangi ketegangan antara Stam dan manajer Sir Alex Ferguson.

Tiga musim bersama I Biancoceleste, Stam ikut merasakan trofi pertama di tanah Italia. Coppa Italia 2003/04 merupakan trofi perdana dan pamungkas yang dirasakan Stam bersama klub asal ibukota tersebut sebelum dilepas ke AC Milan.

Bersama Milan, Stam nyaris merengkuh trofi Liga Champions kedua dalam kariernya pada 2005. Akan tetapi, di partai final Milan harus takluk dari Liverpool lewat drama adu penalti. Alhasil, Stam hanya mencicipi satu trofi dari ajang Piala Super Italia 2004.

Di pengujung kariernya, Stam memutuskan kembali ke Belanda dan membela Ajax pada musim 2006/07. Meski mulai termakan usia, kemampuan Stam masih mumpuni. Dia ditunjuk sebagai kapten Ajax. Trofi Eredivisie 2006/07 dan Johan Cruijff Shield 2006 & 2007 mewarnai karier Stam bersama Ajax sebelum akhirnya gantung sepatu.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics