Sejarah Hari Ini (4 Juli): Drama Di Dortmund

Publik Jerman tak kuasa meredam tangis saat melihat timnya sebagai tuan rumah tersingkir dengan super dramatis dari Italia di semi-final Piala Dunia 2006.

Hari ini, sembilan tahun yang lalu, Dortmund seketika gelap diselimuti awan kelam. Jerman menangis di hadapan puluhan ribu pasang mata publik mereka. Pasalnya, sang tuan tuan rumah secara dramatis harus menerima kenyataan pahit, disingkirkan Italia di semi-final Piala Dunia 2006.

Sungguh menjadi sebuah pemandangan mahadahsyat tersaji ketika itu, di mana dua dari tiga tim tersukses sepanjang sejarah sepakbola internasional, baku rebut tiket ke babak puncak.

Sarat emosional lantaran laga ini beranjak sampai memasuki waktu extra-time sebelum pertandingan ditentukan di babak yang melelahkan itu.

Jerman yang kita kenal di era 2008 mulai memperkenalkan generasi-generasi muda, tapi di turnamen empat tahunan edisi 2006, tim Panser mengandalkan sejumlah wajah berpengalaman seperti Michael Ballack dan Jens Lehmann.

Jerman seakan ingin memberi perlawanan pada Italia yang memang selau mengandalkan kekuatan dari pemain-pemain yang kental pengalaman lagi spesialisasi turnamen besar. Sebut saja Francesco Toti dan Luca Toni di lini depan, sedang di sektor tengah berdiri pilar macam Gennaro Gattuso dan Andrea Pirlo. 

Sudah diprediksi, di atas kertas, laga ini bakal berjalan ekstra alot. Dan memang benar adanya. Selama 90 menit, Gli Azzurri menunjukkan permainan bertahan yang amat solid, di mana mereka dikomandoi sosok baja di diri Fabio Cannavaro. 

Toni berkesempatan membuat sesuatu saat tendangannya dengan cekatan dihadang bek Per Mertesacker, sebelum Bernd Schneider melepas tendangan ambisius yang melintas di atas mistar gawang Italia, alih-alih mengetes Gianluigi Buffon.

Jerman terbilang kesulitan menjinakkan Buffon. Terhitung penyelamatan hebat dilakukannya kala meredam serbuan Miroslav Klose disusul Lukas Podolski. 90 menit berakhir, dan di masa perpanjangan waktu, Jerman terus membombardir.

Klose-Podolski kembali menjajal peruntungannya, yang sayangnya mengenai tiang gawang. Italia hampir memecah kebuntuan saat usaha Alberto Gliardino juga menabrak tiang gawang, pun sentuhan Gianluca Zambrotta dari jarak dekat yang berakhir serupa.

Sesaat setelah Podolski tak berhasil menaklukkan Buffon, di pengujung extra-time, gemuruh Westfalenstadion sekejap senyap kala umpan terbosan dari Pirlo menembus pertahanan Jerman untuk kemudian dikendalikan Fabio Grosso, yang dengan brilian menuntaskannya dari sudut sempit. Papan skor menunjuk 1-0. Publik Jerman semua mengerenyitkan dahi sembari menutup mulut dengan kedua tangannya.

Perasaan yang sudah kadung remuk redam lantaran gol di pengujung waktu krusial, makin dieksploitasi Italia di detik-detik terakhir untuk menggandakan kedudukan. Adalah Alessandro Del Piero yang membuat sepakan chip, melewati Lehmann, untuk memastikan kemenangan 2-0 dalam 120 menit.

Jerman yang menyungkur haru, sementara Italia yang meledak dalam euforia, menjadi pemandangan tersisa setelahnya. Terasa pilu yang mendalam bagi Jerman karena mereka bertindak sebagai tuan rumah dengan posisi yang selangkah lagi menoreh gelar Piala Dunia yang keempat.

Di babak puncak yang dihelat di Berlin, Italia akhirnya berhasil mengangkangi Prancis dalam drama adu penalti dengan skor 5-3 usai bermain imbang 1-1, yang diwarnai dengan insiden kartu merah masyhur ala Zinedine Zidane yang menanduk Marco Materazzi. 

Topics