Sejarah Hari Ini (31 Mei): Pertandingan Terakhir Paolo Maldini Untuk AC Milan

Dua dekade lebih menjalani karier profesional bersama Milan, Maldini memutuskan gantung sepatu di usia 41.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
Lima Liga Champions, tujuh Scudetti, dua gelar interkontinental, satu Piala Dunia Antarklub, lima Piala Super Eropa dan Coppa Italia. Selama 25 tahun, Paolo Maldini telah memberikan semuanya untuk membantu AC Milan memenangkan serangkaian gelar bergengsi.

Maldini mengucap selamat tinggal tidak hanya kepada I Rossoneri, tapi juga kepada sepakbola, olahraga yang telah membesarkan namanya pada pertandingan terakhir Serie A musim 2008/09 melawan Fiorentina yang dimenangkan Milan 2-0, 31 Mei lima tahun silam.

Adalah duo Brasil Kaka dan Alexandre Pato yang menjebol gawang La Viola untuk menempatkan Setan Merah finis di peringkat tiga sekaligus lolos otomatis ke fase grup Liga Champions.

Milan mengambil alih jalannya pertandingan dengan memberikan ancaman lebih dulu kepada Frey. Marek Jankulovski dua kali melakukan penetrasi ke dekat area lawan, tapi usahanya belum membuahkan hasil. Milan terus memberikan tekanan, namun tidak satu pun gol tercipta hingga turun minum.

La Viola memulai babak kedua dengan positif, di mana Gilardino nyaris membuka skor tapi sepakannya melebar dari jarak 12 yard. Setelah 55 menit pertandingan, tim tamu akhirnya memecah kebuntuan, berawal dari aksi Zambrotta mengirim umpan kepada Inzaghi dari sisi kanan lalu meneruskannya kepada Kaka yang tanpa kesalahan menjebol gawang Frey.

Beberapa menit kemudian, kerja sama duo Brasil menambah keunggulan I Rossoneri. Kaka memberikan umpan brilian yang disambut oleh Pato, sang pemain muda dengan tenang mengonversi peluang untuk mengunci kemenangan.

Tapi ketika itu, pusat atensi tidak mengarah pada gol-gol tersebut, melainkan kepada Il Capitano, idola dan kebanggaan Milan yang memutuskan gantung sepatu di usia 41 setelah lebih dari tiga dekade - dihitung sejak tim junior - Maldini mengabdi kepada Il Diavolo Rosso.

Di akhir laga, seluruh suporter di Artemio Franchi memberikan tepuk tangan kepada sang legenda, didampingi istri dan dua puteranya, yang besar kemungkinan akan mengaktifkan kembali nomor punggung tiga saat tampil untuk tim utama.

Maldini melakoni debut liga untuk Milan pada 20 Januari 1985, menggantikan Sergio Battistini di laga versus Udinese saat usianya baru 16. Itu penampilan tunggalnya di musim tersebut, tapi dia menembus tim utama di musim berikutnya. Penampilan impresifnya tidak hanya membuahkan serangkaian gelar buat Milan, tapi secara individu Maldini juga diakui sebagai salah satu bek terbaik dunia dengan menyabet peringkat dua pemain terbaik dunia pada 1995, di bawah George Weah.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics