Sejarah Hari Ini (4 Juli): Air Mata Paul Gascoigne, 1990

Tersingkirnya Inggris di semi-final PD 1990 memang memilukan, tapi air mata Paul Gazza kala itu menjadi satu momen yang juga mengharukan.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter

4 Juli 1990 tentunya menjadi satu kenangan menyakitkan bagi tim nasional Inggris. Betapa tidak, The Three Lions susah payah mencapai semi-final Piala Dunia, namun harus tersingkir karena melesetnya dua tendangan penalti kontra Jerman barat.

Disaksikan oleh 62.628 orang di Stadio Delle Alpi, Jerman Barat memimpin lebih dulu di menit 60 via Andreas Brehme, tapi Inggris menyamakan kedudukan lewat Gary Lineker di menit 80. Laga pun terpaksa berlanjut ke babak tambahan karena tak ada gol susulan hingga menit 90.

Sebelumnya, The Three Lions juga mengalami momen yang sama dramatisnya, mereka sukses menekuk Belgia dan Kamerun lewat babak tambahan. Sayang, mereka tak mampu menyematkan satu gol tambahan ke gawang Jerman barat. Pertandingan ini akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Adu penalti berlangsung mendebarkan. Kedua tim sama-sama sukses mengonversi sepakannya menjadi gol dalam tiga kesempatan pertama. Namun, Stuart Pearce menendang bola mendatar ke tengah gawang dan mampu diamankan oleh Bodo Illgner. Olaf Thon memastikan keunggulan Jerman 4-3 dan penendang selanjutnya, Chris Waddle, mengambil posisi menendang. Gelandang Inggris itu melepas sepakan keras dari titik penalti, tapi bola mengarah jauh ke atas mistar dan peluit panjang pun dibunyikan, Jerman melaju ke babak semi-final.

Di final, Jerman Barat bertemu dengan Argentina dan sukses meraih gelar juara dunia ketiga mereka usai menang tipis 1-0 lewat gol Brahme.

Memang, laga tersebut berakhir dengan sangat dramatis. Namun laga tersebut dikenang bukan hanya karena kekalahan Inggris, melainkan karena tangisan gelandang Inggris, Paul Gascoigne (gambar), di menit 99. Ia menerima kartu kuning dalam laga kontra Belgia dan kembali menerimanya di babak tambahan kontra Jerman. Gazza (sebutan Gascoigne) pun dipastikan absen di final Piala Dunia kalau Inggris lolos. Saat itu, kamera televisi merekam gambar keputusasaan Gazza, yang menjadi momen ikonik turnamen kala itu.
Air Mata Gazza | Terry Butcher menghibur Paul Gascoigne yang tengah menangis.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics