Sejarah Hari Ini (4 Desember): Gol Kemenangan Alessandro Del Piero

4 Desember 1994, Seorang bocah 20 tahun bernama Alessandro Del Piero tiba-tiba muncul, sebagai penentu kemenangan dramatis Juventus atas Fiorentina, lewat skor ketat 3-2.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
20 tahun yang lalu atau tepatnya pada 4 Desember 1994, mungkin jadi salah satu momen terbaik di awal karier legenda terbesar Juventus, Alessandro Del Piero. Menjalani musim keduanya di Delle Alpi, Alex sempat diterpa kritik karena tampil melempem, padahal kehadirannya mampu membuat pujaan Juventini kala itu, Roberto Baggio, tersisih. Namun semua anggapan berbalik seketika, pasca momen indah yang dimaksud hadir.

Giornata 12 Serie A Italia musim 1994/95, Juventus menjamu musuh bebuyutannya, Fiorentina. Si Nyonya Tua saat itu diperkuat oleh beberapa legendanya, macam Ciro Ferrara, Alessio Tacchinardi, Gianluca Vialli, hingga Del Piero sendiri.

Sementara Fiorentina juga mengedepankan nama-nama flamboyan, seperti Francesco Toldo, Stefano Pioli, Manuel Rui Costa, dan tentunya sang ujung tombak, Gabriel Omar Batistuta.

Laga dimulai dengan permainan terbuka yang ditunjukkan masing-masing tim. Uniknya justru sang tamu, Fiorentina, yang lebih menguasai jalannya laga. Taktik pelatih Juve, Marcello Lippi, yang memasang Del Piero, Viali, dan Fabrizio Ravanelli sebagai tridente tampak tak efektif membongkar pertahanan lawan.

Terus diserang, La Viola akhirnya sukses mencuri keunggulan lewat winger andalannya, Francesco Baiano, di menit ke-27. Bukannya bereaksi pasca tertinggal, I Bianconeri malah makin tenggelam.

Keberhasilan Fiorentina menggandakan keadaan pun tak bisa lagi terelakkan. Berkat lini tengah Juve yang tampil loyo, Rui Costa sanggup menari-nari sebelum melepaskan sodoran manis untuk gol Angelo Carbone, di menit ke-35. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 2-0 bagi sang tamu.

Lippi kemudian melakukan beberapa perubahan di awal babak kedua, salah satunya dengan memasukkan Tacchinardi untuk gantikan Moreno Torricelli. Seketika formasi Juve yang tadinya 5-2-3, berubah menjadi lebih menyerang 4-3-3.

Hasilnya moncer, karena Viali mampu menyamakan kedudukan hanya dalam tempo tiga menit saja. Lewat bombardir serangan yang menggila, pemain berkepala plontos itu mencetak sepasang gol di menit 73 dan 76.

Seakan kedua tim puas dengan hasil imbang, tempo pertandingan yang tadinya amat cepat menurun drastis setelah gol pamungkas Viali. Namun katas "puas" rupanya tak ada di kamus seorang Del Piero.

Tiga menit saja jelang laga berakhir, sebuah umpan terukur Sergio Porrini mengarah pada Il Pinturicchio yang diapit dua bek Fiorentina di dalam kotak penalti. Namun secara mengejutkan, dari sudut yang sempit dan cara yang aneh, kapten masa depan La Vecchia Omcidi itu melepaskan tembakan voli fantastis, tanpa bisa dihalau Toldo. Skor berubah 3-2 dan hasil itu bertahan hingga akhir!

Del Piero jadi buah bibir sejak saat itu dan kebintangannya pun semakin terang. Di akhir musim ia sukses mempersembahkan gelar Piala Italia dan scudetto, dengan menorehkan sembilan gol lewat 50 penampilan di semua ajang. Ups, satu lagi, Alex juga berhasil menendang Baggio dari Turin.

Kini jelang laga Fiorentina kontra Juventus, Sabtu (6/12) dini hari WIB, akankah aura dramatis 20 tahun lalu itu kembali tersaji?

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics